Perspektif Lintas Budaya Dalam Membantu Kerjasama Tim

Cross Cultural Team (videos4training.com)

Sudah saatnya perusahaan-perusahaan yang ingin melebarkan sayapnya ke seluruh dunia  untuk  mengembangkan sebuah gaya manajerial yang dapat menampung berbagai budaya. Hal ini berarti perusahaan tidak boleh lagi mengambil satu model pendekatan yang cocok untuk gaya kepemimpinan mereka.

Sebuah artikel baru di bagian khusus Budaya dan Psikologi pada jurnal Association for Psychological Science edisi Agustus 2010 menjelaskan bahwa orang-orang dalam berbagai macam kebudayaan memikirkan  tentang cara kerja dalam budaya yang berbeda. Orang-orang mulai menyadari adanya  perbedaan lingkungan budaya dari rekan kerjanya sehingga  dapat bekerja sama dengan lebih baik.

Cristina B. Gibson, dari University of Western Australia dan  Dana M. McDaniel, dari University of California, Irvine mengatakan bahwa orang memiliki harapan yang berbeda tentang tim kerjanya. Gibson telah mewawancara banyak orang untuk memahami bagaimana mereka membuat konsep tim kerja.

Di Amerika Serikat, orang banyak menggunakan metafora olahraga tetapi di tempat lain, bahwa model di Amerika Serikat tersebut  bukanlah metafora yang umum terjadi. Seperti di Amerika Latin, banyak orang bicara tentang tim kerja sebagai sebuah keluarga.  Keluarga dilibatkan  dalam semua bagian hidup kita dan diharapkan untuk menikmatinya bersama-sama secara sosial.
Keterlibatan kita  dalam tim olahraga  sangatlah terbatas, kurang perhatian dan lebih kompetitif.

Banyak orang beranggapan bahwa kepemimpinan karismatik adalah suatu  yang baik dimana menggunakan kepribadian yang kuat untuk menginspirasi loyalitas orang lain. Tapi itu tidak akan bekerja untuk semua orang. Banyaknya kesamaan perilaku yang diinginkan dari seorang pemimpin dalam satu budaya mungkin akan dipandang sebagai gangguan atau micromanagement dalam pengaturan lain. Dalam lingkungan kerja, organisasi, tim, dan individu mungkin memiliki nilai yang berbeda dan preferensi. “

Penelitian ini akan terus berlanjut karena  orang seharusnya mulai mempertimbangkan adanya variasi budaya  dalam banyak negara seiring banyaknya  orang yang terus melakukan migrasi antar negara. Kita tidak bisa lagi membuat asumsi bahwa semua orang di Amerika Serikat seperti ini dan semua orang di Cina seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s