Revolusi Neurology : Model 3-D Otak

LOS ANGELES – Sebuah proyek baru yang bertujuan untuk menghasilkan panduan struktur labirin otak layaknya Google Maps.  Pada presentasi di Konferensi   Teknologi Interaktif dan Komputer  Grafis  SIGGRAPH, para peneliti menyoroti bagaimana model 3-D lengkap dari otak yang bisa memicu sebuah era baru dalam penelitian neurologis.

Data Types Supported by Whole Brain Catalog


Whole Brain Catalog
demikian namanya, proyek kompilasi data dari berbagai bidang penelitian dalam bermacam-macam bentuk. Dibutuhkan  data MRI, gambar neuron bernoda, dan teori diagram sirkuit otak sehingga para ilmuwan, dokter dan animator 3-D dapat mencerna dan menyajikan  dalam satu kesatuan bentuk. Kemudian para pengguna tadi  dapat memberikan kontribusi kembali ke situs wiki-style untuk menghasilkan sebuah model  otak secara penuh  pada setiap skala sampai ke tingkat molekuler.

Stephen Larson, seorang peneliti saraf di University of California, San Diego, yang bekerja di Whole Brain Catalog, mempunyai mimpi kalau para pengguna bisa membangun simulasi ini pada setiap tingkat resolusi. Kuncinya adalah memiliki bagian terkecil dari otak saja sudah cukup bagi simulasi.

Salah satu tantangan paling sulit yang dihadapi ilmuwan saraf saat ini adalagh melakukan pemetaan  semua sambungan di otak. Memang mereka sering membandingkan keruwetan otak ke genom manusia (nama yang diberikan ke perpustakaan seluruh DNA manusia) dan menjuluki total peta link semua otak dengan nama “connectome”.

Bahkan sebelum Proyek Whole Brain selesai, para ilmuwan dapat menggunakan data tes yang sedang berlangsung di komputer pada objek hidup. Hal ini secara drastis akan meningkatkan berbagai eksperimen neurologis, sementara secara signifikan mengurangi biaya, waktu dan variabel penelitian. Pada akhirnya connectome hanya dapat dipahami melalui model 3-D lengkap yang memetakan setiap molekul, neuron dan kerut.

Whole Brain Catalog masih jauh dari menyelesaikan tugas pemetaan connectome, dan menghadapi tantangan yang sulit untuk  bergerak maju.  Sebagian besar data datang ke proyek dalam format yang sangat berbeda dan tidak ada cara untuk mengotomatisasi proses pemersatu berbagai jenis masukan.

Namun masalah terakhir ini juga menyajikan kesempatan baru bagi Whole Brain Catalog. Karena model tersebut mencerminkan data yang dihasilkan oleh para ilmuwan yaitu sebuah  tren model diagram dalam penelitian neurologis (peta otak).

Dengan melihat kekurangan dan kelebihan model Whole Brain Catalog maka ilmuwan dapat menentukan wilayah otak mana yang memerlukan perhatian lebih dan merencanakan penelitian masa depan yang melintasi batas-batas tradisional dimana dapat memisahkan perbedaan penelitian otak.

Protected by Copyscape Online Plagiarism Tool

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s