Teh Celup Rasa Jahe

Ginger Tea (urbanupdater.wordpress.com/)

Saat ini sudah banyak produsen minuman yang menjual teh celup dengan berbagai rasa seperti rasa melati, temulawak, rosela, jahe, original, daun jati  dan lain lain. Terciptanya berbagai jenis rasa menyesuaikan keinginan konsumen dalam menikmati teh. Tetapi saya tidak akan mengulas tentang teh celup dengan berbagai rasa tersebut.

Saya ingin menceritakan pengalaman memproduksi teh celup rasa jahe dalam skala industri kecil. Sekitar 13 tahun yang lalu, konsumen hanya mengenal teh celup dengan rasa murni teh atau jasmine tea (teh melati), Belum banyak produsen yang memanfaatkan jahe sebagai penambah rasa pada teh celup.  Pada tingkat industri kecil-menengah, jahe baru dimanfaatkan untuk minuman instan seperti jahe instan (wedang jahe), bandrek, dan bahan baku jamu.

Awal pembuatan teh celup rasa jahe dimulai dari ide yang sangat sederhana yaitu pada saat saya sedang berkunjung ke pabrik jamu skala menengah milik seorang teman di Jakarta. Saya sering melihat banyaknya ampas hasil gilingan jahe kering yang terbuang percuma sampai berkarung-karung jumlahnya.  Pada saat itu saya masih belum tahu pemanfaatan lanjutan (by product) dari ampas hasil gilingan jahe sampai saya menemukan sebuah mesin pengisian (filling) bubuk  jamu dalam kemasan sachet yang tidak dimanfaatkan oleh teman di gudang pabriknya. Padahal mesin filling tersebut baru dibeli sekitar 8 bulan tapi tidak terpakai karena secara ekonomis tidak efisien. Padahal mesin tersebut dibeli dengan harga yang sangat mahal sekitar Rp. 80 juta (kurs saat itu) dan diimpor dari Taiwan.

Akhirnya saya menawarkan ide kepada teman bagaimana kalau mesin filling tersebut dimanfaatkan kembali untuk memproduksi teh jahe rasa jahe yang saat itu belum ada di pasaran. Ternyata teman mendukung ide saya. Setelah itu saya mencari tahu tentang teh yang rmerupakan bahan baku utama ke Perkebunan Teh Goalpara di Sukabumi. Ternyata saya menemukan juga banyaknya ampas teh yang terbuang dan dijual dengan harga murah kepada penduduk sekitar.

Selain itu saya juga harus merubah setting mesin filling agar bisa dipakai untuk mengisi bubuk teh celup rasa jahe yang menggunakan kertas teh celup foodgrade dengan lebar berukuran 12,5 cm dan 14 cm. Saat itu harga kertas tersebut sangat mahal dimana 1 roll kertas celup mempunyai harga sekitar Rp 600 ribu per rol karena masih harus diimpor dari Taiwan. Kemudian saya juga mencari informasi harga bubuk vanili sebagai penambah aroma/wangi teh.

Selanjutnya saya melakukan perhitungan terhadap produksi teh celup rasa jahe (feasibilty study). Ternyata diperoleh hasil yang menguntungkan sehingga teman dan saya bisa segera memulai produksi teh celup tersebut. Dalam satu kotak berisi 25 bag sachet dengan harga Rp. 5000 (Harga Eceran Tertinggi). Pada tingkat Agen dihargai Rp 4500 per kotak teh celup rasa jahe. Jadi ada selisih harga yang lumayan menguntungkan.

Kami melakukan pemasaran teh celup rasa jahe tersebut secara bergerilya dengan dibantu oleh jalur pemasaran produk jamu yang dimiliki oleh teman tersebut. Jadi saya menyarankan untuk tidak menjual ke swalayan atau mall. Di luar dugaan antusias konsumen luar biasa sekali. DEngancara pemasatran bergerilya tersebut mempunyai dampak positif dimana pedagang tidak bisa sembarangan menjual teh celup tersebut dengan harga seenaknya. Semuanya sudah diatur dengan sistem yang terkendali.  Perlu diketahui pada awalnya pemasaran kami hanya jabodetabek tapi dalam 2 tahun berkembang luas ke seluruh pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan bahkan sampai ke Brunei dan Malaysia.

Peningkatan pangsa pasar membuat produksi kami kewalahan untuk melayani membludaknya kebutuhan konsumen sehingga kami mulai membatasi diri dengan menyesuaikan kapasitas produksi yang hanya menggunakan satu mesin filling. Terus terang awalny produk teh celup rasa jahe ini merupakan pilot project kami dan tanpa persiapan modal yang besar.

Makin besarnya kebutuhan modal membuat kami mulai mencari kredit dari bank tapi sering terkendala oleh agunan yang dimiliki karena aset  milik teman lainnya  sudah menjadi agunan bank lain dalam bentuk modal kerja untuk produksi jamunya. Tapi kami tidak putus harapan sampai suatu hari kami dikenalkan dengan seorang investor asal Australia yang memiliki bisnis hotel dan restauran di Indonesia. Investor asal Australia ini sangat tertarik dengan bisnis teh celup rasa jahe ini. Akhirnya kami bertemu muka dengan investor tersebut di sebuah kafe hotel dibilangan Senen. Setelah saya menerangkan dengan detil kepada investor tersebut, ternyata investor tersebut tertarik untuk menaruh uangnya tapi dengan syarat merek teh celup rasa jahe diganti dengan merek miliknya. Selain itu investor tersebut ingin menguasai hak cipta produk teh celup rasa jahe tersebut dengan iming-iming kami akan mendapatkan sekian persen  keuntungan dan disebar luaskan ke seluruh dunia.

Tawaran investor asal Australia tersebut kami tolak mentah-mentah. Enak saja pikir saya saat itu. Saya sempat mengatakan kepada investor tersebut kalau kami sebagai orang Indonesia tidaklah bodoh seperti yang dibayangkannya  dan tidak mudah diming-imingi oleh uang yang besar.

Dengan modal semangat kami terus menjalankan bisnis tersebut. Setelah 3 tahun berjalan ternyata Allah berkehendak lain, teman saya meninggal dunia dan bisnis teh celup rasa jahe ini diteruskan oleh anaknya. Karena sang anak tidak fokus terhadap produk teh celup rasa jahe ini dan lebih banyak waktunya mengurusi bisnis yang lain maka seiring perjalanan waktu produk teh celup rasa jahe ini mengalami penurunan produksi. Lama kelamaan mengalami kerugian karena dilibas oleh kompetitor yang merupakan perusahaan multinasional yang mulai ikut-ikutan memproduksi teh celup rasa jahe ini. Dengan kekuatan modal dan jalur pemasaran yang sudah berjalan dengan baik, produk kami mulai tersingkirkan di pasaran. Lagi pula kompetitor menjual produknya dengan harga  lebih murah daripada milik kami. Akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri karena merasa sudah tidak ada chemistry lagi dengan anak teman tersebut. Visi, misi dan tujuannya sudah berbeda. Tetapi saya merasa cukup bangga karena produk teh celup rasa jahe ini benar-benar memanfaatkan bahan baku yang sebagian besarnya hampir terbuang percuma sehingga menghasilkan produk lanjutan (by product).

Protected by Copyscape Web Plagiarism Scanner

18 thoughts on “Teh Celup Rasa Jahe

  1. Dengan Hormat

    Bersama ini kami Produsen MINUMAN SERBUK RASA JAHE mengajak kerjasama dengan anda.
    Kami bergerak di bidang produksi tersrbut dari tahun 2006, namun karena keterbatasan modal sehingga selama ini kami hanya menggunakan kemasan plastik biasa. Sementara menurut konsumen yang sudah biasa mengkonsumsi produk kami mengakui bahwa produk kami lebih unggul dalam rasa kalau di banding dengan produk-produk minuman rasa jahe yang beredar di pasaran, termasuk produk unggulan di daerah kami yaitu MINUMAN SERBUK INSTAN merk JS (Jahe Susu) yang di produksi oleh PT. Alam Sari Food Sampang Cilacap
    Untuk itu apabila anda berkenan kami bersedia membuktikan mutu produk kami.
    Demikian surat singkat ini kami kirim dengan harapan anda merespon pengajuan kami.
    Apabila anda berkenan konfirmasi lebih lanjut hubungi kami di :
    E-mail : samingan_202@yahoo.co.id
    HP : 081327195490
    SMS : 0281 7698697
    Alamat Pos : Pasiraman lor RT 01 RW 06 Kecamatan Pekuncen 53164, Banyumas Jawa Tengah

    SAYA TUNGGU JAWABAN DARI ANDA !

    Terima Kasih

    Hormat Kami
    SAMINGAN

  2. mas.. saya tertarik dengan sepenggal kisah perjuangannya dalam membangun bisnis teh… namun saya menangkap ada peluang besar yg kandas ditengah jalan… mas sy tertarik untuk melanjutkan kisah anda dan apa ada info spesifik yg bisa dibagi kepada saya. mungkin soal meracik tehnya.

    terima kasih,
    salman

  3. mas itu racikannya tehnya berapa %, jahenya berapa% dan vanillanya berapa % ya? trus untuk jahenya pakai jenis jahe apa? jahe gajah/jahe emprit/jahe merah?

    terima kasih

    1. perbandingan jahe dan tehnya 1:3-5 tergantung jahe yang dipakai. Sebaiknya jahe emprit. kalau jahe merah terlalu pedas dan mahal harganya. Kalau vanila 1 % saja bahkan bisa berkurang hanya sebagai penambah rasa dan bau saja . terima kasih

  4. Saya ada stock jahe emprit 5 ton / minggu, mungkin bapak-bapak dan ibu-ibu yang berminat kerjasama dengan saya, bisa hub 081-2332-12332

  5. mas rudabby, kami ukm ash sholihin sedang merintis usaha teh celup rosella sangrai plus bahan alami , salah satunya jahe. mesin teh celup hasil rekayasanya sayang sekali bila tidak digunakan. saya memandirikan anak ponpes di bogor dan saat ini masih menggunakan manual dalam pembuatan teh celupnya. bisa tidak dikerjasamakan mesinnya dan informasinya mengenai ampas jahe apakah kami bisa pesan melalui anda. bila ada minat dikerjasamakan atau ada info ampas jahe yang bisa dibeli sebagai bahan baku. email kami di ukmsholihin@yahoo.com, no hp kami ada di website resmi kami : http://www.tehceluprosella.com. mampir gan …

  6. I think that may be a captivating element, it made me assume a bit. Thank you for sparking my considering cap. Every now and then I am getting such a lot in a rut that I just feel like a record.

  7. Saya mau bertanya mas, apakah mesin kantung teh nya masih ada?? Atau ada yang jual mas?? Saya baru akan memulai bisnis tetapi kewalahan untuk beli mesin kalo musti yang baru.
    Siapa tau ada info yang mau jual mesin kantung teh celup dengan harga bersahabat silahkan hubungi :
    Tika 085722342885 /
    neng.tika92@yahoo.com
    Terima kasih.🙂

  8. Selamat siang Pak Rudi …Bagaimana Kabarnya Alhamdulillah Sekarang kami sudah lebih maju dari yang dulu waktu njenengan sama mbak indi dan mas purwanto mampir ke tempat kami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s