Semanggi Merah Mampu Meningkatkan Produksi Susu Sapi

Kaisa Kuoppala, Scientific Editor, MSc Animal Nutrition (tripunix.mtt.fi)

Sapi lebih menyukai silase mengandung  semanggi merah (red clover) untuk  meningkatkan produksi susu. Menurut penelitian disertasi yang dilakukan oleh Kaisa Kuoppala, M.Sc di MTT Agrifood Research Finland juga menemukan bahwa  silase yang terbuat  dari rumput di akhir musim panas tidak sebanding dengan silase yang sama dibuat di awal musim panas.

Ternyata  seperlima bagian silase yang menggunakan  semanggi merah dapat meningkatkan budidaya dan pelestarian sapi milik peternak. Peningkatan produksi susu juga cukup signifikan bila dibandingkan hanya menggunakan rumput biasa. Menurut Kaisa Kuoppala, semanggi Merah dalam  silase sering kali meningkatkan konsumsi pakan dan produksi susu pada khususnya.

Dalam disertasinya Kuoppala meneliti  perbedaan asupan  sapi dari silase yang dihasilkan dalam  berbagai tahap pertumbuhan dan dampaknya pada asupan gizi dan produksi susu. Kandungan susu yang dihasilkan  dan kemampuan mencerna silase juga dianalisa.

Red Clover (biology.clc.uc.edu)

Kaisa Kuoppala memeriksa semanggi merah pertumbuhan primer  dan rumput  yang tumbuh kembali  serta membandingkan keduanya dengan rumput pertumbuhan primer.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun semanggi merah sangat dianjurkan sebagai bahan baku silase. Kaisa Kuoppala mencatat  bahwa sapi dapat memanfaatkan secara efektif energi yang terkandung di semanggi merah.

Jumlah silase dari semanggi merah pertumbuhan primer  lebih sedikit dikonsumsi oleh sapi dibanndingkan dengan silase lain. Tetapi produksi susu yang dihasilkan tetap pada tingkat yang sama.  Ini berarti sedikit silase tetapi  menghasilkan susu lebih banyak. Penurunan kemampuan mencerna  dengan menunda panen  tidak berdampak sama secara sistematis  pada  silase semanggi merah dibandingkan dengan  silase rumput.

Hasil penelitian menunjukkan sapi lebih menyukai silase dari rumput pertumbuhan primer dibandingkan dari rumput yang tumbuh kembali. Meskipun pada percobaan tersebut kemampuan mencerna kedua silase tersebut adalah sama. Tetapi Sapi menghasilkan lebih sedikit susu  setelah mengkonsumsi silase rumput yang tumbuh kembali daripada setelah mengkonsumsi silase rumput pertumbuhan primer.

Untuk itu Kaisa Kuoppala menyarankan kepada peternak sapi perah untuk memberikan asupan berupa silase yang terbuat dari rumput pertumbuhan primer karena rasanya lebih disukai oleh sapi dan menghasilkan produksi susu yang banyak. Sebaliknya untuk peternak sapi non perah disarankan untuk memberikan asupan silase dari rumput yang tumbuh kembali.

Silase Semanggi Merah (Red Clover Silage) Credit: willowbrookorganic.co.uk


Disertasi doktoral Kaisa Kuoppala, M.Sc yang berjudul ” Influence of harvesting strategy on nutrient supply and production of dairy cows consuming diets based on grass and red clover silage ” dapat dilihat DISINI .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s