Aku Hanyalah Seorang Pembual

Suatu hari Wahyu mengajak Sena ke Mangga Dua dengan menggunakan sepeda motor. Wahyu ingin memperbaiki printer-nya sekaligus mengisi kembali tabung-tabung tinta printer yang sudah habis. Sesampainya di outlet isi ulang tinta printer, Wahyu menyerahkan printer dan tabung-tabung tintanya kepada seorang wanita penjaga outlet tersebut.

Sena hanya menunggu di bawah tangga berjalan sambil memperhatikan penjaga outlet tersebut yang masih berusia muda (sekitar 20 tahun). Tiba-tiba Sena mendekati wahyu yang sedang bercakap-cakap dengan penjaga wanita tersebut sambil menunggu printer dan isi tabung tintanya selesai.

” Sebentar Yu, saya ingin bicara dengan kamu ” pinta Sena.

” Ada apa, Sen ? ” tanya Wahyu.

Kemudian Sena mengajak Wahyu berjalan menjauh. Tampak Sena berbicara serius dengan Wahyu sambil melirik ke arah wanita penjaga outlet. beberapa menit kemudian, keduanya kembali ke outlet. Dengan wajah tersenyum Wahyu memanggil penjaga wanita tersebut.

” Mbak bisa ke sini sebentar ? Panggil Wahyu.

” Ada apa ya Pak ? ” tanya wanita penjaga outlet.

” Begini… tadi teman saya ini bicara dengan saya. Katanya wajah mbak sangat mirip dengan mantan pacar temannya hehehe “

” Ha ha ha ah bisa aja. Bilang aja mau kenalan he he he “

” Kurang aja ya kamu, Yu. Dibilangin jangan cerita malah cerita. Tapi saya serius, mbak mirip dengan mantan pacar teman saya ” ujar Sena dengan wajah malu.

” Trus kalau mirip, emangnya kenapa Mas ? ” tanya wanita penjaga outlet.

” Ya, tidak apa-apa. Cuma kaget aja. Tapi omong-omong nama mbak siapa ya ? “

” Ha ha ha benar khan dugaan saya. Mau kenalan aja mesti muter-muter omongannya. Saya masuk dulu mau cek apakah printernya Pak Wahyu sudah selesai atau belum he he he ? ” wanita penjaga meninggal Sena dan Wahyu dan masuk ke dalam.

Beberapa menit kemudian penjaga wanita tersebut keluar.

” Maaf, Pak Wahyu. Belum selesai pekerjaannya karena hari ini lagi banyak kerjaan. Teknisinya yang satu tidak datang hari ini. Jadi teknisi yang sekarang bekerja sendirian “

” Ahh tidak apa kok asal mbak mau menemani kami ngobrol he he he ” ledek Wahyu.

” Sebetulnya saya mau tapi jangan ama teman bapak ini he he he ” penjaga wanita kembali meledek.

” Ehh kamu jangan begitu dong. Khan saya hanya tanya saja. Siapa tahu nama kamu sama dengan nama mantan pacar teman saya ” sanggah Sena.

” Ya iya maafkan saya “

” Jadi siapa sebenarnya nama kamu ? “

” Hmm… nggak ah he he he “

” Nyebut nama saja susah banget. Saya sebenarnya sudah tahu nama kamu kok. “

” Siapa ??? Sok tahu ahhh “

” Nama kamu Yeni khan ?! Ayo jangan bohong ” tegas Sena.

Penjaga wanita tersebut langsung terdian.

” Pasti Mas tanya-tanya ya ama penjaga toko sebelah ? “

” Nggak, saya dan Pak Wahyu dari tadi tidak kemana-mana. Khan kamu lihat sendiri dari dalam kalau kami duduk-dudk saja. Benar khan nama kamu Yeni ?! “

” Tetap saya nggak percaya. Pasti tanya-tanya ama penjaga sebelah atau orang yang kerja di outlet ini. “

” Terserahlah. Pokoknya dugaan saya benar he he he. Trus kamu tinggal dimana ? “

” Nggak tahu ahh… “

” Tuh khan kalau ditanya jawabannya selalu nggak tahu. Rumah kamu khan dekat mesjid kurang lebih 10 meter. Pagar rumahmu warnanya hijau, ada pohon belimbingnya, dan masuk gang. Benar khan ?! “

” Hahhhh kok tahu sich Mas “

” Ya tahulah. Rumahmu di daerah Cipinang Muara. Nah kalau yang namanya Abdullah itu siapa ? “

” Ihhhh Mas bikin seram saya aja… Kok tahu sich … “

” Kok tahu kok tahu. Abdullah itu imam mesjid dekat rumah khan  “

” Udahlah Mas jangan diterusin saya jadi takut. Jangan-jangan Mas ini…

” Paranormal !!!  maksud kamu. Saya bukan paranormal cuma mengamati orang normal seperti kamu he he he “

Penjaga wanita tersebut tampak kebingungan dan mulai berubah wajahnya.

” Kenapa mbak ? Takut ya ?! he he he he… YTerus yang namanya Dedi itu siapa ? “

Wanita yang bernama Yeni tersebut langsung menangis tersedu-sedu setelah Sena menanyakan tentang nama Dedi.

” Lho malah menangis “

” Itu Om saya Mas…Adik bapak. Tetapi beliau sudah meninggal dunia sekitar 2 tahun yang lalu. Beliau sangat  sayang sekali ama saya. “

” Ohhh gitu ya. Tapi maaf omong-omong orangnya kayak begini ya ” Tanya Sena sambil menunjukkan wajahnya ke Yuni.

” Hahhhhhh takutttt saya takuttttt. Kok bisa  ya itu benar wajahnya hiks hiks hiks “

Tangisan Yuni makin menjadi-jadi sehingga terdengar oleh rekan-rekan kerjanya di dalam . Bukan hanya itu, tangisan Yuni mengundang penjaga toko di sebelah outletnya menghampiri Yuni untuk mengetahui apa yang menyebabkan Yuni sampai menangis.

” Waduh, bagaimana nich Sena ? Bisa panjang urusannya ” kata Wahyu dengan nada ketakutan.

” Tenang aja, Yu. Yuni hanya sedikit shock aja. Benar nggak Yun ?! “

” Tapi Mas kok bisa wajah mas berubah menjadi wajah Om saya. Baru kali ini saya mengalami hal yang aneh hiks hiks hiks “

” He he he he he masak sich. Coba lihat wajah saya nggak berubah khan “

” Sekarang nggak tapi tadi wajah Om saya . Sekarang saya baru percaya ama Mas “

” Ahhh jangan percaya ama saya. Oh ya kalau Ari itu siapanya kamu ? “

” Tuh khan Mas ini mulai lagi dech jadi tambah takut Mas “

” Pacar kamu ya he he he Sudah berapa lama kamu pacaran ? “

” Mas tolong Mas jangan diterusin “

” Bulan Februari tahun lalu kalian jadian. Jadi sudah setahun ya he he he  Nanti orangnya juga telepon kamu “

” Masak sich ?! “

Baru saja Yuni bicara, tiba-tiba telepon selulernya berbunyi.

” Ya Mas Ari, sebentar lagi mau pulang kok. Ya sudah, saya tunggu di outlet “

” Siapa Yu ? Pacar kamu khan ? . Mau jemput ya  he he  he “

” Iya, Dia lagi di parkiran bawah. Tapi Mas bisa tahu sich. Benar-benar saya dibaca ama Mas “

” Eh omong-omong sudah selesai atau belum printernya Pak Wahyu ? ” tanya Sena untuk mengalihkan pembicaraan.

Dari dalam keluarlah seorang pria dengan membawa printeryang lengkap dengan tabung tinta yang telah terisi penuh.

” Ini Pak sudah selesai. Yun, sudah dibuatkan bonnya “

” Sudah, Tunggu sebentar Pak Wahyu “

” Oke ” jawab Wahyu.

Setelah itu Wahyu membayar ongkos service printer dan pengisian tinta.

” Yun, sudah nggak takut khan lihat saya hehehe Maafkan saya, terima kasih kami pamit dulu Oh ya sebentar lagi pacar kamu datang tuh he he he he ” canda Sena sebelum pergi.

Yuni hanya bisa erbengong-bengong karena bersama Wahyu dan Sena pergi, sang pacar datang dan bertanya siapa yang membuat Yuni menangis.

Dalam perjalanan pulang, Wahyu tertegun dan merasa aneh dengan apa yang terjadi barusan.

” Sen, aku nggak pernah menyangka. Hebat kamu euy. Saya kirain apa yang orang-orang ceritakan tentang kamu hanyalah bual semata “

“Emang bual saja, Yu. Kamu aja nggak pernah percaya. Padahal kamu sendiri pernah mengalami bualan saya. Sewaktu saya memberitahukan kalau isteri kamu selingkuh dengan orang lain dan ternyata benar he he he he he. Jadi selama ini kamu kemana aja Yu ha  ha ha ha ha ha baru tahu kalau saya suka membual  “

ranter (videos.onepakistan.com/pktube/tnpan/)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s