Peningkatan Suhu Mempengaruhi Penurunan Produksi Beras Di Asia

Around three billion people eat rice every day, and more than 60 percent of the world's one billion poorest and undernourished people who live in Asia depend on rice as their staple food. (Credit: IRRI)

Menurut sebuah studi  baru oleh tim peneliti internasional, peningkatan suhu di sebuah daerah produksi padi menyebabkan terjadinya penurunan produksi. Penurunan produksi padi makin diperparah oleh perubahan iklim lanjutan sehingga cukup mengkhawatirkan produksi tanaman yang merupakan salah satu penentu ketahanan pangan dan mengatasi kemiskinan di dunia. Tim peneliti juga menemukan bukti bahwa dampak kenaikan suhu diproyeksikan dapat memperlambat pertumbuhan produksi padi di Asia. Peningkatan suhu  selama 25 tahun terakhir ini telah memotong laju pertumbuhan produksi padi sekitar 10-20 persen di beberapa lokasi.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 9 Agustus 2010 berdasarkan laporan yang menganalisa data  selama enam tahun dari 227   sawah irigasi di enam negara  Asia yang pertumbuhan produksi padinya paling besar  (lebih dari 90 persen produksi beras dunia  berasal dari daerah-daerah ini).

Jarrod Welch, penulis utama laporan dan mahasiswa pascasarjana di bidang ekonomi di University of California, San Diego mengatakan bahwa peningkatan  suhu harian minimum atau suhu malam menjadi  lebih panas menyebabkan penurunan produksi beras hasil. Ini merupakan  studi pertama untuk menilai dampak baik suhu harian maksimum dan minimum terhadap produksi padi di sawah irigasi yang dikelola petani di daerah tropis dan subtropis di Asia. Petani diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi riil tersebut sehingga produksinya  mungkin berbeda dengan hasil yang biasa diperoleh .

Sekitar tiga miliar orang makan nasi setiap harinya.  Lebih dari 60 persen dari penduduk dunia atau  satu milyar orang yang tinggal di Asia tergantung pada beras sebagai makanan pokok dan hidup dalam kemiskinan serta kekurangan gizi. Sebuah penurunan produksi padi berarti lebih banyak orang akan tergelincir ke dalam jurang  kemiskinan dan kelaparan.

Jika kita tidak dapat mengubah metode produksi beras atau mengembangkan strain padi baru yang tahan terhadap suhu yang lebih tinggi maka akan ada kerugian dalam produksi beras selama beberapa dekade mendatang. Kondisi dunia akan semakin buruk seiring dengan peningkatan suhu lanjutan  pada pertengahan abad ini.

Bagaimana dengan Indonesia ? Silahkan melihat peta berikut ini:

koran-jakarta.com

Sumber : Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Penyusutan Lahan Sebagai Isu Utama (hagemman.wordpress.com)

One thought on “Peningkatan Suhu Mempengaruhi Penurunan Produksi Beras Di Asia

  1. solusi untuk peningkatan hasil panen padi adalah memakai pupuk organik BIO GRADE terbukti di wilayah tasikmalaya jawa barat meningkat 40% hubungi kami Norsiyanto hp 0812 8656 5517 atau 021 6872 6452 pin BB 2778c59f

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s