Mengapa Orang Tertawa Pada Humor Yang Menjijikkan ?

Sebuah penelitian baru yang dirilis oleh Jurnal  Psychological Science edisi Agustus 2010 menjelaskan mengapa komedi kasar yang menyangkut  kematian atau berbau tabu seperti menyebut hal-hal berbau  kebinatangan, dapat membuat orang tertawa. Studi tersebut juga menemukan lelucon menjijikkan  dapat dianggap sebagai suatu yang lucu dan biasa selama tidak menyakiti siapapun atau apapun.

A. Peter McGraw, dari University of Colorado-Boulder, yang turut menulis penelitian dengan Caleb Warren menyatakan bahwa para ilmuwan, filsuf, dan komedian sudah lama mencari bahan-bahan untuk humor. Beberapa teori terakhir mencoba untuk menjelaskan humor telah gagal dalam satu cara.

three stooges promos hot larry moe curly (www.hollywoodtoday.net/2008)

Teori-teori tersebut dimaksudkan untuk menjelaskan segmen humor yang sempit seperti lelucon tapi tidak dapat menjelaskan segmen humor yang lebih luas di seluruh domain. Sebagai contoh, teori-teori yang mendasari humor umum akan menyarankan kita berpikir suatu yang tidak layak dan  melepas ketegangan  sebagai sebuah kelucuan. Sementara itu  adegan membunuh orang yang dicintai secara tidak sengaja  dan melepas   ketegangan agresif tidak layak dianggap  lucu.

Sekarang  para ilmuwan telah   menemukan tiga kriteria yang menjelaskan  hal-hal yang dianggap lucu. McGraw dan Warren menduga anekdot atau skenario harus ganjil (melanggar beberapa norma-norma moral atau sosial) seperti berhubungan seks dengan ayam mati, jinak, dan dianggap hal yang lazim. (contoh yang diberikan oleh para peneliti). Dengan kata lain, harus ada beberapa cara seperti hal-hal yang  memuakkan dengan melakukan pelanggaran moral. Para peneliti menguji gagasan mereka dengan cara-cara di mana suatu tindakan pelanggaran bermoral atau menjijikkan dianggap biasa karena ada kelucuan.

Para peneliti menyajikan berbagai situasi  kepada sukarelawan dan dihargai dengan permen. Dalam satu eksperimen yang mendukung gagasan berupa pelanggaran sebagai  makanan batin yang menyenangkan, para relawan membaca salah satu dari dua versi skenario. Skenario pertama menggambarkan perusahaan Jimmy Dean menggunakan rabi sebagai juru bicara untuk sebuah  produk baru daging babi. Sedangkan skenario kedua justru  Jimmy Dean disewa petani sebagai juru bicara. Peserta lebih cenderung tertawa ketika membaca situasi dimana terjadi pelanggaran moral yaitu  seorang rabi yang  mempromosikan daging babi.

Dalam eksperimen lain, para peserta membaca skenario di mana seorang pria menggosok kemaluannya kepada kucing. Sedangkan beberapa peserta membaca   versi dimana kucing tampak  syur dan  menikmati kontak. Sementara peserta  lain membaca versi di mana kucing merengek dan tampaknya tidak menikmati perbuatan itu.

Sebagian besar peserta (apapun skenario yang dibaca) menilai tindakan yang salah (72 persen) dan menjijikkan (94 persen) sebagai suatu yang lucu. Namun, mereka lebih senang dengan versi yang tidak berbahaya (kucing menikmati perbuatan) dengan perbandingan 61 persen melawan  28 persen. Lebih dari separuh peserta menjadi geli dan jijik dalam menanggapi  skenario yang dianggap lazim dibandingkan dengan 22 persen yang melaporkan hal yang sama untuk skenario berbahaya.

Dalam skenario berbahaya, pria dalam cerita itu  telah melanggar norma moral yang terkait dengan kebinatangan. Karena tidak ada yang dirugikan dan membuat orang tertawa, perilaku tersebut dapat diterima  berdasarkan norma,

Dalam eksperimen yang  lain, para peserta prima memiliki pola pikir dekat atau jauh secara psikologis dengan memetakan koordinat Cartesian. Kemudian peserta membaca tentang seorang laki-laki yang melakukan hubungan seksual atau mengasinkan  ayam terlebih dahulu sebelum memasak dan memakannya. Sebagian besar peserta menganggap pelanggaran itu menjijikkan.

Namun, mereka dalam kelompok-psikologis jauh cenderung berpikir tindakan seksual lebih menyenangkan (73 persen) dibandingkan dengan kelompok psikologis dekat (39 persen).

McGraw berpikir aturan humor dapat menjelaskan segalanya, mulai dari permainan kata dan lelucon untuk bentuk-bentuk slapstick dan  komedi.

Mengacu pada slapstick humor, Mc Graw sempat tertawa ketika melihat Moe memukul kepala Larry karena tahu kalau Larry tidak benar-benar disakiti. Padaha hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap norma-norma sosial  dimana tidak boleh kita memukul orang terutama teman sendiri. Tapi tidak apa-apa karena tidak nyata.

Mc Graw juga sempat tertawa ketika pertama kali diberitahu tentang adanya video di internet yang menampilkan seorang balita asal Indonesia  yang sedang merokok. Apakah mungkin ada orang tua yang membiarkan anak balitanya merokok ?  Walaupun video tersebut fakta tapi sulit dipercaya apalagi setelah melihatnya langsung maka hal tersebut bukanlah hal yang  pantas untuk ditertawakan.

McGraw mengatakan sangatlah sulit untuk menemukan komedi lintas budaya yang lucu  karena setiap budaya memiliki caranya sendiri.  Komedi lintas budaya yang lucu cenderung melibatkan banyak humor fisik tanpa memperdulikan siapapun orangnya.

2 thoughts on “Mengapa Orang Tertawa Pada Humor Yang Menjijikkan ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s