10 Hewan Pekerja

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah, seluruh umat Islam seluruh dunia akan merayakannya dengan suka cita setelah berpuasa selama sebulan penuh. Bagi umat Islam di Indonesia terutama para buruh/ pekerja, Lebaran merupakan masa penantian yang diharapkan. Karena pada lebaran itulah para buruh mendapatkan tambahan penghasilan yaitu Tunjangan Hari Raya. Nah untuk menghargai dan menghormati kontribusi para buruh muslim bagi Indonesia maka saya akan menampilkan 10 jenis hewan pekerja keras. Hal ini bukan berarti saya ingin membandingkan kemampuan kerja buruh Indonesia dengan hewan tetapi memotivasi para buruh di Indonesia untuk tetap menjaga dan meningkatkan produktivitasnya setelah lebaran nanti.

Tulisan ini murni saduran artikel  yang ditulis oleh Stephanie Pappas (LiveScience Senior Writer) dan diterjemahkan bebas oleh saya. Berikut adalah 10 jenis hewan pekerja keras :

1. Anjing Pencium  Bedbug (Bedbug-sniffing Dog)

Bedbug sniffing dog. Credit: U.S. Department of Housing and Urban Development

Anjing ini terkenal karena hidungnya mempunyai  kemampuan penciuman yang super kuat. Pada saat ini  anjing-anjing ini dipakai untuk mengendus pertumbuhan kutu busuk  di seluruh Amerika Serikat.

Kutu busuk yang kecil adalah serangga yang bersembunyi di perabotan, alas tidur dan dinding, dan menghisap darah manusia. Dengan ukurannya yang kecil tersebut, kutu busuk sulit untuk diketahui keberadaan kecuali kita merasa gatal setelah digigitnya barulah kita mengetahui keberadaannya.

Namun Anjing  ini memiliki kemampuan penciuman yang lebih sensitif dibandingkan manusia (220.000.000 reseptor bau berbanding  5 juta) sehingga dapat mudah mengetahui keberadaan kepinding (kutu busuk). Para peneliti di University of Florida telah bekerja sama dengan  inspektur kepinding di seluruh Amerika Serikat  untuk melatih penciuman anjing ini terhadap bau kepinding. Hasilnya adalah  96 persen akurat.

2. Lebah Pencium Bom (Bomb-sniffing Bees)

A beekeeeper holds honeybees that are helping researchers at Sandia National Laboratories and the University of Montana determine whether foraging bees can detect buried landmines. In the foreground are two unfused antitank mines. Credit: Randy Montoya, Sandia National Laboratories

Anjing bukan;ah satu-satunya  makhluk hidup yang  memmpunyai kemapuan penciman yang kuat. Sebagai pemburu, lebah mengikuti antena miliknya  yang berfungsi sebagai situs reseptor bau untuk mencari makanan. Mereka juga menggunakan bahan kimia feromon untuk berkomunikasi.

Menurut perusahaan Inggris Inscentinel, Ltd keterampilan lebah  ini akan sangat berguna untuk mendeteksi bahan peledak. Sekumpulan  lebah dapat  merespon  aroma bahan seperti TNT. Dalam beberapa jam, lebah belajar menonjolkan  proboscises mereka dalam menanggapi bau target.  Lebah-lebah tersebut  dimasukkan ke perangkat yang bentuknya mirip vacuum cleaner genggam.

3.  Lumba-lumba Penyapu Ranjau (Mine-sweeping Dolphins)

A dolphin on patrol. Credit: U.S. Navy

Angkatan Laut Amerika Serikat  telah lama menggunakan lumba-lumba (serta singa laut) untuk memulihkan peralatan di air dalam, patroli pelabuhan untuk mencari penyusup bawah air dan menemukan benda mencurigakan. Mungkin atribut lumba-lumba ‘yang terbesar adalah kemampuan mereka untuk echolocate (gelombang suara memantul dari suatu obyek untuk “melihat”). Hal ini sangat berguna untuk mencari ranjau dalam gelap di perairan yang kaya sedimen. Beberapa armada lumba-lumba dilatih untuk menemukan ranjau dan menandainya sehingga memudahkan manusia untuk menghilangkan/meledakkannya.

4.  llama Penjaga (Guard llama)

Credit: Dreamstime

Dengan telinga yang besar dan bulu mata panjang, llama tampak seperti semacam Muppet. Tapi hewan-hewan ini suka diemong ketika pemangsa seperti anjing hutan (coyote) datang untuk memanggil. Mereka akan meningkatkan alarm, memindahkan kawanan mereka untuk menyelamatkan diri,  sering mengejar dan menendang si penyusup.

Bahwa respon yang agresif telah membuat llama menjadi wali alami bagi kawanan domba dan lembu kambing. Pada tahun 1994, peneliti Iowa State University  melaporkan bahwa setelah diperkenalkannya llama penjaga, produsen domba melaporkan telah terjadi penurunan kehilangan domba yang kabur dari 11 persen menjadi hanya 1 persen. Delapan puluh persen petani domba Amerika Serika menyebutkan  llama “efektif” atau “sangat efektif” dalam mengurangi serangan coyote. Dan para peneliti mencatat, banyak pemilik penjaga melaporkan bahwa llama “menunjukkan ketertarikan dan keterikatan dengan anak domba muda.”

5. Burung Pemancing Cormorant (Fishing Cormorant)

Credit: National Park Service

Cormorants adalah “nelayan alam”, menyelam dan meraup ikan dengan paruhnya panjang. Bagi nelayan di Jepang dan Cina, burung air besar dan hitam ini  bertindak sebagai jaring ikan hidup.

Perjalanan tradisional burung ini  dimulai dengan obor untuk menerangi air dan menarik ikan. Nelayan mengikat tali senar di  sekitar pangkal leher burung ini  sehingga burung ini  tidak akan mampu menelan ikan besar.  Tetapi pada saat burung menangkap ikan yang  besar maka nelayan segera  menarik burung itu kembali ke rakit dimana burung tersebut memuntahkan    ikan keluar.

6. Babi Pemburu Truffle (Truffle-hunting Pig)

Credit: University of Adelaide

Truffle adalah sejenis jamur yang kental dan tumbuh di dalam tanah (tengah-tengah akar pohon) walaupun tidak menggugah selera tetapi merupakan kuliner yang lezat.  Cendawan tanah secara rutin di jual dengan harga ribuan dolar per pon. Dalam sebuah pemecahan  rekor penjualan, seorang pengusaha Macau membayar $ 330.000 untuk satu pon 3,3 (1,5 kilogram) spesimen.

Menurut ” Wild about Mushrooms: The Cookbook of the Mycological Society of San Francisco “ (Aris Books, 1987), truffle mengeluarkan bau yang mirip dengan babi jantan, yang berarti babi betina akan datang menghampiri. Babi Pemburu Truffle  masih digunakan untuk membantu orang dalam pencarian jenis jamur ini. Dalam beberapa tahun ini terjadi pergeseran dimana orang tidak banyak menggunakan jenis babi ini dan menggantikannya dengan anjing.

7. Singa laut Peneliti (Sea Lion Scientists)

Credit: U.S. Navy

Manusia  mempunyai kemampuan terbatas dalam  menjelajahi laut terbuka. Manusia  tidak bisa menyelam dan bernapas di bawah laut lebih lama.  Sementara itu  kapal selam berawak robot sangat  mahal dan kompleks.

Jadi untuk memetakan laut biru, para peneliti telah berpaling ke hewan yang hidup di sana. Singa laut, kura-kura laut, hiu dan tuna  termasuk makhluk  hidup yang dimanfaatkan  oleh  program  Tagging of Pacific Predators, sebuah proyek multi-lembaga yang telah melacak lebih dari 2.000 hewan. Tag kecil mengirim data mengenai  suhu laut, salinitas, kedalaman dan lain-lain ke ilmuwan melalui satelit. Beberapa informasi memberitahukan  peneliti tentang hewan dan data lain yang berguna untuk pemetaan ekosistem laut yang berbeda. Dengan kata lain, Tagging of Pacific Predators berfungsi sebagai asisten peneliti, rutinitas sehari-hari hewan-hewan ini  dapat menambah pengetahuan ilmiah manusia tentang dunia.

8. Kuda Terapis (Therapy Horses)

Credit: Dreamstime

Beberapa penelitian telah  menunjukkan adanya  efek menenangkan binatang terhadap  manusia. Program rehabilitasi  telah mempekerjakan banyak  terapis non-manusia. Anjing, kucing, burung dan ular telah digunakan untuk memberikan kenyamanan bagi pasien yang mengalami cedera fisik maupun penyakit mental.

Penelitian telah menunjukkan bahwa terapi kuda dapat membantu  orang yang menderita  cedera tulang belakang atau penyakit motorik (cerebral palsy) dalam  mempelajari keseimbangan. Anak-anak dengan autisme atau gangguan emosi menemukan ketenangan jiwa dengan melihat  gaya  kuda   berjalan dan belajar untuk menyikat serta memberi pakan kuda. Sebuah studi  di Journal of Autism and Developmental Disorders tahun 2009 yang diikuti oleh 19 orang anak  yang berpartisipasi dalam program terapi kuda selama  12 minggu . Hasil penelitian menunjukkan bahwa  anak-anak yang mengikuti terapi kuda  dapat mengasah kemampuan inderanya  dan menjadi lebih sosial serta tidak usil dibandingkan dengan  anak-anak yang tidak ikut terapi tersebut.

9. Anjing Penyelamat (Rescue Dogs)


saint bernard dog Credit: Dreamstime

Pernah melihat film kartun Saint Bernard yang berhasil menyelamatkan  wisatawan hilang dengan menenggak sedikit brendi dari tong mini yang  diikat di leher anjing tersebut ?  Kejadian tersebut adalah nyata. Tong mini adalah sebuah mitos, tetapi biarawan di Great St. Bernard Pass di Pegunungan Alpen Barat mempekerjakan anjing St Bernard sebagai pengawas pada tahun 1600-an. Para biarawan telah menemukan bahwa anjing mampu bertahan  di cuaca  dingin dan memiliki kemampuan penciuman hidung yang bisa menuntun para biarawan  ke tempat wisatawan terdampar. Mereka segera mulai mengerahkan anjing dalam misi-misi penyelamatan. Barry, seekor anjing   St. Bernard  yang hidup antara 1800 dan 1814, dikatakan telah menyelamatkan 40 nyawa manusia, meskipun tidak ada catatan yang otentik. Namun sekarang  Barry  menjadi pahlawan nasional dimana tubuhnya  dipamerkan di Natural History Museum di Berne, Swiss.

10. Anjing Pencium Penyakit (Diasease-sniffing Dogs)


Credit: Dreamstime

Selain mempunyai kemampuan mengendus orang hilang dan kutu busuk kecil, ternyata anjing menjadi  teman terbaik manusia juga dalam  mengendus penyakit manusia. Misalnya penyakit kanker yang mengeluarkan sejumlah kecil bahan kimia yang disebut alkana dan benzenes. Pada tahun 2006, sebuah klinik di California merilis sebuah studi dan menemukan bahwa anjing dapat dilatih untuk mendeteksi kanker paru-paru dengan akurasi 99-persen. Mereka bisa melihat kanker payudara dengan tingkat akurasi 88 persen (hampir sama dengan mamografi).

Diabetes adalah penyakit lain yang dapat dilihat dari  bau tangan  penderita. Anjing dapat melihat penurunan gula darah sebelum orang tersebut merasakan gejala. Dengan peringatan awal, anjing “diabetes ” dapat membantu penderita untuk  menjaga gula darah secara stabil, menghindari lonjakan drastis  dan menurunkan resiko kerusakan jaringan diabetes. Pretty adalah salah satu nama anjing yang bekerja mengesankan sebagai  anjing keluarga.

Sumber : Livescience

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s