Pengolahan Makanan Skala Kecil

Sebagian besar pengolahan makanan skala kecil di Indonesia dikerjakan oleh para petani dengan berbagai macam produk pengolahan makanan. Berikut adalah pengolahan makanan skala kecil yang menggunakan komoditi pertanian :

Pengolahan Makanan Skala Kecil Di Cileungsi (doc. cech)

1. Pengolahan Kacang Kedelai

Perajin Tahu Dari Bahan Kedelai (properti.kompas.com/read)

Sebagian besar protein nabati di Indonesia berasal dari kacang kedelai. Meskipun ada jenis kacang-kacangan lainnya seperti kacang tanah dan kacang hijau yang bisa menghasilkan protein nabati tapi kedelai tetaplebih populer.

90 persen kacang kedelai digunakan untukkeperluan pangan manusia. Berdasarkan proses pengolahannya maka kacang kedelai dibagi menjadi fermentasi (fermented) dan tanpa fermentasi (unfermented). Produk pengolahan kedelai yang mengalami fermentasi adalah tempe, oncom, tauco, dan kecap. Sedangkan yang tanpa fermentasi adalah tofu (tahu), tauge, susu kedelai, keripik kedelai dan bubuk kedelai.

Peningkatan industri pengolahan kedelai membutuhkan pengetahuan bahan baku, tehnik pengolahan, pengembangan produk baru, pengawasan mutu dan higienis, penangan limbah dan manajemen pemasaran.

2. Pengolahan Ubi Kayu

Ubi Kayu (doc.cech)

56,7 persen dari total produksi ubi kayu (15,95juta ton) dikonsumsi oleh manusia. 20 persen dimanfaatkan untuk pembuatan keripik singkong, 41,2 persen untuk pelet ekspor, dan 48,8 persen untuk industri. (BPS 1992). Sekitar 7,7 persen diolah menjadi tepung tapioka yang kebanyakan diekspor keluar negeri.

Di Jawa 60 persen dari populasi memanfaatkan ubi kayu untuk bahan makanan. Masyarakat pinggiran yang memproduksi dan mengkonsumsi ubi kayu banyakmenggunakan 62 persen ubi kayu segar dan 49 persen ubi kayu kering. Ubi kayu tersebut di manfaatkan untukkonsumsi keluarga mereka.

3. Pengolahan Pisang

Aliran Proses Pengolahan Sale Pisang (www.iptek.net.id/ind/warintek)
Banana Chip (bananasrepublik.blogspot.com)

Selain dijual dalam bentuk segar, pisang juga bisa dimanfaatkan menjadi jus, keripik, tepung dan sale. Khusus pisang segar membutuhkan penanganan khusus pada transportasi seperti adanya alat pendingin dan penyimpanan dalamudara terkendali. Hali ini diperlukan karena buah pisang cepat sekali membusukdengan ditandai warna hitam di kulitnya.

4. Pengolahan Dodol

http://www.iptek.net.id/ind/warintek
Dodol (yppt.wordpress.com/about/)

Dodol terkenal sebagai panganan yang menggunakan tepung beras ketan, santan, dan gula pasir.Kadang-kadang menggunakan juga bahan tambahan makanan (Food Aditive sesuai dengan Standar Nasioanal Indonesia 1616-90). Dodoldapat dibuat dalam berbagai bentuk dan rasa. Tiap daerah di Indonesia mempunyai berbagai macam dodol dan biasanya dikonsumsi pada acara-acara tertentu seperti acara pernikahan, hari raya, kelahiran anak dan camilan. Saat ini dodolsudah banyak yang diekspor ke negara-negara tetangga Indonesia terutama negara Timur Tengah.

Industri pengolahan makanan skala kecil di Indonesia secara umum mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Minimnya modal, kadang hanya buruh yang menjadi faktor produksi.

2. Biaya perawatan yang tidak ekonomis.

3. Menggunakan teknologi sederhana dan tradisional.

4. Mutu produk yang rendah.

5. Keterbatasan akses pasar,

6. Sulitnya melakukan ekspansi pasar.

7. Sulitnya mendapatkan fasilitas kredit bank.

8. Kurang fasilitas yang dimiliki.

9. Ketersediaan suplai bahan baku yang belum terjamin.

Protected by Copyscape Plagiarism Software

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s