Mengungkap Otak Orang Introvert

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa otak ekstrovert lebih memperhatikan wajah manusia daripada introvert. Bahkan otak introvert sepertinya tidak dapat membedakan antara benda mati dan wajah manusia. Studi ini disajikan dalam sesi poster pada hari Jumat, 13 Agustus 2010 di Konvensi Tahunan  American Psychological Association ke 118.

Mungkin sebagian temuan  dapat menjelaskan mengapa ekstrovert lebih termotivasi untuk mencari dan mudah bergaul dengan sekelompok teman. Dibandingkan dengan orang yang mempunyai sifat  pemalu lebih suka bergaul dengan buku. Penelitian ini juga menambahkan ide lain bahwa perbedaan mendasar pada saraf otak manusia berkontribusi terhadap kepribadian mereka.

Inna Fishman and Rowena Ng place electrodes on the scalp of an individual with Williams syndrome (www.salk.edu/news)

Peneliti studi  Inna Fishman, dari Salk Institute for Biological Sciences di La Jolla, California mengatakan bahwa ini hanyalah  salah satu bukti untuk mendukung pernyataan bahwa kepribadian bukan hanya konsep psikologi. Ada beberapa landasan yang lebih luas bagi perilaku yang kita lihat  dan  berimplikasi pada dasar saraf untuk tipe kepribadian yang berbeda.

Ada banyak cara untuk menggambarkan karakter seseorang  mulai dari banyak bicara, sabar, pekerja keras dan terorganisir. Para psikolog telah menemukan dan mengelompokkan sifat-sifat manusia dalam lima kategori  secara umum yaitu ekstroversion (ekstroversi), neurotism (neurotisisme), agreeableness (ramah tamah), conscientiousness (kesadaran) dan openness (keterbukaan/ intelek).

Ekstroversi berkaitan dengan cara orang berinteraksi dengan orang lain. Ekstrovert suka berada di dekat orang lain dan secara umum menikmati situasi sosial. Sebaliknya dengan introvert. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang-orang yang terbuka cenderung lebih tegas, mengalami perasaan yang lebih positif dan mendapatkan lebih banyak dari imbal balik  pada umumnya.

Untuk mengetahui apakah ekstrovert lebih sensitif terhadap rangsangan khusus berkaitan dengan situasi sosial seperti wajah maka  Fishman dan rekan-rekannya melibatkan 28 peserta berusia 18-40 tahun. Kemudian  membaginya  dalam 3 jenis kepribadian  yaitu  tertutup,  agak terbuka, sangat ekstrover. Elektroda ditempatkan pada kulit kepala subyek untuk mencatat aktivitas listrik di otak mereka. Teknik ini dikenal sebagai electroencephalography (EEG).

Para peneliti mempelajari perubahan tertentu dalam aktivitas elektrik otak yang dikenal sebagai P300. Perubahan yang muncul sebagai defleksi pada EEG seseorang  yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas  tertentu atau oleh perubahan lingkungan seperti ketika ruangan dalam kondisi sangat tenang, tiba-tiba terdengar suara orang bersin dengan kerasnya. Reaksi otak ‘terjadi dalam waktu  300 milidetik, sebelum orang menyadari perubahan itu.

Untuk membangkitkan P300, Fishman menggunakan metode yang dikenal sebagai “oddball task” di mana subjek melihat serangkaian gambar yang sangat mirip seperti sekelompok mobil biru tetapi kemudian tiba-tiba sebuah gambar yang sedikit berbeda muncul seperti merah mobil.  Pada percobaan Fishman, subyek melihat serangkaian wajah laki-laki dan sesekali muncul wajah perempuan. Para subyek juga ditunjukkan gambar-gambar bunga ungu yang diselingi dengan gambar-gambar yang berwarna kuning.

Subyek  mencetak nilai tertinggi pada tes untuk ekstroversi dan respon P300 tertinggi  adalah wajah manusia. Dengan kata lain, ekstrovert lebih memperhatikan wajah manusia.  P300 dapat dilihat sebagai indikator dari perhatian manusia atau seberapa cepat otak mereka menyadari bahwa sesuatu telah berubah. Terlihat tidak adanya  hubungan antara nilai pada ektroversi dan respon  P300 terhadap  bunga.

Para introvert memiliki respon   P300 yang sama baik untuk wajah manusia dan bunga. Ini berarti introvert tidak menempatkan bobot lebih pada rangsangan sosial dibandingkan pada rangsangan yang lain (bunga sebagai salah satu contoh). Ini membuktikan bahwa otak para introvert mungkin tidak peduli terhadap orang. Mereka dapat dekat  atau meninggalkan orang yang sedang berbicara. Otak introvert  memperlakukan  interaksi yang sama baik terhadap  orang atau  benda-benda mati.

Hasil penelitian ini secara signifikan  menunjukkan bahwa wajah manusia atau sosok orang pada umumnya lebih penting dan lebih bermakna bagi ekstrovert.

2 thoughts on “Mengungkap Otak Orang Introvert

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s