Delapan Prabu Siliwangi

dok.cech

Hari ini saya membuat status di FB yang berisikan tentang sosok-sosok Prabu Siliwangi. Lho kok kata sosok memberi kesan kalau Prabu Siliwangi bukan satu orang tetapi banyak orang. Sering kali saya menemui banyak orang yang mengaku-ngaku keturunan Prabu Siliwangi. Tetapi saat saya menanyakan siapa namanya dan dimana makamnya maka yang saya terima hanya jawaban kebingungan alias mutar-mutar tidak karuan. Bukan saya sombong atau lebih tahu tetapi ini penting agar orang-orang yang mengaku keturunan Prabu Siliwangi tersebut terbuka matanya dan mencari tahu siapa yang dimaksud dengan nenek moyangnya (karuhun bahasa sundanya) tersebut. Bukan katanya atau mengaku-ngaku tanpa pernah membuktikan dan menyatakan dengan cara menziarahi karuhun yang dimaksud dengan Prabu Siliwangi tersebut.

Memang banyak literatur yang telah mengupas sosok Prabu Siliwangi tetapi kebanyakan penulisnya berasal dari negeri Belanda dan menulis hanya untuk kepentingan Belanda saat itu. Perlu diketahui Siliwangi itu adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang dianggap telah menguasai arti Silih Asuh, Silih Asih dan Silih Wawangi dalam laku lampahnya sehari-hari. Karenanya itu orang tersebut pantas mendapatkan gelar Prabu Siliwangi.

Perlu diketahui sekian lama saya banyak berkecimpung dengan budaya Sunda dan kebanyakan orang Sunda akan merasa kaget setelah mengetahui asal usul saya. Bapak saya keturunan Jawa dan Ibu Keturunan Sumatera. Jadi jelas sekali sangatlah mengagetkan bagi mereka yang merasa orang Sunda atau merasa keturunan Sunda pada saat mendengar saya bercerita tentang perjalanan ziarah karuhun mereka dan hafal nama-nama karuhun mereka. Tetapi satu hal masih banyak informasi tentang kesundaan yang belum diketahu karena keterbatasan bahasa Sunda yang saya miliki.

Kembali ke masalah Siliwangi, Uyut saya pernah mengatakan kalau gelar itu hanyalah mainan alias boneka-bonekaan agar orang Sunda menyadari betapa luhurnya nilai adat istiadat dan budaya Sunda yang melekat dengan nama Siliwangi tersebut. Atas seijin para orang tua, sepuh dan Uyut yang saya hormati maka dengan ini saya ingin menjelaskan tentang sosok Siliwangi ini. Siliwangi identik dengan gelar Hamengkubuwono (Sultan Ngayogyakarto Hadiningrat) yang jumlahnya ada 10 orang. Kalau Prabu Siliwangi berjumlah 8 orang. 8 bagi orang Sunda adalah angka tertinggi (kesempurnaan) dan mengandung makna dalam karena berkaitan dengan alam semesta.

Sebenarnya siapa saja 8 orang yang mempunyai gelar Prabu Siliwangi tersebut :

1. Prabu Tajimalela (Petilasannya ada di banyak tempat, salah satunya ada di Gunung Masigit, Cibubut Sumedang).

2. Prabu Lembu Agung (Petilasannya juga banyak tetapi yang terkenal ada di Makam Agung Desa Cipaku Sumedang).

3. Prabu Batara Anggara (Petilasannya juga banyak tetapi yang terkenal ada di Gunung Salak Bogor).

4. Prabu Tarumanagara atau terkenal dengan nama Sri Baduga Maharaja ( Petilasannya yang terkenal ada di Prasasti Batu Tulis Bogor).

5. Prabu Walang Sungsang Cakra Buana ( Petilasannya ada di daerah Turusmi, Cirebon).

6. Prabu Munding Wangi ( Kalau Prabu Munding Wangi dianggap Ngahyang alias tidak jelas dimana petilasan ata makamnya tetapi banyak yang menduga berada di Sancang 21 perbatasan Garut-Tasikmalaya).

7. Prabu Kian Santang (Sama seperti Prabu Munding Wangi yaitu menghilang alais tidak jelas makamnya tetapi banyak orang yang menziarahi ke Godog Suci Cibiuk Garut).

8. Prabu Geusan Ulun ( Raja Sumedang Larang sebagai penutup atau sengaja dihilangkan kerajaan Galeuh Pakuan Pajajaran dan makamnya ada di Makam-makam Raja Sumedang di Kota Sumedang).

Mudah-mudahan dengan penjelasan ini membuat orang Sunda atau merasa keturunan Sunda mulai menyadari akan jati dirin ya sebagai orang Sunda dan bukan hanya sekedar mengaku-ngaku. Ada satu hal yang perlu saya ingatkan bahwa banyak sekali orang Sunda yang membangga-banggakan barang-barang pusaka milik karuhun seperti kujang, kilab bahu, mahkota, dan lain-lain tetapi hanya sebatas bangga dan tidak pernah mau mencari tahu siapakah yang membuat barang-barang pustaka tersebut. Atau mencari tahu dimanakah makam-makam karuhun yang membuat barang-barang pusaka tersebut. Ziarahilah makam-makam mereka karena dari merekalah orang Sunda berasal dan jangan gampang mencap musyrik karena orang yang mengatakan musyrik tersebut justru yang tidak mengerti tentang jati dirinya. Jangan sampai kalian orang Sunda malah dikaitkan dengan istilah Dasar Sundel karena Sunda itu bisa berarti Susunan Dasar yang berlandaskan Pajajaran (sama ajarannya yaitu ketauhidan) dan bukan Pejajaran. Saya saja bukan orang Sunda tertarik terhadap budaya Sunda, masak orang Sunda sendiri tidak mau sama sekali tertarik dengan ajaran Sunda. Apa kata dunia ? Dari batukah asal kalian ?

104 pemikiran pada “Delapan Prabu Siliwangi

  1. manthab lah…. padahal beberapa hari yang lalu saya abis dr cirebon, dan tarikan ke pangeran walangsungsang sangat kencang, tetapi ada kabar yg mengatakan bahwa petilasan pangeran walangsungsang dilarang untuk wanita… benarkah itu mas ? dan mengapa ?

    terima kasih

  2. Assalamu’alakum WR.WB… mohon maaf saya ingin tanya, atas dasar apa/ dari mana anda bisa berpendapat bahwa nama2 ke 8 (delapan) orang tersebut di atas bergelar PRABU SILIWANGI juga, wassalam…

      • Tuliasn ini sangat superficaial,dengan metodologi ambuaradul,membuat kesimpulan ngaco,banyak sumber seqjarah pajajaran baik itaaaaua berupa aparasasti,lontar,guguritann,yanng ahirnyamenyimpulkan bahwa yang mendapat gelar siliwangi hanya dua yaitu sri baduga,dan sauarawisesa yang membuat prasasti batu tulis(isinya m3mbuat peringatan kiprah ayahnya ).juga gelar prabu 2angi untuk parabu lingga buana ynng gugur di bubat (diituliskan dalam lontar geguritan sundayana)trsimpan di arsip negara di koropak 406, jadi kalau bercerita ttg sejarah ,jangan asbun

  3. saya sangat menghargai pendapat saudara, apakah anda tahu pada nama Pangeran Walangsungsang/ Pangeran Cakrabuana dan Prabu Kian Santang adalah orang yang sama?! dan saya tidak menemukan dari ke 8 (delapan) orang tersebut dengan nama Ratu Jayadewata, terima kasih

  4. owh… mohon maaf, saya pribadi tidak ahli seperti anda dalam membuat suatu tulisan, saya lebih suka membaca/ mencari sejarah, khusus’a KERAJAAN – KERAJAAN di NUSANTARA yang fakta’a benar2 ada, jadi sekali lagi saya mohon maaf, sukses buat anda, sampai jumpa dilain waktu, wassalamu’alaikum wr.wb

    • sy sebagai orang sunda sangat bangga dan menghargai pak. rudy dapat menulis dan memberitahukan sejarah tentang 8 Prabu silih wangi..karena apa yg diceritakan semua nyata fakta sampai ke situs2nya dapat anda lihat. dan saya hanya mengingatkan dan meluruskan untuk orang sunda pada khususnya, cerita sejarah dari pak Rudy patut dihargai, meskipun dia bukan orang sunda tapi saya bangga dia dapat menulis berdasarkan bukti yg ada di Museum prabu geusan ulun. Sumedang. hatur nuhun pak.Rudy …

  5. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

    salam kenal mas rud..
    sy senang dengan informasi yg anda berikan mengenai sejarah kerajaan khususnya padjajaran..
    mungkin kerajaan2 sunda yang pernah berdiri tidak terlalu banyak meninggalkan bukti2 yang jelas.. berupa peninggalan bangunan, artefak atau yg lainnya.. yg menjadikan kita sebagai orang sunda, seperti tidak memiliki latar belakang sejarah yg pasti..

    memang betul apa yg dikatakan oleh mas rud “bahwa siliwangi adalah sebuah gelar” tapi harus kita ketahui gelar atau tahta itu amanah yang sangat agung dan penuh dengan makna bukan seperti yg anda katakan..

    “kalau gelar itu hanyalah mainan alias boneka-bonekaan” kita perlu tau.. dan tidaklah mudah bagi seseorang untuk mendapatkan gelar atau tahta.. jangankan bagi orang biasa.. bagi turunan raja/ bangsawan pun sangatlah sulit.. dan harus mengalami proses dan peristiwa terlebih dahulu..

    anda sendiri yang mengatakan

    “Perlu diketahui Siliwangi itu adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang dianggap telah menguasai arti Silih Asuh, Silih Asih dan Silih Wawangi dalam laku lampahnya sehari-hari. Karenanya itu orang tersebut pantas mendapatkan gelar Prabu Siliwangi…” :) bukan seperti itu mas.

    perlu anda ketahui, sebuah tahta atau gelar itu adalah sebuah amanat yang agung ..

    Al-Qur’an dalam surat An-Nisa ayat 58 mengingatkan

    “Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yg layak menerimanya. Apabila kamu mengadili diantara manusia bertindaklah dgn adil Sungguh Allah mengajar kamu dgn sebaik-baiknya krn Allah Maha Mendengar Maha Melihat”

    Karena itu adlah menjadi kewajiban seseorang yang telah di berikan gelar dan tahta utk memelihara suatu amanat yg telah diamanatkan.. dgn cara sebaik-baiknya..

    Dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7 disebutkan

    Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan “Jika kamu bersyukur Aku akan memberi tambahan kepadamu; tetapi jika kamu tidak bersyukur sungguh adzab-Ku dasyat sekali”

    Maksud ayat diatas memerintahkan manusia agar pandai mensyukuri ni’mat Allah; Artinya mensyukuri ni’mat disini bukan hanya mengucapkan lafadh ‘alhamdulillah‘ seperti biasa diucapkan.. tapi harus menggunakan ni’mat itu sesuai perintah-Nya.
    karna gelar atau tahta adalah amanat, anugrah dan nikmat Allah swt.. yang harus digunakan utk meningkatkan kesejahteraan hidup suatu bangsa atau kerajaan baik spirritual maupun material..

    coba anda kaitkan dengan wejangan kisah prabu munding wangi.. sebelum beliau ngahyang atau menghilang..

    Point nya GELAR adalah suatu anugrah yang harus dijaga dan kita hormati sebagaimestinya..

    dan menurut saya… apa yg sudah mas jelaskan tentang 8 orang yang memiliki gelar prabu siliwangi itu adalah SALAH BESAR..
    karna kita tidak tahu secara pasti ada berapa dan siapa saja yg mendapatkan gelar itu..
    bisa saja lebih atau kurang dari 8.. hanya Allah yang tau..
    karna setiap sejarah dan kisah itu tidak akan pernah kita ketahui fakta dan keasliannya secara akurat.. :)

    jujur saya sangat senang dengan informasi yang ada berikan mas rud..
    BRAVO.!
    Oh yaa. mas ruuud.. mas’kan “keturunan Jawa dan Keturunan Sumatera.” pasti mas lebih mengetahui tentang sejarah kerajaan yg pernah berdiri di daerah jawa tengah dan timur.. coba mas rud cari tau dari mana cikal-bakal raja-raja yg pernah berkuasa di tanah jawa..

    saya tunggu info selanjutnya.. :) salam Nusantara..

    wasallamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

  6. sip truskan perjuangan unuk mencari tau betapa hebatnya orang sunda yg tenang dan teguh dalam pendiriannya dan semoga ada orang sunda yg bisa mimpin negri ini

  7. Nice article A.. Salam kenal sebelumnya walaupun di dunia maya.. Jadi episode yang sekarang ceritanya Aa Gentong asalnya dari Majapahit dan Sriwijaya tapi tetap aja Sundanese.. hehehe
    Mudah2an kita bisa bertukar pengalaman A dan dipertemukan, kebetulan saya di Kalimantan..
    Salam untuk Kakek Buyut semoga berhasil menempa dan menjaga Aa kelak bisa menuliskan/menjaga sejarah “Prabu Agung” di waktu yang akan datang… Insya Alloh
    “Kalimantan untuk Sunda untuk Indonesia”

  8. assalamualaikum..sampurasuuun… mas rudd… titip salam hormat sungkem untuk uyut dari saya anak “Mama” terima kasih… hatur nuhun mas rudd…

  9. inalillahi……. “mama” juga sudah pergi pak rudd… tahun 2003 lalu, wah mas rudd niat saya mau silaturahmi ke uyut sudah kira2 setahun lebih yg lalu, ternyata beliau sudah gak ada ya? mungkin mas rudd suatu saat bisa ada kesempatan saya ketemu atau bincang lewat telepon? hatur nuhun mas….

  10. saya terkesan dgn cerita sejarah sunda yg pak rudy tulis, yg mana bisa di baca oleh seluruh masyarakat jawa barat khususnya, dan dapat mengetahui asal usul dari mereka yg merasa menjadi keturunan dari karuhunnya. dan saya tambahkan untuk meyakinkan cerita dari pak. Rudy. bisa langsung datang ke museum Pangeran Geusan Ulun di Sumedang. hatur nuhun …

  11. Salam,
    sepertinya perlu benar2 ilmiah-objektif bpk ruddaby mebuat artikel tentang Siliwangi, pendapat sy tidak cukup bpk hanya mengandalkan referensi dr uyut dan dialog sesepuh sunda yg seolah2 mengklaim cerita itu sudah benar, setidaknya memerlukan analisa yg lebih mendalam dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. perlu klarifikasi apakah uyut bpk benar2 tahu persis atau khawatir dia juga hanya berdasarkan cerita2 dr pihak lain lagi, perlu studi berdasarkn bukti-bukti yg saling menguatkan jgn hanya pada 1 museum/lokasi/makam/cerita/narasumber yang hasilnya diuji secara ilmiah pula sehingga klaim kebenaran bukan secara subjektif penulis melainkan objektif menyeluruh.
    namun sy berterim kasih setidaknya tulisan di blog ini menjadi khasanah kekayaan pendapat tentang Siliwangi, yg kedepanya perlu saling melengkapi, saling membri fakta kebenaran, dan saling menyempurnakan shg menghasilkan satu cerita Siliwangi yang mendekati kebenaran

    trima kasih banyak,

    Bagja

    • terima kasih atas tanggapannya, saya berharap kita dapat bersama2 menggali kembali sejarah karuhun secara valid dan ajeg. Mungkin pak Bagja dapat menambahkan atau menuliskan sejarah yang Bapak ketahui. Hatur nuhun.

  12. sebetulnya ada yang tidak tahu bahwa keturunan asli dari pajajaran bisa dilihat pada anggota badannya kalau memang asli , yaitu di alis matanya dan kuku nya itu yang saya ketahui juga cirinya enggak boleh dibilang ke umum sebab ditakutkan ada yang ngaku-ngaku atau dibuat- buat karena saya masih keturunan pajajaran itu juga kata leluhur…sih……terima kasih

  13. asslmkm……

    Sebelumnya sy minta maaf klo kurang sopan, sy tertarik dengan perbincangan kang Chech dan Kang Raden Barnas Wijayakusuma ttg Eyang Prabu Siliwangi dan Keturunan Pajajaran, barangkali belum ketemu juga atau mungkin masih penasaran, mungkin Kang Chech atau Kang Barnas bisa mencari atau meminta bantuan untuk mengetahui persoalan yg dibicarakan dg mendatangi seorang bapak tua sederhana yang bernama Bpk Ibrahim atau orang sekitar rumahnya menyebut Bpk Iyon yg tinggal di Kp Pesing Garden, di (pintu perlintasan kereta api) Rt 15 Rw 02 No 60, Kelurahan Kedoya Utara,Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (bs masukl lewat perahu eretan di seberang jembatan flyover pesing), kebetulan beliau dianugerahi Tuhan kelebihan yakni salah satu pemegang ilmu Eyang Prabu siliwangi, melalui perantaraan Eyang Patik Jagalawang, salah satu putra Eyang Prabu siliwangi yang bergelar Pangeran Langlang Buana….disitu bs anda tanyakan langsung kpd Bpk Iyon atau bs jg dg memanggil Eyang Patik Jagalawang secara langsung atau bs jg dg Eyang Prabu Siliwangim langsung, terserah anda, sebelumnya sy minta maaf bukannya mau promosi, cm ingin sekedar sharing aj barangkali bermanfaat……(perlu diketahui Eyang Patik Jagalawang ini bs mencipta menjadi 10 orang, semuanya ada di P Jawa, dg nama yg beda bedasepanjang jaman)…,sekali lg sy minta maaf……trims wasslm,

  14. sebelumnya saya mohon maap tetapi jika anda mengetahui bahwa prabu siliwangi pernah mengeluarkan wasiat dan ucapan yang salah satunya jika anda membutuhkan maka saya akan datang namun tidak kelihatan, itu juga hanya untuk orang yang berakhlak mulia baru saya akan datang tetapi hanya ciri dengan wanginya yang semerbak bahwa saya sudah datang jadi kalau melihat pernyataan di atas yang mengetahui a atau b asli enggaknya hanya turunan prabu siliwangi dan turunan padjajaran yang mengetahui sebab turunan asli mempunyai kunci baik untuk keilmuannya ataupun lainnya…terima kasih

  15. yang paling penting untuk semua pembaca kerajaan padjadjaran bukan untuk di cari tapi suatu hari akan mengeluarkan ciri padjajaran begitu juga tentang prabu siliwangi bila saatnya tiba akan terlihat

  16. ini adalah salah satu saduran dari wasiat terakhir prabu siliwangi silahkan ke mana arahnya saya utarakan saya kasih tahu salah satu kunci diisi wasit yang mengemukakan kerbau bule adalah artinya penjajah bangsa luar dan monyet sertalainnya silahkan prediksi menurut para pembaca

    WANGSIT TERAKHIR PRABU SILIWANGI

    Prabu Siliwangi berpesan pada warga Pajajaran yang ikut mundur pada waktu beliau sebelum menghilang :
    “Perjalanan kita hanya sampai disini hari ini, walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan lapar. Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Pilih! aku tidak akan melarang, sebab untukku, tidak pantas jadi raja yang rakyatnya lapar dan miskin.”
    Dengarkan! Yang ingin tetap ikut denganku, cepat memisahkan diri ke selatan! Yang ingin kembali lagi ke kota yang ditinggalkan, cepat memisahkan diri ke utara! Yang ingin berbakti kepada raja yang sedang berkuasa, cepat memisahkan diri ke timur! Yang tidak ingin ikut siapa-siapa, cepat memisahkan diri ke barat!
    Dengarkan! Kalian yang di timur harus tahu: Kekuasaan akan turut dengan kalian! dan keturunan kalian nanti yang akan memerintah saudara kalian dan orang lain. Tapi kalian harus ingat, nanti mereka akan memerintah dengan semena-mena. Akan ada pembalasan untuk semua itu. Silahkan pergi!
    Kalian yang di sebelah barat! Carilah oleh kalian Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan mengingatkan saudara kalian dan orang lain. Ke saudara sedaerah, ke saudara yang datang sependirian dan semua yang baik hatinya. Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné. Jangan sampai berlebihan, sebab nanti telaga akan banjir! Silahkan pergi! Ingat! Jangan menoleh kebelakang!
    Kalian yang di sebelah utara! Dengarkan! Kota takkan pernah kalian datangi, yang kalian temui hanya padang yang perlu diolah. Keturunan kalian, kebanyakan akan menjadi rakyat biasa. Adapun yang menjadi penguasa tetap tidak mempunyai kekuasaan. Suatu hari nanti akan kedatangan tamu, banyak tamu dari jauh, tapi tamu yang menyusahkan. Waspadalah!
    Semua keturunan kalian akan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang bagus perangainya. Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya, mereka yang mengerti dan satu tujuan, yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian. Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa diteemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara.
    Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.
    Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita, akan berkuasa hanya untuk sementara waktu. Tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. Nah di situlah, sebuah nagara akan pecah, pecah oleh kerbau bule, yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. semenjak itu, raja-raja dibelenggu. Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan.
    Semenjak itu, pekerjaan dikuasai monyet. Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar, tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya, banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu, bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin, tapi pemimpin yang salah arah!
    Yang memerintah bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur. Negara pecahan diserbu monyet! Keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab ternyata, pasar habis oleh penyakit, sawah habis oleh penyakit, tempat padi habis oleh penyakit, kebun habis oleh penyakit, perempuan hamil oleh penyakit. Semuanya diserbu oleh penyakit. Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. Semua alat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. Yang mengerjakannya masih bangsa sendiri. Banyak yang mati kelaparan. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi.
    Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh, burung menetaskan telur. Riuh seluruh bumi! Sementara di sini? Ramai oleh perang, saling menindas antar sesama. Penyakit bermunculan di sana-sini. Lalu keturunan kita mengamuk. Mengamuk tanpa aturan. Banyak yang mati tanpa dosa, jelas-jelas musuh dijadikan teman, yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. Mendadak banyak pemimpin dengan caranya sendiri. Yang bingung semakin bingung. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa. Yang mengamuk tambah berkuasa, mengamuk tanpa pandang bulu. Yang Putih dihancurkan, yang Hitam diusir. Kepulauan ini semakin kacau, sebab banyak yang mengamuk, tidak beda dengan tawon, hanya karena dirusak sarangnya. seluruh nusa dihancurkan dan dikejar. Tetapi…ada yang menghentikan, yang menghentikan adalah orang sebrang.
    Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Tapi memang keturunan penguasa dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. Karena jelas keturunan penguasa, penguasa baru susah dianiaya! Semenjak itu berganti lagi jaman. Ganti jaman ganti cerita! Kapan? Tidak lama, setelah bulan muncul di siang hari, disusul oleh lewatnya komet yang terang benderang. Di bekas negara kita, berdiri lagi sebuah negara. Negara di dalam negara dan pemimpinnya bukan keturunan Pajajaran.
    Lalu akan ada penguasa, tapi penguasa yang mendirikan benteng yang tidak boleh dibuka, yang mendirikan pintu yang tidak boleh ditutup, membuat pancuran ditengah jalan, memelihara elang dipohon beringin. Memang penguasa buta! Bukan buta pemaksa, tetapi buta tidak melihat, segala penyakit dan penderitaan, penjahat juga pencuri menggerogoti rakyat yang sudah susah. Sekalinya ada yang berani mengingatkan, yang diburu bukanlah penderitaan itu semua tetapi orang yang mengingatkannya. Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. memerintah sambil menyembah berhala. Lalu anak-anak muda salah pergaulan, aturan hanya menjadi bahan omongan, karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Wajar saja bila kolam semuanya mengering, pertanian semuanya puso, bulir padi banyak yang diselewengkan, sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong, semua diberangus janji-janji belaka, terlalu banyak orang pintar, tapi pintar kebelinger.
    Pada saat itu datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. Membangunkan semua yang salah arah, mengingatkan pada yang lupa, tapi tidak dianggap. Karena pintar kebelinger, maunya menang sendiri. Mereka tidak sadar, langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian. Alih-alih dianggap, pemuda berjanggut ditangkap dimasukan kepenjara. Lalu mereka mengacak-ngacak tanah orang lain, beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan.
    Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. Sebab takut ketahuan, bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. Penguasa yang buta, semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule, mereka tidak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan.
    Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama, tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mukjizat datang untuk mereka. Penguasa itu akan menjadi tumbal, tumbal untuk perbuatannya sendiri, kapan waktunya? Nanti, saat munculnya anak gembala! di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang sadar pada diam, mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa.
    Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong, sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!
    Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati.
    Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala.
    Silahkan pergi, ingat jangan menoleh kebelakan

  17. ini salah satu contoh misalkan kita punya anak laki – laki agar selalu disayangi kita kasih nama misalkan kita kasih nama rohman yang artinya semoga anak kita selalu disayang dan diberi rohmat oleh alloh swt…..begitu juga dengan nama siliwangi yang memiliki arti….menurut pembaca siliwangi itu gelar atau nama seseorang…..?

  18. walangsung atw cakrabuana adalah bukan kiansantang…..
    kiansantang bukan putera sribaduga,
    dan sribaduga bukan prabu tarumanagara,peuuuuuun

  19. sampurasun..
    yang sy tau hasil ubral obrol dari sesepuh ahli dan pengurus tmpat jiarah,mw pun ziarah batiniyah..
    walangsungsang atw cakrabuana adalah bukan kiansantang…
    tarumamagara pun bukan sribaduga, dan kiansantang pun bukan putra sribaduga,
    tapi kalo gagak lumayung baru benar kiansantang..
    hatur nuhun

    • Assalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokah,
      Sampurasun Dulur ;-)
      Raden Kiansantang adalah julukan,bukanlah nama.
      Benar adanya raden kiansantang itu anak dari sri baduga ratu haji di padjajaran.

      nama asli dari raden kiansantang adalah GAGAK LUMAYUNG,
      beliau di juluki nama KI ANSANTANG karena pada usia 14 tahun beliau berhasil mengusir Kerajaan Cina dari DINASTY TANG yang masuk kewilayah padjajaran,dan salah satu petinggi dinasty tersebut menjuluki karuhun kita ini dengan sebutan KI AN SAN TANG alias SI PENAKLUK TANG.

      Sesepuh kita memiliki banyak nama,seperti RAJA PANJALU SITU LENGKONG beliau sebenarnya adalah raden kian santang alias gagak lumayung. hanya berbeda nama.
      (Banyak nama 1 Raga).

      Karena pada jaman itu setiap para sesepuh Berpindah Tempat,berganti Pula nama beliau,
      Disesuaikan dengan keadaan lingkungan barunya. (Jangan bertanya alasannya kepada saya tentang ini) jika ingin bertanya,bertanyalah langsung kepada zat nya.
      wallahu’alam.

      atau coba anda datangi Uwa Idu disumedang larang,mungkin beliau in’sha Alloh bisa membantu agar bicara langsung dengan “Zat” nya.

      Hatur Nuhun ah Lur,
      Silih Asih Silih Asah Silih Asuh Silih Wangi..
      Salam Mewangi Parahiangan. Wassallam ;-)

  20. assalamu’alaikum,,, hatur nuhun ka sadaya dulur dulur kanu tos ”silih wasiatan”ka papada sasamana, mugia sing janten ibroh piken kasolehan urang sadaya, abdi nyondong hadiah piken aranjen dulur dulur kami, pek gera pareusek surat wal ashri. hatur nuhun ka sadaya abdi abdi na allah. assalamu’alaikum.

  21. assalamu`alaikum Wr Wb
    Leres pisan obrolan pa ayi…….
    Obrolan di comentar ieu ngan saukur silih pepeling …. ulah ngarasa caritana paling bener…sabab urangmah teu ngalaman ngan saukur beja jeung beja.
    tapi sadayana oge leres….ngadasarkeun kana pamaksadannana…..anu paling penting dina obrolan ieu…tiap karuhun…tiap leluhur ngagaduhan carita jalan kahirupan masing – masing. di ibaratkeun lamun urang nitip duit misalkeun sarebu pasti balik deui sarebu tapi lamun urang nitip ucapan belum tentu balikna sarua……..
    tah upami hoyong terang kana siliwangi …padjadjaran…..taros kana anu ngagaduhan konci aslina kumargi sok diturunkeun ka ahli warisna dina perkara naon wae….
    atuh anu di obrolkeun 8 gelar siliwangi leres upami ninggal kana hartina…
    kumargi hiji anu kedah hapal makin urang deukeut ejeung anu nyiptakeun urang sadaya makin sieun hirup di dunia hayangna teh nyepi indit ka gunung…embung dipanggihan kubatur oge kecuali hoyong silahturahmi eta oge ngundang urang kana ilapat

    wassalam

  22. lamun di jentrekeun sabenerna berita atawa wacana teh saenyana enyana arah namah kadinya – kadinya keneh mung can aya anu pas….lamun dijentrekeun atuh hubunganna jeung iman masing – masing lamun di jentrekeun…lamun aya tafsiran berdasarkeun mata bathin atuh aya salahna sabab jelemamah sok aya panyakit hate anu nempel..atuh mun berdasarkeun carita nya atuh kadang di tambahan…kadang heunteu. engke lamun geus waktuna bakal kabuka….jawabanna teh geura o.h..oh….jadi eta…tungtungna mah oh…… kumargi kitu mun sakedar nambah pengetahuan pek wae siar kabarna ngan eta mah sakedar nyaho…tapi lamun urang hayang bener – bener hoyong terang kana saha prabu siliwangi …di mana kerajaan padjadjaran teh….eta urang kudu dibarengan jeung elmuna. nyaeta iman heula ka gusti alloh nembe lamun dicaritakeun bakal ngarti…tapi mun heunteu dibarengan ku iman…pasti wae aya perbedaan jadi taroskeun ka jalma anu hapal elmuna jeung sejarahna mun leuwih alus ka turunannana….sabab upami naros ka sesepuh sunda seueur pisan tapi seueur anu teu ngalaman kajadian eta tapi lamun katurunannana sok aya pembukana sabab kadang karuhun atawa leluhur osok ngalongok kanu jadi incuna….eta mah sakeudar wacana pikeun anu maca ieu kisah.

  23. Setahu saya dari Buku Babad Kediri, pendiri kerajaan Galuh adalah prabu Banjaransari keturunan prabu Jayabaya Kediri. Selengkapnya baca Babad Kediri versi Pak Sondong karena waktu itu di beberkan Ki Butalocaya patih kerajaan Kediri yg “manuksma” melalui raga Pak Sondong atas permintaan Ki Dermakandha, perintah dari Mas Ngabehi Purbawijaya. Di tulis oleh R.M Ngabehi Mangoen Widjoyo di Wonogiri..( Sujadi Jawa, tinggal dan mohon ijin berkeluarga di Tatar Sunda )

  24. Assalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokah,
    Sampurasun Dulur ;-)
    Raden Kiansantang adalah julukan,bukanlah nama.
    Benar adanya raden kiansantang itu anak dari sri baduga ratu haji di padjajaran.

    nama asli dari raden kiansantang adalah GAGAK LUMAYUNG,
    beliau di juluki nama KI ANSANTANG karena pada usia 14 tahun beliau berhasil mengusir Kerajaan Cina dari DINASTY TANG yang masuk kewilayah padjajaran,dan salah satu petinggi dinasty tersebut menjuluki karuhun kita ini dengan sebutan KI AN SAN TANG alias SI PENAKLUK TANG.

    Sesepuh kita memiliki banyak nama,seperti RAJA PANJALU SITU LENGKONG beliau sebenarnya adalah raden kian santang alias gagak lumayung. hanya berbeda nama.
    (Banyak nama 1 Raga).

    Karena pada jaman itu setiap para sesepuh Berpindah Tempat,berganti Pula nama beliau,
    Disesuaikan dengan keadaan lingkungan barunya. (Jangan bertanya alasannya kepada saya tentang ini) jika ingin bertanya,bertanyalah langsung kepada zat nya.
    wallahu’alam.

    Hatur Nuhun ah Lur,
    Silih Asih Silih Asah Silih Asuh Silih Wangi..
    Salam Mewangi Parahiangan. Wassallam ;-)

  25. seminarkeun geura ulah ngan saukur aku akuan, jigana memang dihaja ciri ciri ayana kerajaan di urang mah dileungitkeun ku oknum oknum ti baheula , sieun kabongkar sagalana < komo ujug ujug datang anu sagala apal bari teu ngalaman cenah ceuk pangalaman bathinlah ceuy uyutlah ceuk akulah ……… insyaallah ke oge ka buka sagalana tinggal nunggu waktu , ayeuna patok patok geus ka buka tunggul tunggul geus maruncul ………………… sadarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

    • Assalamualaikum..
      namina oge jalmi,da mung Alloh anu sampurna sareung anu uninga.
      upami aya perbedaan sa’alit-alit mah wajar,salami perbedaan eta teu ngubur,teu ngarang-ngarang atanapi teu ngaruksak kana darajat kasepuhan urang sunda sereung teu pidosaeun kana agama.

      upami disebatkeun ceunah seueur oknum,!! Leureus kumargi kitu kunaon padjajaran di halimunkeun,kumargi atos kahontal ku karuhun mah naon anu bakal kajanteunan ka katurunanana upami ieu padjajaran di dohirkeun.

      mung ari anu disebat oknum mah,nya eta jalmi anu ngaruksak demi kapentingan (anjeuna). benteun sareng dulur-dulur anu komen didieu,eta teu ka’asup oknum,da kabeh paniatanna mah sarua” keneh kana ka alusan. Upami hoyong langsung sahih ieu sajarah,asa moal kahontal ku urang,salami urang teu tiasa narima perbedaan,salami urang teu tiasa saling ngahargaan,salami urang teu tiasa ngahiji.

      intina sadaya parawargi anu aya di dieu paniatana mah sae.
      in’sha Alloh..wilujeung sholat subuh.
      Salam Rahayu !

  26. ti dasar heula
    sunda sanes nami ras atwa suku…sunda nami agama pertama di dunia
    su artinya abadi /sejati
    na artinya api
    da artinya besar/agung
    sunda= api abadi yang agung = matahari
    yang mana dahulu adalah lambang dari hyang maha kuasa yg ada di langit
    sunda=maha cahaya=shang hyang tunggal

    itu sebabnya DAERAH di jawabaraT PAKE NAMA CI=CAHAYA
    PARAHYANG=TEMPAT LELUHUR MATAHARI
    PA=TEMPAT
    RA=MATAHARI
    HYANG=MOYANG/LELUHUR

    BERSAMBUNG

  27. Infonya bagus sebagai pemantik untuk mencari dan mencari jawaban dan menggali sejarah tentunya dengan ilmu heuristik bisa juga historiografi dan bukti-bukti peninggalan yang sah dan asli ,menulis sejarah tidaklah mudah karena tak boleh interprestasi tanpa sumber dan dasar yang ilmiah

  28. assalamualaikum.
    sampurasun..dulur2 sarerea..
    prabu siliwangi yg nama asli’y pamanah rasa/sari.yg masih keturunan /anak cucu sang hyang nur cahya…bnyak sekali penyelisihan dalam mengungkap sejarah siliwangi.siliwangi memang julukan.karna pamanah rasa.sesuai bila di beri julukan siliwangi.sili asuh sili asih sili asah sili wangi.wangi seungit ngarana.
    terima kasih untuk mas ruddy atas ke cintaan anda untuk sunda..namun maaf kata2 anda di atas tolong anda tengok lagi.apa msih ada yg kurang.apa masih ada yg salah.ap masih yg mnyinggung.itu tlong d perhatikan.
    karna kita blum tau psti tentang smuanya..

    prabu siliwangi mempunyai 3 orang anak dari istrinya yg bernama subang larang.

    1 walang sungsang/pangeran cakra buana/biasa d sebut bah kuwu cirebon
    2 nyimas lara santang yg d gnti namanya setelah menikah jd syarifah muda’im
    3 gagak lumayung yg di sebut raden kian santang./sunan rohmat suci

    dan mempunyai anak 1 dari nyimas kentring manik.
    rden surawisesa.tahta kerajaan benar jatuh kepada beliaw.namun pas masa ke pemimpinannya mngalami penurunan.lalu di ambil kembali tahta oleh prabu sili wangi.

    dan kerajaan menghilang.

    karna waktu itu sunan gunung jati/syeh syarif hidayatulloh putra dari nyimas lara santang/syarifah muda’im menyarang padjajaran dengan alasan ingin mengislamkan.dan prabu siliwangi menghilangkan istananya dan dirinya pun menghilang.karna dia tidak ingin melawan cucunya sendiri..

    islamnya pamanah rasa/prabu siliwangi.dan kembali lagi ke agamanya semula

    pamanah rasa/prabu siliwangi pernah masuk islam ketika beliau ingin menikahi nyi subang larang putri ki gedeng tapa/syeh bandar cirebon.namun waktu itu nyi subang larang selagi mesantren di tempat syeh Quro/syeh hasanuddin di kerawang.pamanah rasa/prabu siliwangi di minta untuk islam.waktu itu beliau masuk islam.
    namun setelah meninggal nyi subang larang beliau kembali lagi kepada agamanya semula,
    untuk informasi lebih lanjut kunjungi hj isyak sukabumi berusia 147thn/bsa datang ke keraton cirebon.insya allah bisa memecahkan penyelisihan…

    wasalamualaikum….

  29. menurut buku sejarah yg ada di ci rebon yg di anut oleh sunan gunung jati..
    sunan gunung jati/syeh syarif hidayatulloh dari garis ibu..
    nyimas rarasantang/syarifah muda’im.
    prabu pamanah rasa/prabu siliwangi.
    jaka suruh.
    mundingwangi.
    mundingsari.
    prabu lelea.
    rawisrengga.
    panji asmarabangun.
    lembu amiluhur.
    resi gentayu.
    resi kandihawan.
    sri mahapunggung.
    prabu suwela.
    pancadriya.
    citrasoma.
    sumawicitra.
    kendrayana.
    jaya amijaya.
    yudayaka.
    yudayana.
    parikesit.
    abimayu.
    arjuna.
    pandu dewata.
    abiyasa.
    palasara.sakri.
    sakutrem.
    manumayasa.
    parikenan.
    bramasatapa.
    bramasada.
    brahma.
    sanghyang manikmaya.
    sanghyang tunggal.
    sanghyang wenang.
    sanghyang nurasa.
    anwar/sanghyang nurcahya..
    masih kurang jelas pa rud.datang k kraton cirebon.matur nuhun

  30. Assalamualaikum wr wb maaf para karuhun, sdr2 semua yg dimuliakan Allah SWT saya mengucapkan terima kasih atas masukkan yg diberikan penulis dan para komentator lain. Kita ambil sikap tegas saja agar jgn lagi mempermasalahkan hal yg sebenarnya tdk kita ketahui persis krn akibatnya akan mengaburkan sejarah dan fitnah nantinya. Lbh baik kita kirim doa untuk para karuhun semua dan ikuti sikap perbuatan mrk yg baik sbg hikmah buat kita menapaki hidup kedepan. Buatlah prestasi yg membanggakan bangsa indonesia krn hal itu akan lbh bermanfaat buat kita semua. Semoga Allah SWT sllu melindungi dan membimbing kita semua termasuk pengikut setia pajajaran dan Buyut Ratu. Aamiin Wassalam terkirim dari Mami Idham (FB)

  31. assalamualaikum gan ,,, ikut share yy,,,,,,
    keluarga saya alhamdullilah ada izin dari allah swt untuk bisa ngobrol dengan khodam karuhun(nenek moyang),, dan tidak saya sangka juga ikut hadir aki siliwangi,,, aki siliwangi menceritakan bahwa dia memiliki seorang ayah yang bernama wastu kancana,, dengan guru yang melatihnya sekaligus kakek.x aki kalak zagat wangi,,,,kemudian dia memiliki seorang patih yang bernama aki waninghiang tulung agung,, mempunyai anak kesayangan raden kean santang,, dan dari raden kean santang katanya memiliki anak dari istrinya yang dari mongolia adalah braja santang dan braja aji batara karang,,,, juga mewariskan pedang brawijaya dan angin metir,,,, semua diceritakan oleh aki siliwangi sampe dengan kisah aki kean santang ke mekkah dan lenyapnya padjadjaran,,, saya pernah menanyakan perihal sribaduga maharaja… aki siliwangi mengatakan itu istrinya,,, bukan dirinya,,, kemudian saya bacakan semua kisah yang ada diinternet. dengan bijaksana aki siliwangi mengatakan konetan jaman ayeunamah ngan nerka wungkul… moal aya nuapal lalakon kuring iwal kuring sorangan( tulisan jaman sekrang cuma menebak saja gx akan da yang tau kisah aku kecuali ak sendiri) pendapat agan sekalian gimana nihh???????????????

  32. Sampurasun
    sawareh ti UGA WANGSIT PARBU SILIWANGI ..
    “Ti mimiti poé ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Sabab bukti anu kari, bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu maké amparan. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Mudu arédan heula”
    artinya :
    “Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa diteemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara”.

    Urang Sunda Sadayana Sadarah jeng Sadaging. Sadaya na oge turunan PRABU SILIWANGI. Ieu nu di maksad di Wangsit Prabu Siliwangi teh gening.

    Punten Ka nu Gaduh Ieu Wacana Di gentos pernyataan ;

    “Saya saja bukan orang Sunda tertarik terhadap budaya Sunda, masak orang Sunda sendiri tidak mau sama sekali tertarik dengan ajaran Sunda. Apa kata dunia ? Dari batukah asal kalian ?”

    TOLONG Jangan Jd Provokator,

  33. wanian eta jalma..
    urang sunda lain hiji, tp loba.. matak ulah sok ngacapruk . . .
    bisi di bata ku aink..
    ti orok ge geus apal sejarah sunda mah..
    ngarti teu silaing???!!

  34. Sanghyang sira antara ada dan tiada
    2 Februari 2014 semarbratasena

    ngaing nu bangt bodo taya elmu pangarti ,sakapeung sok hayang nanya …..naha enya sang hyang sira teh aya atawa ngan saukur siloka,yen hirup teh kudu dumasar kana sirah(fikiran)nu dibarengan ku hate leutik nu bersih sangkan panggih kana kabeneran nusaenyana,sira teh awal tina lampah,mata ningali ceuli ngadenge biwir ngucap tuluy otak nu mikiran ,tapi sing awas paningal sabab mata kadang salah ningali tong percaya kana ceuli sebab soca jeung beja kadang lain nu saenyana ,sing ngajaga kana biwir sebab letah mah leuwih seuket batan pedang leuwih galak alabatan maung ,sang hyang sira nyata ayana tapi dibalik eta urang sing ngajaga supados bersih fikir bersih manah gede wawanen tina ngadegkeun kabeneran,tulus ikhlas tina silih asih silih asuh silih jaga jeung elingan jeung dulur2 ,guarkeun jati diri nu saenyana tunjukeun yen urang teh raga nu nyata tp diri nu dumasar kana ngagungkeun jeung milampah sakur parentah gusti Allah nu maha suci ,siliwangi lain carita lain sajarah nu teu aya maknana tapi siliwangi bakal trus aya lamun urang bisa ngabuka jati diri pamasih gusti…

    kanggo dulur2 nu ngangken ti trah siliwangi sok atuh jadikeun Kujang(kkukuh kana jangji) teh ceukelan hirup sangkan bisa jadi Maung.maung(manusia Unggul)nu bakal mawangi sahingga siliwangi bakal trus jaya,..hapunten sanes rek ngajarkeun ngojay kabebek lain rek nyanyahoanan tapi ngan saukur ngedalkeun nu aya na hate. wallahu alam bissawab,,laa ilmalana illa ma allamtana…..wassalam ki sunda nu sanes sasaha

  35. siliwangi ke
    1. Prabu Ciung Wanarah Karangkamulyan Ciamis
    2. Prabu Guru Darmasiksa Galunggung
    3. Prabu Linggabuana Palagan Bubat
    4. Prabu Borosngora ( Abdullah Iman ) Panjalu
    5. Prabu Niskala Wastukancana
    6. Prabu Susuktunggal
    7. Prabu Mundingwangi/Jayadewata/Pamanah Rasa/Sribaduga Maharaja
    8. Prabu Sultan Suryakancana Gunung Ageung Pangrango
    9. Aing Raden Kusuma Jaya Denegrat/RAden Angkawijaya/Tunjung Putih Semune Pundak Kesungsang/Kumara………………Satrio Piningit/Ratu Adil

  36. MasyaALLOH… Kami sangat suka dengan tulisan Kang Ruddabby ini, terimakasih banyak atas perjuangannya. Semoga kita semua senantiasa dalam ridho-Nya.. Aamiin !

  37. (agustus 17 2011) Masa SMP
    admin saya mau tanya nih,wktu saya pulang sekolah saat itu saya sekolah di Gn.BATU, sambil menyanytri (mondok) tiba” ada kake yang sedang duduk di persawahan,sikake itu memngil saya dia bertanya langsung tanpa basa basi (jang ku gede milik kumaneh teh katurunan maneh teh kabeh mere ka maneh) lalu saya menjawab (maksud kake apa kek??) saat saya berkedi sikakek yang ada di depan saya menghila ? siapa kah kakek itu saya masih penasaran,,..

    Masa SMA
    (agustus 17 2014)
    saya bermimpi di beri keris harimau lalu saya tterbangun dan merasakan ke 2 pergelangan tangan saya terasa sangat panas sehingga saya merendamkan ke dalam ember berisi air kira reaksi panasnya 11-12 menitan setelah itu saya tidur lagi pagi” gak inget apa” tapi sekaran baru ingetnya…

  38. btw,knp kerajaan Padjajaran banyak nu ngahyang/tilemnya…,ada yg di kebun raya,ada yg di gunung halimun ada yg disancang,kalo Prabu Siliwanginya sih dah meninggal semua tinggal turunannya,trus kalo yg suka mancala putraputri teh emang Eyang Prabu pamanh rasa atawa jin nya…..tapi Lalampahan Padjajaran mah sadayana ge adiluhung sae Kanggo picontoeun pamarentah.jiga jamanna para Rasul.

  39. Seru juga artikelnya mas, kisah negara padjajaran dan para penguasanya penuh diliputi misteri dan legenda, saya hanya bisa takjub dengar semua kisah dan komen para kk dan para pinisepuh disini, sepengalaman saya yg bodoh dan masih belajar, pernah sih sowan ke situs megalitikum cibalay Gn. Salak dan duduk2 di areal situs yang ada batu gede bertuliskan yg saya gak ngerti, gak lama berubah pemandangannya jadi keputren taman sari padjajaran hehehe, amalan pamacan dan disertai kuncinya akan membuat kita bisa membedakan dari sekian eyang karuhun siliwangi yg hadir hingga tinggal 1 yg sejati dan tidak hilang seperti yg lain, kalo udah ketemu lantas bagaimana???, kalo denger kata orang beliau begini beliau begitu mending langsung sowan ke leluhur tanya langsung gitu aja kok repot hehehe, biar gak timbul fitnah dan kesimpang siuran, daripada ribut2 gak berujung dan merusak tali persaudaraan, kalo saya ditanya sejarah aslinya bagaimana saya sih milih diam dan no komen, saya cuman wong cilik yg bodoh dan seneng aja denger kisah2 legenda dan mitos, salam padjajaran buat semua macan siliwangi dibumi pasundan (numpang lewat aja cuman sekapur sirih gak ada maksud untuk sok tau apalagi menggurui sedulur2 semua, saya gak berani takut kualat sama para pinisepuh hehehe)

  40. Krajaan2 pasti ada naskah2 kunonya lngkp brisi (letaknya,bntuk bangunan istana n rumah rakyatnya,nama agamanya,ragam hiasnya,alat pralatan pakaian perang,mahkota,pakaian kbsaraan,lambang bendera,cap krajaan,silsilah,gambar/lukisan,tempat ibadah,alat pralatan makan,tarian,gamelan,dsb. Naskah2 kuno asli sbagian dicuri pnjajah2,sbagian disimpan oleh ktrunan2 krajaan n rakyatnya. Tdk ada krajaan2 yg mnghilang n atau dihilangkn tanpa bekas. Nabi muhammad saja tdk bisa mnghilangkn ka’bah agar jangan dijadikn tmpat mnymbah patung2 utk mmprsekutuknNya. Gitu lho..!, tar juga trungkp dimana bangunan bkas istana2 pninggalan krajaan n rakyatnya.

  41. Entah sejak kapan, jika mendengar kata Sunda, yang terbesit adalah
    sosok Kabayan. Sudah sejak lama Sunda kehilangan sosok / image yang
    lebih baik dari sekedar Kabayan (tanpa bermaksud merendahkan nilai-nilai bijak dari kisah Kabayan). Program pembelokan sejarah nampaknya yang dibuat oleh orang non sunda sudah cukup sukses merubah persepsi tentang Sunda. ada sebuah blog yang mengatakan,
    “menikah dengan orang Sunda bermasa depan suram, karena perilaku orang Sunda yang pemalas dan pengecut”, Lagi-lagi stereotype kesukuan. Namun yang saya sangat prihatinkan adalah, ternyata ada, dan banyak orang Sunda yang termakan pembelokan sejarah ini, dan benar-benar meyakini stereotype itu.
    Semoga kisah para kesatria Sunda yang banyak ditutupi oleh sejahrawan istana ini bisa menginspirasi kita untuk mengenal siapa kita.
    Ada kisah Long March Siliwangi (Tentara Orang-orang sunda) yang tidak
    pernah dibahas dalam buku sejarah. Rezim orde baru dan orde lama sudah cukup lama mati-matian menutupi sejarah orang Sunda. Namun nampaknya kebenaran yang 1 ini sulit ditutupi.
    Setelah Perang Bubat, sebetulnya Jawa-Sunda pernah kembali melakukan konflik senjata di Solo, yaitu ketika peristiwa hijrahnya pasukan Siliwangi meninggalkan Jawa Barat karena perjanjian Renville.
    Sebelumnya mari kita bahas sedikit soal Renville, karena buku sejarah SD kita pun banyak menutupi masalah dibaliknya. Sebetulnya perjanjian ini sangat merugikan orang Sunda, karena berakhir dengan harus lepasnya wilayah jawa barat ke tangan Belanda. Kenapa harus jawa barat?!
    hal ini tidak pernah kita ketahui.
    Ingat peristiwa “Bandung Lautan Api”? lagi-lagi buku sejarah SD kita
    tidak cukup jujur mengatakan bahwa BLA terjadi gara-gara perjanjian
    Renville. Warga Bandung saat itu sebetulnya sangat marah dan merasa
    dikhianati oleh republik, akibat perjanjian Renville. Beberapa
    berpikir untuk mendirikan negara baru, yang akhirnya kita kenal DI/TII
    Kartosuwiryo. Suasana panas dan perdebatan panjang bersama Komandan Divisi III TRI, saat itu A.H. Nasution. Akhirnya Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) yang berisi para tokoh Bandung tempo dulu, akhirnya mengambil keputusan untuk membumihanguskan Bandung sebelum diserahkan kepada Belanda.
    Seorang kakek pedagang (Pejuang Veteran) dengan bersemangat membakar tokonya sendiri.
    Dengan rasa penasaran saya bertanya, orang sinting mana yang dengan sukarela membakar rumah, tempat usahanya, dan hijrah ke antah berantah?! jawaban kakek tersebut :
    “aing mah republikan sajati, kajeun imah jeung toko aing rata jeung taneuh tibatan dipake ku anjing-anjing Walanda”
    Jelas suatu keputusan yang sulit dipahami oleh kita, generasi Indonesia modern. Ajaibnya 100.000 warga Bandung memiliki idenya yang sama.
    Sebetulnya BLA jelas-jelas pelanggaran & penghinaan terhadap perjanjian Renville. Namun A. H. Nasution memahami betul arti
    kehormatan bagi orang Sunda. Atau bisa jadi beliau terpojok oleh
    tuntutan para tokoh di MP3. Namun sekarang kita tau dan bisa
    menjelaskan, kenapa dari sederet lagu perjuangan hanya Bandung
    satu-satunya kota yang disebut khusus dan spesifik dalam 1 lagu.
    Melihat apa yang dikorbankan 100.000 penduduk Bandung saat itu, saya rasa hal itu cukup pantas. Dan A.H. Nasution yg hingga meninggalnya berada dalam tahanan rumah rezim Suharto, sekarang kita tahu kenapa nama itu menjadi nama jalan.
    Ditengah dilema antara patuh dan setia pada Republik atau memberontak
    karena merasa dikhianati Republik yang menyerahkan Jawa Barat begitu
    saja, setibanya di Solo, bukan sambutan hangat dari saudara sebangsa
    yang diterima. Divisi IV Panembahan Senopati (sekarang Div.Diponegoro) asal Solo malah mencemooh tentara Siliwangi sebagai
    “Tentara Kantong” yang selalu kalah perang. Lebih jauh mereka
    mengungkit-ngungkit peristiwa Bubat yang terjadi pada abad 16.
    Kehadiran Divisi Siliwangi di jawa tengah, secara sosial menimbulkan
    kesenjangan sosial. Div. Siliwangi yang berseragam lengkap yang rapi,
    persenjataan lengkap, dan disiplin tinggi, sangat mencolok dibanding
    divisi-divisi lainnya. Hal ini membuat penampilan Divisi lainnya lebih mirip
    milisi dibanding tentara profesional. Belum lagi para perwira Siliwangi yang jauh lebih berpendidikan, mereka sangat fasih berbicara bahasa Belanda dan Inggris. Kadang diantara perwira kerap kali berkomunikasi dengan bahasa Belanda. Banyak prajurit Divisi IV Panembahan Senopati merasa terganggu oleh kehadiran tentara Sunda ini. Siliwangi yang ber-akronim SLW, diplesetkan oleh mereka sebagai Stoot Leger Wilhelmina (tentara
    penyerang Wilhelmina, ratu Belanda saat itu). Sebuah dilema bagi
    prajurit Siliwangi, disatu sisi mereka hijrah atas perintah republik.
    Perintah yang sebetulnya bertolak belakang dengan keinginan
    mempertahankan tanah kelahiran. Namun sikap profesionalisme dan
    kepentingan bangsa jauh lebih penting dibanding keinginan pribadi.
    Terpisah dari keluarga, kehilangan tanah kelahiran, kehilangan harta
    benda. Perlakuan seperti ini jelas tidak pernah terbersit dalam pikiran mereka.
    PKI melihat ini sebagai suatu kesempatan. Untuk memperpanas suasana,
    PKI menculik dan membunuh pimpinan Divisi IV Panembahan Senopati Kolonel Soetarto. Mudah di tebak, Divisi IV Panembahan Senopati
    menuduh Siliwangi dalangnya dibalik itu. Tidak tanggung-tanggung
    Divisi IV Panembahan Senopati terang-terangan mengusir tentara Siliwangi dengan kasar, namun prajurit Sunda masih berusaha untuk sabar. Melihat Divisi Siliwangi yang tetap menolak pergi, akhirnya Divisi IV Panembahan Senopati menyerang Kompi Siliwangi di stasiun KA Balapan Solo dengan mendadak. Habis kesabaran, hal ini dijawab dengan mengalirnya seluruh pasukan Siliwangi di luar kota Solo sambil menyerang tiap pos Divisi IV Panembahan Senopati yang di jumpai.
    A.H. Nasution melihat yang terjadi pun tidak dapat melakukan banyak.
    Hal ini membuat Jendral Sudirman merasa perlu turun tangan. Sudirman
    mendesak agar Siliwangi memenuhi tuntutan Divisi IV Panembahan
    Senopati, dan kembali ke Jawa Barat, namun Siliwangi tetap menolak
    karena hal itu akan melanggar isi perjanjian Renville. Melihat banyak
    korban di Divisi IV Panembahan Senopati yang terus bertambah, akhirnya
    Gatot Subroto yang saat itu masih berpangkat Kolonel mengeluarkan
    perintah penghentian baku tembak dan meminta komandan kesatuan yang bertikai untuk menyatakan kesetiaan pada Republik, jika tidak akan
    dianggap sebagai pemberontak. Akhirnya pertikaian dapat dihentikan.
    Dan akhirnya terbukti bahwa PKI dibalik ini semua.
    Melihat Divisi IV Panembahan Senopati yang banyak jatuh korban, akhirnya kembali prajurit Siliwangi yang harus menyelesaikan masalah ini. Siliwangi ditugaskan menghantam kekuatan PKI hingga ke Madiun dan menangkap pelaku pembunuh Kol. Soetarto.
    Dalam satu rapat sebelum keputusan hijrahnya Divisi Siliwangi, ada
    keraguan, apakah Siliwangi dibiarkan bergerilya di jawa barat atau
    ditarik ke jawa tengah. Merasa Belanda akan melanggar perjanjian
    Renville dan melakukan agresi militer(dan ini terbukti setelahnya),
    Sukarno mengatakan “Tidak, mereka (Tentara Siliwangi) pasukan elite, kita akan membutuhkan mereka, tarik semua ke jawa tengah”.
    Kiprah prajurit Sunda berikutnya, ga banyak kita tahu, dan memang
    peran nya dikecil-kecilkan. Seorang keluarga dari Ali akbar, salah 1 penerjun pertama Indonesia menuturkan, 7 dari 13 penerjun pertama
    Indonesia adalah orang Sunda. Saat itu atas permintaan Gubernur
    Kalimantan dicarilah 14 orang yang cukup gila dan berani untuk loncat
    dari pesawat. Ide loncat dari pesawat dan mempercayakan 80% pada alat,
    20% nya pada nasib, adalah ide yang sangat aneh saat itu.
    Ali Akbar sendiri konon dipilih karena dia sering melawan atasannya, dan
    diharapkan dalam penerjunan itu dia mati hingga akhir hayatnya, memang
    karir Ali Akbar tidak secemerlang keberaniannya. Namun tidak ada 1
    akal bulus dan sebutir peluru pun berhasil membunuhnya. Akhirnya Ali Akbar mati dengan tenang dikelilingi keluarga dan kerabatnya. Lebih jauh, Ali Akbar merupakan sahabat dari Atjoem Kasoem, seorang
    pengusaha optik yang kita kenal dengan toko A. Kasoem. Sedikit orang
    tahu bahwa Kasoem yang asli Garut sebelumnya adalah pejuang.
    Kasoem yang saat itu masih bekerja pada toko kacamata milik yahudi Jerman, sambil berdagang kacamata dengan sepedanya diam-diam melakukan aktivitas spionase. Profesinya membuat dia mudah keluar masuk pos-pos militer Belanda dan kantor sipil Belanda. Hingga pada suatu saat aktivitasnya terendus Belanda. Setelah interogasi panjang, Kasoem menolak memberikan informasi pos-pos laskar pejuang, hingga akhirnya Belanda memutuskan menghukum gantung Kasoem.
    Laskar pejuang yang kebetulan melewati pos itu, mendengar ada sesama pejuang yang akan dihukum gantung, langsung merencanakan penyerbuan. Beruntung bagi Kasoem, penyerbuan dilakukan mendekati detik-detik hukuman akan dijalankan. Dan ternyata pemimpin laskar itu adalah Ali Akbar. Disitulah konon perkenalan pertama mereka. Ketika Indonesia merdeka, 2 sahabat ini dihadapkan pada 2 pilihan, meneruskan karier militer profesional, atau menjadi sipil. Ali Akbar memilih berkarir di militer, sementara Kasoem memilih kembali menjadi sipil dan berdagang. Hingga hari ini keluarga Ali Akbar dan Kasoem masih menjalin hubungan.
    Ketangguhan Divisi Siliwangi membuat pemerintah sendiri akhirnya
    ketakutan. Bisa jadi ketakutan akan tragedi di Solo terulang, akhirnya
    Divisi ini banyak mengalami bongkar pasang. Dan peta kekuatan pun
    disebar (dilemahkan?!). Secara politis, memang berbahaya jika kekuatan
    ini dibiarkan. Jika sampai Divisi Siliwangi membelot, DI/TII Kartosuwiryo akan terdengar seperti dongeng sebelum tidur. Divisi ini juga akhirnya menjadi cikal bakal lahirnya Kopassus. seperti biasa, lagi-lagi sejahrawan istana malu-malu mengakui hal ini.
    Kita lalu membayangkan, sosok divisi militer tangguh ini pasti seram,
    beringas, dan sadis. Hal itu terbantahkan ketika kita bertemu mereka.
    Nampaknya divisi ini memang pantas menggunakan nama Siliwangi. Tahun 1965 – 1965, ketika jateng, jatim, dan Bali melakukan pelanggaran HAM dengan membantai massal orang-orang yang dituduh PKI, Petinggi Div. Siliwangi jauh lebih berpendidikan dan open minded.
    Ibrahim Adjie, Pangdam Siliwangi saat itu melakukan pendekatan yang lebih manusiawi dan melarang anak buahnya membunuh orang yang dituduh PKI, sehingga korban dari tragedi ini sangat kecil di tanah Pasundan.
    Berikut pendapat Prof. Ben Anderson (Cornell Univ.) yang membandingkan Kodam Siliwangi dengan Kodam Diponegoro:
    “Dari dulu ada persaingan antara Diponegoro dan Siliwangi. Perwira
    Siliwangi dianggap orang yang statusnya lebih tinggi, biasa pakai
    bahasa Belanda diantara mereka sendiri dan biasa kebarat-baratan, dan
    paling dekat dengan Amerika”.
    “Perwira Jawa Tengah sebagian besar berasal dari Peta, bikinan Jaman
    Jepang. Waktu revolusi mereka merasa diri sebagai orang Jogya lah.
    Orang yang mempertahankan nilai-nilai dari revolusi 45, patriotisme
    Jawa, dsb. Pokoknya kalau jenderal-jenderal Bandung ngomong, mereka
    tidak pernah pakai (ken?!), ken. Tapi ini bukan masalah suku. Karena tokoh utama dari semuanya itu orang Jawa”.
    Kemudian pada tahun 1978 ketika TNI mulai digunakan sebagai jagal aksi
    mahasiswa, mahasiswa ITB mulai melakukan demo dan memasang spanduk sepanjang 50 meter dipagar kampus ITB dengan tulisan menyolok :
    “tidak mempercayai lagi kepemimpinan Suharto”.
    Himawan Sutanto, Pangdam Siliwangi saat itu membiarkan saja. Pendudukan kampus ITB yang pertama, Prajurit Siliwangi yang dikirim ke
    ITB bukannya menertibkan mahasiswa, malah berbaur main kartu gapleh dengan mahasiswa . Himawan menyebut kebijakannya dengan strategi pendekatan ‘tak langsung, diilhami teori Liddle Hart (strategy of indirect
    approach) , yang kelihatannya berhasil menjinakkan mahasiswa ITB
    ketika itu .
    Tetapi para kolega dan atasannya Himawan di pusat Jakarta mulai panik dan mendirikan “crisis centre”. Perintah lebih tegas dari Jakarta akhirnya
    memaksa Siliwang bertindak lebih ketat.
    Saifi Rosad yang saat itu masih mahasiswa ITB mengatakan bahwa, “Tentara Siliwangi nampak setengah hati, ketika popor senjatanya mengenai kepala saya, si prajurit meminta maaf”.
    Yang mengejutkan ketika mahasiswa terdesak, para demonstran menyanyikan lagu Indonesia Raya, para prajurit Siliwangi nampak tertegun dan terharu. Beberapa malah menitikkan air mata. Akhirnya para prajurit keluar dari kampus ITB.
    Sikap Siliwangi dianggap gagal oleh Jakarta, Akhirnya dikirim Divisi
    Brawijaya yang baru pulang dari Timor Leste.
    Perlakuan pun berbeda, mahasiswa yang menyangka penjaga kampus mereka adalah Tentara Siliwangi, dengan santai masuk kampus jelas terkaget-terkaget menghadapi sikap tentara yang kali ini sadis dan brutal. Seorang mahasiswi bahkan diseret dengan dijambak rambut, bahkan di injak-injak, sementara rumah Prof Dr Iskandar Alisjahbana, Rektor ITB saat itu ditembaki oleh Divisi Brawijaya.
    Karier Himawan Sutanto pun akhirnya redup karena kebijakannya yang betul-betul bijak.
    Saya mendapat cerita pribadi dari seorang perwira Siliwangi yang dikirim
    ke Aceh, semua tentara dari seluruh Indonesia berkumpul di Aceh. Saat itu dia menangkap sekelompok GAM yang didalamnya ada wanita hamil. Atas perintah atasannya, supaya tidak nyusahin bawa-bawa ibu hamil di tengah hutan, perintah atasannya adalah “sekolahin” saja, yang artinya eksekusi mati.
    Bertentangan dengan nurani si Perwira Siliwangi, lalu Perwira Siliwangi tersebut membawa ibu yang lagi hamil tua ini turun gunung dan dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh. Tidak cuma itu, dia menunggu sampai si ibu melahirkan dan menanggung semua biaya persalinan. Atas jasanya si ibu menamai anaknya dengan nama perwira tersebut.
    Melihat sikapnya yang melawan atasan, saya ragu kariernya akan secemerlang nuraninya.
    Lalu apakah Divisi kebanggaan rakyat Pasundan ini tidak pernah
    memiliki aib?! ada beberapa aib yang mengganjal. Selama era suharto, tidak
    pernah sekalipun Divisi Siliwangi mengundang A.H. Nasution hingga
    akhir hayatnya pada tiap acara-acara besar Kodam Siliwangi. Padahal beliau adalah komandan pertama Siliwangi.
    Dan banyak juga diantara oknum-oknum tentara Siliwangi yang merusak nama Siliwangi, dan diantara mereka kebanyakan tentara dari luar yang dikirim untuk tugas di Jawa Barat, seperti contoh kasus pembunuhan terhadap Ibu dan Anak gadisnya yang sedang mengandung bayi dibunuh oleh oknum TNI di Garut. Karena tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan sang pacar, akhirnya oknum TNI tersebut membunuh Ibu dan Anak gadisnya yang sedang mengandung bayi, dan benar saja pelaku bukanlah dari jawa barat melainkan dari Sumatera yang dikirim untuk bertugas di Garut.
    Kasus pembunuhan berencana ini terjadi di Garut pada 11 Februari 2013 lalu. Kasusnya berawal ketika Shinta (18) yang merupakan teman dekat pelaku meminta pertanggung jawaban atas kehamilannya. Opon (39) atau ibu kandung Shinta yang tidak terima dengan kehamilan anaknya, bersama Shinta mendatangi pelaku ke markas kesatriannya di daerah Cikajang, Garut untuk meminta pertanggungjawaban. Opon saat itu mengancam akan melaporkan pelaku ke komandannya jika terdakwa tidak mau mengakui kehamilan Shinta.
    Atas ancaman orangtua Shinta tersebut, korban gelap mata hingga akhirnya melakukan pembunuhan dengan menggunakan senjata tajam jenis sangkur terhadap Opon dan Shinta yang saat itu tengah mengandung. Aksi keji terdakwa berlangsung di sebuah kebun kentang di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.
    Opon tewas dengan 12 luka tusukan, sedangkan Shinta yang tengah hamil 8 bulan menderita 18 luka tusukan.
    Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsidair pasal 338 KUHP, lebih subsidair pasal 351 ayat (3) KUHP, serta dakwaan kedua yaitu Pasal 80 ayat (3) jo pasal 1 butir 1 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan diancam hukuman mati.
    Dalam amar putusan setebal 93 halaman itu, majelis hakim tidak menemukan satu pun hal yang meringankan bagi terdakwa. Prajurit kelahiran Padang, Sumatera Barat itu justru dinilai merusak citra TNI Siliwangi.
    Tersangka : Mart Azzanul Ikhwan (23) kelahiran Padang, Sumatera Barat. https://www.facebook.com/mart.a.ikhwan
    Korban : Shinta Mustika (18) Mojang Garut
    STIKes Karsa Husada Garut
    https://www.facebook.com/sintta.sauliong/photos
    Banyak divisi lain berusaha menandingi Siliwangi. Banyak dari mereka
    berpikir bahwa bertindak lebih brutal dan lebih bringas dalam setiap
    tugas akan mengalahkan pamor Siliwangi. Namun mereka lupa 1 hal,
    Divisi Siliwangi bukan hanya prajurit yang memenangkan peperangan, tapi
    lebih utama, mereka memenangkan hati rakyat. Prajurit Siliwangi nampaknya sadar betul, bahwa nama dibalik divisinya, besar dan dicintai bukan karena luasnya daerah kekuasaan seperti majapahit, bukan karena kekejamannya seperti sultan agung, bukan karena hartanya yang melimpah seperti suharto, tapi karena kedekatannya dengan rakyat dan sikap adil dengan nurani.
    Semoga tulisan ini menggugah kita semua, bahwa untuk menjadi
    kesatria-kesatria Sunda, bukan masalah banyak atau tidak, bukan
    masalah jago silat atu tidak. Adalah sikap dan perilaku kita yang
    menentukan kesatria atau tidak. Jangan pernah tertunduk akan jati diri
    kita sebagai anak cucu Siliwangi.dan terakhir dari saya , untuk sekedar tambahan, dulu Almarhum & Almarhumah uyut saya juga ikut hijrah ke Jogjakarta, mereka berdua tidak menaiki kendaraan apapun atau lebih tepatnya berjalan kaki dari kota bandung ke Yogyakarta, perjalanan tersebut ditempuh selama hampir 3 setengah bulan. Karena hal–hal diatas itulah yang membuat saya begitu bangga menjadi orang Sunda!

  42. Pembantaian orang sunda di sunda kelapa/Jakarta oleh falatehan alias fatahillah adalah genosida paling berdarah dalam sejarah yang tidak pernah TERUNGKAP.Seolah tabu atau darah sunda adalah HALAL, hal tersebut tidak pernah disebut dalam sejarah indonesia yang memang tidak jujur dan sering memutar balik fakta.
    Sejak zaman majapahit orang sunda sudah sering dilecehkan oleh majapahit yang merasa superior dari pada orang sunda sampai pada perang bubat majapahit membantai sunda bagaikan membantai kambing potong. Kebiasaan ini menurun pada demak dan malaka yang dibawah kekuasaan demak. Demak membantai sunda di banten dan terjadi genosida bahkan bahasa banten pantai pun jadi bahasa jawa hal yang sama di alami sunda kelapa/Jakarta. Orang sunda dibantai habis, bahasa sunda tidak ada lagi dan dipinggiran jakarta dijadikan basis jawa dan berbahasa betawi orak adalah tentara jawa yang mendapat tanah rampasan dari orang sunda. Betawi orak/(jawa) ini terdapat dipinggir kota jakarta seperti tangerang, depok, citeureub, bekasi bahkan sampai jonggol di utara cianjur. Mereka adalah merupakan penjaga perbatasan jakarta terhadap bahaya laten sunda.
    perempuan sunda boleh dijadikan gundik/budak/dilecehkan kehormatannya, tak perlu dinikahi sebagai mana kultur budaya majapahit dan mereka melecehkan dengan nama sundal atau sundel yang kemudian jadi hinaan sebagai “sundel bolong”perempuan jahat, perempuan tidak benar, perempuan busuk dengan pinggang yang busuk borokan besar bolong, perempuan penghisap darah dsb.
    Bila ada yang jatuh cinta dengan wanita sunda orang betawi sering mengatakan “awas dieret sunda, wanita sunda pengeretan, awas diguna-guna sunda, hati-hati makan dirumah sunda, kalau ada orang betawi ber-isteri orang sunda bangkrut katanya”
    dan ada juga sebagian yang mengatakan kalau jadi gila katanya “kawin sama sundawi masa gak mau gile, wanita sunda kan geulis/cantik”. Ringkas kata betawi yang kawin sama sunda.
    Kalau ada orang betawi mukuli isteri atau anak tetua betawi sering menasehati jangan pukul isteri atau anak kalau hati sedang dongkol pukul sunda saja, dst.
    Disamping membantai orang-orangnya, bahasa sunda sudah mati dan di sunda kelapa/jakarta dibantai oleh malaka dibawah pimpinan falatihan dari demak dibantu tentara malaka. sebagian besar sunda pantai utara dibasmi, dibantai sehingga kini seluruh pantai utara tiada lagi sunda. Dan kata pejajaran buat sunda merupakan kerajaan yang agung, tetapi buat orang pendatang di jakarta (kemudian jadi betawi) dan jawa pantura pejajaran adalah makian hal ini masih terkadang terdengar di betawi yang sudah lenyap sundanya bila orang betawi memaki orang sunda ”dasar pejajaran sialan loe” bila melihat sesuatu yang ganjil misalnya meteor (bintang jatuh dengan api berekor) maka orang betawi mengatakannya “itu beraja api teluh pekerjaan setan pejajaran”. Dan masih banyak lainnya.
    kebiasaan menjagal/menghina sunda tidak berakhir pada masa penghancuran pasundan/jawa barat saja, tapi terus berlangsung hingga zaman merdeka dimana penguasa yang kebanyakan jawa yang mengatakan “sang ratu adil telah tiada”
    maka oto iskandar dinata (otista) dicomot/diculik dilenyapkan dipenggal kepalanya oleh laskar islam (laskar hitam) di banten. Dan yang menyuruh laskar hitam atau sang dalang tidak terungkap.
    disamping otista masih ada lagi tokoh sunda yang dilenyapkan yaitu:
    -Ukar barata kusumah
    -Niti somantri dan
    -Puradiredja
    Mereka korban penghilangan paksa zaman merdeka sampai detik ini sunda tidak pernah diakui setulus hati. Celakanya banyak orang sunda awam yang menganggap sultan banten dan falatehan serta begundalnya adalah (si Jayakarta pahlawan sunda). Padahal merekalah yang membantai orang sunda. Sungguh tragis nasib bangsa sunda!

  43. Prabu Siliwangi / perabu jaya dewata/ sri baduga maharaja Sri Baduga Maharaja nama aslinya adalah Raden Pamanah Rasa.
    SRI BADUGA MAHARAJA RATU HAJI PRABU JAYA DEWATA SILIWANGI III

    Islamisasi Dinasti Prabu Siliwangi III Oleh Raden D.Sumarnak Sukawanda

    DINASTI Sang Prabu Siliwangi pada abad ke-15, menjadikan Islam sebagai agamanya secara aman dan damai. Diawali dengan sebab adanya pernikahan kedua Sang Prabu Siliwangi dengan Subang Larang putri Ki Gedeng Tapa, Syah Bandar Cirebon. Subang Larang adalah santri Syekh Kuro atau Syekh Hasanuddin dengan pesantrennya di Karawang. Dinasti Sang Prabu Siliwangi dari pernikahannya dengan Subang Larang, terlahirlah tiga orang putra putri. Pertama, Pangeran Walangsungsang, kedua, Nyai Lara Santang dan ketiga Raja Sangara. Ketiga-tiganya masuk Islam.

    Dalam tradisi kerajaan Sunda dilarang membuat patung untuk mengenang sang Raja, karena tidak sesuai dengan ajaran Adam hingga Muhammad.

    Sunda bukan Hindu, silahkan anda pergi ke desa Kanekes (baduy) untuk membuktikannya.

    Ajaran mereka adalah ajaran leluhur Adam.

    Syahadat mereka pun syahadat Adam.

    Allah mereka sebut Sang Hyang Tunggal (Satu Tuhan)

    maka dari itu Islam sangat mudah diterima masyarakat Sunda.

    Tahukah anda orang Sunda adalah pemeluk Islam pertama dan terbesar di Indonesia, dan insya Allah bisa terbesar di dunia.

  44. Sinopsis,
    Menjelang tahun milenium, sejarawan Sunda Ir H. Dudung Fathirrohman mendapat informasi dari seorang Ulama Mesir, bahwa Khulafaur Rasyiddin Sayidina Ali bin Abi Thalib RA dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta dalam membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) mendapatkan bantuan dari seorang tokoh asal Asia Timur Jauh (Javadvipa).

    Sebelum informasi itu ada oleh naskah kuno Pangeran Wangsakerta, orang itu ditulis sebagai putra raja Tarumanagara ke VIII Kertawarman (561-628 M), yang bernama Rakeyan Sancang. Namun karena anak dari isteri ke-tiga (bernama Wwang Amet Samidha ) yang berasal dari luar kerajaan (tidak resmi) putri seorang pencari kayu bakar, oleh kalangan istana Rakeyan Sancang tidak diakui sebagai keluarga kerajaan. Dengan kekecewaan mendalam dan dendam yang membara, Rakeyan Sancang menempa diri membangun kekuatan dengan cara bertapa dan berkerabat dengan segala kesaktian “para penghuni” di hutan Sancang yang sejak dahulu kala dikenal wiwit dan angker.

    Dalam kalangan istana kerajaan, Kertawarman diakui memiliki dua orang isteri, isteri pertama dari Calankayana, dan istri yang kedua berasal janda beranak satu dari Svarnadvipa, namun dari semua perkawinan itu tidak memiliki anak sehingga mengangkat anak dari isteri yg berasal dari Svarnadvipa itu, yag bernama Brajagiri dan kemudian diakuinya sebagai anaknya sendiri.

    Rakeyan Sancang (anak kandung dari isteri di luar kerajaan), dalam hal ini bukanlah Rakeyan Santang (Kian Santang) Putra Jayadewata (Siliwangi) yang selama ini anggapan masyarakat umum sebagai orang yang pernah bersua dan beradu kekuatan dengan Sayidina Ali. Rakeyan Sancang yang dimaksud disini merupakan anak dari raja Tarumanagara ke VIII Prabu Kertawarman, dari hasil perkawinannya dengan gadis desa putri seorang pencari kayu bakar di daerah hutan Sancang (Selatan Garut).

    Rakeyan merupakan gelar bangsawan kerajaan Sunda, yang pada masa kini dapat disejajarkan dengan pangeran akan tetapi belum dapat dikategorikan sebagai putra mahkota.

    Dalam kisah ini menceritakan bagaimana Islam telah masuk ke tatar Sunda (Garut), melebihi daerah-daerah lain di Nusantara karena dari angka tahun berkuasanya Kertawarman di kerajaan Tarumanagara dan keberadaan Rakeyan Sancang, dapat disimpulkan bahwa peristiwa ini terjadi bersamaan dengan masa ke-Nabian Rasulullah SAW dan kekhalifahan Sayidina Ali bin Abi Thalib RA.****

  45. Sejarah sunda hanya dapat ditelusuri kesejatiannya oleh orang orang sunda yg tidak meninggalkan ajaran dan ageman leluhur !! Prabu siliwangi ada 9,yg diketahui hanya 1 sri baduga maharaja siliwangi ke 5..!! Selebihnya dirahasiakan krna hanya orang2 yg tidak meninggalkan ajaran dan ageman leluhur sunda yg mengetahuinya…jnamun yg pasti kian santang bukan prabu siliwangi.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s