Argumentasi Baik Untuk Kesehatan

argument (open.salon.com)

Sebuah studi baru menunjukkan sedikit berdebat adalah baik untuk  kita  jika dilakukan untuk alasan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan ketika orang mengalami ketegangan dengan orang lain apakah bos, pasangan atau anak maka menghindari konfrontasi bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Hal ini berkaitan dengan gejala fisik pada masa yang akan datang. Selain itu menghindari pertengkaran bisa juga dikaitkan dengan naik-turunnya secara abnormal dari hormon stres cortisol sepanjang hari.

Kira Birditt, peneliti studi  dari Institute for Social Research di Universitas Michigan mengatakan hubungan  memiliki pengaruh penting pada bagaimana kita merasakan adanya  masalah dalam hubungan kita setiap harinya. Bagaimana kita menangani masalah sehari-hari dapat mempengaruhi kesejahteraan diri.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pasangan menikah yang menghindari pertengkaran lebih mungkin meninggal lebih awal dari pasangan menikah lainnya yang lebih ekspresif. Studi lain menemukan bahwa mengekspresikan kemarahan dapat memberikan kontribusi rasa kontrol dan optimisme yang tidak dimiliki oleh orang yang menanggapi dengan sikap ketakutan. Penelitian ini disampaikan pada acara  118th Annual Convention of the American Psychological Association tanggal  12 Agustus 2010.

Dalam penelitian sebelumnya Birditt dan rekan-rekannya menemukan bahwa cara yang paling umum untuk orang-orang menangani masalah-masalah interpersonal mereka adalah dengan  cara menghindar. Kemudian para peneliti ingin mengetahui  dampak kesehatan dari perilaku menghindar.

Para peneliti  menganalisis data dari 1.842 orang dewasa berusia 33-84  tahun yang mengambil bagian dalam Nation Study of Daily Experiences. Setiap hari selama delapan hari, para peserta ditanya  apakah mereka telah terlibat dalam argumen atau apakah mereka pernah mengalami situasi di mana mereka bisa berdebat tetapi memutuskan untuk membiarkan itu berlalu tanpa perlawanan. Subyek juga memberikan sampel air liur selama empat hari.

Selama penelitian sebagian besar peserta (62 persen) mengatakan mereka mengesampingkan argumen di beberapa titik,  41 persen pesertadilaporkan terlibat dalam konflik dan 27 persen peserta tidak menunjukkan ketegangan.

Gejala  beberapa jenis ketegangan (apakah mereka menghindari atau tidak) yang terjadi adalah emosi negatif  seperti rasa marah atau benar marah dan fisik seperti mual atau sakit dan nyeri, bila dibandingkan dengan  orang yang tidak mengalami ketegangan selama delapan hari.

Birditt  mengatakan bahwa  menghindari konflik dapat dikatikan dengan memiliki  lebih dari gejala-gejala fisik pada hari berikutnya. Pantang berargumentasi  juga terkait dengan pola kortisol  sehari-hari. Biasanya seseorang mengalami puncaknya pada tingkat kortisol setelah bangun tidur dan terjadi penurunan hormon stres sepanjang hari. Orang-orang yang menghindari argumentasi  terlihat adanya peningkatan tajam dalam tingkat kortisol mereka di pagi hari dan dari waktu ke waktu terjadi penurunan lebih lambat karena kurang mampu berusaha tenang setiap harinya.

Sementara itu para peneliti tidak yakin apa ini bisa berarti dalam hal kesehatan fisik secara keseluruhan. Setiap kelainan dalam pola kortisol sehari-hari bisa menjadi masalah.

Menariknyaadalah mereka yang berpendapat benar-benar melihat kenaikan yang lebih rendah di tingkat kortisol  pada pagi hari. Ini mungkin karena orang-orang yang memiliki banyak argumen dan stres kronis dalam hubungan mereka,  kurang reaktif terhadap tekanan  dari waktu ke waktu.

Pada masa yang akan datang, penelitian ini dapat  menjelaskan hubungan antara kortisol dengan berdebat dan dampaknya terhadap kesehatan. Selain itu, Birditt dberharap  hasil kerjanya dapat  mengungkapkan apakah lebih baik untuk menghindari argumen dalam situasi tertentu misalnya dengan rekan kerja atau  terlibat argumentasi dengan orang lain seperti dengan pasangannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s