Dunia Maya

dunia maya (kusprianto.blogspot.com/2010)

Komputer sudah dinyalakan, kopi sudah disiapkan, camilan sudah dibelikan dan Kumbakarna sudah siapa untuk menulis sebuah cerita. Tetapi sebelum menulis, Kumbakarna melihat-lihat dulu bebrapa tulisan yang sudah di tulisnya. Pada awal komentar di setiap tulisannya masih berupa sapaan, ucapan terima kasih, dan humor tapi mendekati bagian bawah betapa kaget Kumbakarna membacanya. Setelah dilakukan pengacakan beberapa komentar tertulis demikian.

” Tulisan anda tidak ada isinya ” komentar Degil

” Tolong dong, tulisannya menggunakan bahasa yang gaul dikit ” komentar Dogol

” TAHUKAH LOE ? GW ANGGAP TULISANNYA BIASA-BIASA SAJA ” komentar Dugul

” Anda ini sudah pikun dan tidak mengerti apa-apa tentang yang anda tulis ” komentar Dodol

” Anda lebih baik buat tulisan yang memperkaya iman buat ngajak klenik dong. Musyrik tau ” komentar Modol.

Kumbakarna tetap berusaha untuk tidak emosi dan menjawab dengan nada santun dan bersahaja.

Beberapa saat kemudian, telepon seluler Kumbakarna berbunyi. Kumbakarna langsung mengangkatnya.

” Ya, saya selalu ingat. Besok saya akan datang pas kopi darat. Pokoknya siplah ” ujar Kumbakarna kepada seorang teman dunia mayanya.

Keesokkan harinya, sepulang dari kantor Kumbakarna mampir ke sebuah tempat dimana teman-teman dunia mayanya berkumpul dalam rangka kopi darat. Memang Kumbakarna datang agak terlambat karena saat itu bertepatan dengan jam-jam kemacetan lalu lintas.

” Oh ya perkenalkan. Ini Kumbakarna ” ujar Bidul memperkenalkan Kumbarna kepada teman-teman baru di dunia maya.

Kumbakarna memberikan pnghormatan dengan menyalami satu per satu teman-teman barunya.

” Kumbakarna … Kumbakarna…Kumba Karna ” begitulah Kumbakarna memperkenalkan diri.

Tetapi ada sesuatu yang unik terjadi yaitu ada beberapa orang yang merasa sungkan dan malu dengan sikap Kumbakarna.

” Perkenalkan saya Degil… saya Dogol… saya Dugul… saya Dodol… saya Modol… jadi malu nich sama Om Kumbakarna yang ternyata usianya lebih tua dari saya. Terus mau menghormati saya ” kata kelima teman baru Kumbakarna satu per satu.

Kumbakarna hanya tersenyum.

One thought on “Dunia Maya

  1. I drop a leave a response each time I appreciate a article on a site or if I have something to
    valuable to contribute to the conversation. Usually it’s triggered by the sincerness displayed in the article I browsed. And on this article Dunia Maya | R u d d a b b y. I was moved enough to post a thoughtūüėČ I actually do have 2 questions for you if it’s okay.
    Is it just me or does it look as if like a few of the responses come across like written by brain dead people?ūüėõ And, if you are posting at other sites, I’d like to follow you. Would you make a list the complete urls of all your public sites like your twitter feed, Facebook page or linkedin profile?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s