Bismillahirohmannirrohim, Saya Batalkan Kepergian

Saya merasakan sekali adanya kegundahan dalam diri ibu. Beberapa hari ini terlihat uring-uringan. Saya menyadari adanya sesuatu yang mengganjal. Mulai dari bulan Mei sampai Agustus ini telah terjadi beberapa kali penundaan keberangkatan. Ada apakah gerangan yang terjadi ? Sepertinya Allah SWT ingin mengatakan sesuatu kepada saya tentang nilai kasih sayang, nilai tanggung jawab, nilai sebuah amanah dan nilai keimanan,

Saya teringat dengan kondisi pada saat Bapak masih hidup dulu. Beliau selalu mengingatkan dan berpesan kepada ibu, apabial suatu saat nanti beliau sudah tidak ada lagi di dunia maka segala keperluan ibu menjadi tanggung jawab saya. Walaupun anak ibu-bapak bukan hanya saya saja tetapi itu menjadi bentuk kepercayaan yang tinggi kepada saya.

Selama 4 tahun, saya selalu menemani ibu dalam kondisi suka dan duka. Ternyata setelah saya merenungkan semuanya, ada rasa tidak ikhlas dalam dir. Kebersamaan saya dengan ibu seperti menjadi beban berat yang harus diakhiri dengan cara meninggalkan ibu jauh-jauh. Semuanya atas nama materi. Padahal materi yang sebenarnya ada di ibu. Materi yang tidak ternilai harganya, yaitu restu seorang ibu. Bisa saja ibu tidak ingin menyinggung perasaan saya tapi jauh di lubuk hatinya berharap agar saya selalu menemani sampai saatnya tiba.

Ibu pernah mengatakan ” Makan atau tidak makan, kita kumpul. Apakah kamu tidak punya uang ? Juallah apa yang saya miliki ” Sungguh perkataan yang menusuk hati atau batin saya. Ternyata sungguh besar kasih sayang ibu kepada anaknya. Sementara saya hanya bisa mengeluh tentang mengapa harus saya bukannya saudara-saudara kandung yang lain ? Mungkin inilah jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT. Perjalanan hidup di dunia yang harus disyukuri dan bukan disesali.

Berat ? Memang berat dan sampai saat ini saya merasa gelap melihat kehidupan yang akan datang. Apalagi kalau ibu kembali lagi sakit. Tetapi semuanya harus dihadapi dengan optimis. Dan semuanya bukan hanya masalah uang tetapi masalah keyakinan diri kepada Allah SWTyang selalu mengabulkan doa anak yang soleh kepada orang tuanya terutama ibu, ibu dan ibu.

Suatu hari teman sempat terkejut ketika saya hanya makan seadanya. Saya mengatakan kalau saya melakukan ini hanya untuk ibu. Biarlah ibu makan makanan yang disukai dan enak. Saya masih bisa berpuasa asalkan ibu bisa makan.  Ingatkah ? Sewaktu kecil dulu, ibu rela tidak makan asalkan anaknya bisa makan. Segala-galanya dilakukan demi anak. Jadi suatu hal yang wajar kalau saya yang sudah dewasa dan berbadan sehat berbuat hal yang sama terhadap ibu yang usianya sudah uzur dan sakit-sakitan.

Terus terang saya tidak ingin mendapatkan pujian. Semua ini dilakukan atas nama Kasih Sayang. Kasih sayang anak kepada orang tuanya. Saya juga tidak mengharapkan dikatakan anak soleh , karena kesolehan seorang anak dilihat dari perbuatan sehari-harinyakepada orang tua. Masihkah kita merasa hebat ? merasa kaya ? merasa kuat ? merasa ilmu tinggi ? merasa mampu ? sehingga kita merendahkan, menghardik, meremehkan, mengecilkan, menggurui dan menyalahkan orang tua kita yang sudah uzur.

Maka itu, inilah saat yang tepat bagi saya untuk mengambil sikap. Saya akan mengurus, menjaga, menemani dan memenuhi amanah almarhum bapak agar ibu mempunyai rasa dicintai, disayangi dan dimiliki oleh anaknya. Bismillahirohmannirrohim, saya membatalkan kepergian saya ke negeri nun jauh di sana. Saya bangga menjadi anakmu. Dan lebaran tahun ini bukan hanya sekedar pesta lebaran tetapi melebarkan hati dan pikiran tentang makna KASIH SAYANG.

QS Al-Hasyir ayat 22 – 24

22 – هُوَ اللَّهُ الَّذي لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ عالِمُ الْغَيْبِ وَ الشَّهادَةِ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحيم
“Dialah Allah, Yang tiada tuhan selain Dia; Yang Maha Menge­tahui yang ghaib dan yang nyata. Dia adateh Maha Murah, Maha Penyayang.

23 – هُوَ اللَّهُ الَّذي لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُ

Dialah Allah, yang tiada Tuhan selain Dia !  Maha Raja ,Maha Suci, Maha Sejahtera,Yang Mengurniakan Keamanan , Maha Memelihara , Maha Perkasa, Maha Gagah , Yang Membesarkan Diri;Maha Sucilah Allah dari apa pun yang mereka persekutukan. “

24 – هُوَ اللَّهُ الْخالِقُ الْبارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْماءُ الْحُسْنى‏ يُسَبِّحُ لَهُ ما فِي السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ وَ هُوَ الْعَزيزُ الْحَكيمُ
“Dialah Allah, Maha Pencipta , Yang Mengadakan , Yang Membentuk rupa , BagiNyalah nama-nama yang baik. Bertasbih kepadaNya apa pun yang ada pada sekalian langit dan bumi , Dan Dia adalah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”


2 thoughts on “Bismillahirohmannirrohim, Saya Batalkan Kepergian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s