Warga Dunia

http://www.t2000inc.com/inspired/index.html

Beberapa hari ini perhatian saya tertuju kepada ilmu pengetahuan dan kehidupan beberapa sosok yang mempunyai pengaruh besar terhadap perubahan dunia yang lebih baik. Tidak tahu mengapa pikiran saya selalu ingin mengetahui apa itu dunia dan isinya.  Apakah saya mengalami kebosanan dan kejengahan dalam kehidupan sehari-hari ? Saya merasakan adanya kekosongan di dalam diri dan mengatakan ada yang salah dengan diri saya dalam mengarungi kehidupan ini.

Terus terang saya sedang menunggu banyak hal yang tidak kunjung tiba. Sabar selalu saya tekankan dalam diri bahwa Allah punya cara lain yang mungkin terbaik bagi diri saya.  Kelelahan dan tekanan hidup yang membebani diri adalah kemungkinan yang menyebabkan saya merasa kosong dan tidak berarti apa-apa.

Saya merasa kaget dan malu setelah melihat dan mengetahui bahwa ternyata dunia bergerak dengan cepat. Sementara saya berjalan di tempat ibarat katak dalam tempurung. Ada ungkapan bangsa Afrika yang membuka mata saya tentang posisi saya  yang sebenarnya di dunia ini yaitu ” Lebih baik kita bersinar daripada menangis sendiri di dalam kegelapan”.

Sebuah ungkapan yang mengandung makna dalam sekali. Ungkapan sederhana tapi menggugah rasa dan akal pikir saya tentang dunia yang luas ini.  Sangat menusuk hati dan akal budi saya, setelah melihat beberapa berita tentang sosok hebat yang ada di dunia ini. Contoh yang saya ambil adalah Tristan Lecomte dan Yann Arthus-Bertrand.

Kedua tokoh tersebut membuka mata saya tentang posisi saya di dunia. Apakah saya sudah menjadi warga dunia yang tidak hanya berpikir dan bertindak dalam ruang lingkup Indonesia saja ? Tristan Lecomte dengan konsep Fair Trade-nya telah membuka mata dunia tentang adanya ketidak adilan di dalam perdagangan dunia antara negara maju dengan negara berkembang/miskin. Selama ini konsep perdagangan bebas yang dijalankan ternyata tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat dunia terutama masyarakat di negara-negara berkembang.

Tetapi Tristan Lecomte menjadi pelopor dan melakukan konsep yang diyakininya akan menjadi model  yang tepat bagi perdagangan dunia. Ini dibuktikan dengan kemitraannya bersama para petani, konsumen dan konsultan kolektif di 30 negara. Saya sangat meyakini apa yang dilakukan oleh Tristan Lecomte didasarkan pada hati nuraninya. Beliau telah menjalankan konsep Rahmatan lil alamin yaitu memberikan manfaat bagi alam semesta. Bahwasannya hidup semua makhluk atau apapun di dunia ini saling ketergantungan satu sama lain sehingga outputnya adalah saling menguntungkan bukan satu untung dan yang lain rugi. Luar biasa, itulah yang bisa saya katakan.

Yang kedua adalah Yann Arthus-Bertrand , seorang fotographer profesional dunia, reporter, jurnalis dan pemerhati lingkungan berkebangsaan Perancis ini memperkenalkan banyaknya keindahan dunia yang sebelumnya tidak saya ketahui.  Seperti Tristan Lecombe, Yann juga aktif dalam memerangi pemanasan global lewat acara TV yang dibawakannya yaitu Earth From Above ( Vu du ciel di France 3). Dari situlah saya mengerti dan mengetahui tentang perubahan besar yang dijalankan oleh individu/kelompok/institusi untuk kebaikan kehidupan dunia.

Pergerakan yang dilakukan kedua sosok tersebut sangat cepat dan seringkali mengejutkan banyak orang terutama saya sebagai orang Indonesia yang sehari-harinya hanya melihat dunia sebatas apa yang dilihat di depan mata. Saya teringat dengan pesan orang tua yaitu kekuatan pikiranlah yang akan mempengaruhi jalan hidup ini. Mau ke kiri atau ke kanan atau mau jalan di tempat atau berlari. Allah SWT berfirman Allah akan mengikuti apa yang ada di dalam pikiran umatnya. Jadi tergantung kita, apakah  mau alon-alon asal kelakon atau bergerak cepat sampai di tujuan dengan sukses.

Saya pikir sudah saatnya melakukan transformasi diri dari yang ala kadarnya saja menjadi suatu yang “besar” dimana keberadaan  di dunia bukan hanya sebatas sebagai warga Indonesia tetapi menjadi warga dunia. Dimulai dari perubahan dalam diri untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang di sekitar dan menjaga keberadaan lingkungan hidup yang sehat. Kita harus menyadari sepenuhnya kalau kita bukan hanya warga Indonesia saja tetapi telah menjadi bagian warga dunia. Kalau kita merusak lingkungan sekitar berarti kita telah merusak dunia. Maka itu cara berpikirnya harus mendunia (global).

Protected by Copyscape Online Plagiarism Software

One thought on “Warga Dunia

  1. Hi, I think your website might be having browser compatibility issues.
    When I look at your website in Safari, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it
    has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up!
    Other then that, wonderful blog!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s