Wanita Cantik Dan Diskriminasi Pekerjaan

http://www.ianand.com

Biasanya orang dengan penampilan menarik atau berparas cantik mempunyai sedikit keuntungan dalam mendapatkan pekerjaan. Namun studi baru yang dirilis oleh Journal of Social Psychology edisi bulan Mei/Juni  menemukan bahwa  kecantikan dapat menjadi beban bagi wanita yang bekerja pada bidang pekerjaan yang bersifat  maskulin.

Wanita cantik dan menarik mengalami diskriminasi ketika melamar pada pekerjaan yang dianggap “maskulin” karena penampilan tidak dilihat sebagai syarat yang penting untuk jenis pekerjaan ini.  Contoh pekerjaan yang dianggap “maskulin” tersebut adalah  manajer penelitian dan pengembangan, direktur keuangan, insinyur mekanik dan pengawas konstruksi.

Stefanie Johnson, penulis studi dan Asisten Profesor Manajemen di UC Denver Business School menyatakan perlakuan yang berbeda terhadap wanita berpenampilan  menarik pada jenis pekerjaan tertentu dan menunjukkan masih adanya standar ganda  dalam  masalah jender  karena pria tidak pernah  mengalami perbedaan perlakuan dalam segala pekerjaan.

Menurut Johnson, wanita cantik menikmati keunggulan yang signifikan dalam kehidupan. Mereka cenderung mendapatkan gaji yang lebih tinggi, evaluasi kinerja yang lebih baik, tingkat lebih tinggi masuk ke perguruan tinggi, peringkat pemilih lebih baik ketika menjalankan kantor publik dan mendapatkan penilaian yang lebih menguntungkan  dalam uji hukum.

Tapi keuntungan tidak selalu berlaku bagi wanita. Dalam satu eksperimen, para  peserta diberi 204 foto mahasiswa (semua berkulit putih (kaukasia) dan mengenakan busana kerja ) dan diminta untuk menilai daya tarik mereka pada skala satu sampai tujuh. Kemudian para peserta diminta untuk menilai tentang jenis pekerjaan yang cocok  pada  setiap orang yang ada di dalam foto-foto tersebut.

Secara umum, orang menarik dinilai lebih cocok untuk semua jenis pekerjaan bahkan dalam pekerjaan di mana penampilan tidaklah penting. Namun wanita yang menarik dianggap kurang cocok  untuk pekerjaan maskulin dibandingkan dengan wanita yang tidak menarik di mana penampilan tidak lah penting.

Dalam studi kedua, peserta diminta untuk menilai calon  terhadap empat jenis pekerjaan yaitu  penjaga penjara, penjual mobil, sekretaris dan pekerja sosial. Dua jenis pekerjaan yang pertama  dianggap maskulin dan kedua jenis pekerjaan terakhir dianggap feminin. Penampilan dinilai  tidaklah begitu  penting bagi penjaga penjara dan pekerja sosial, tetapi menjadi penting bagi tenaga penjualan mobil dan sekretaris.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan menarik memperoleh peringkat tinggi untuk dua pekerjaan feminin. Untuk pekerjaan penjualan mobil, penampilan fisik sangat penting dalam menunjang pekerjaan. Tetapi untuk pekerjaan sipir penjara yang dianggap pekerjaan maskulin di mana daya tarik fisik tidaklah  penting, secara signifikan perempuan cantik mendapatkan nilai lebih rendah. Untuk pria, daya tarik adalah anugerah di semua kategori pekerjaan.

Dalam pekerjaan yang membutuhkan tatap muka langsung dengan klien seperti penjualan (sales), pelamar dengan penampilan yang menarik bisa berperforma lebih baik dibandingkan dengan yang kurang menarik. Namun seharusnya daya tarik fisik ditimbang sama terhadap pria dan wanita untuk menghindari diskriminasi terhadap perempuan. “

One thought on “Wanita Cantik Dan Diskriminasi Pekerjaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s