Apakah Pria Mengalami Menopause ?

male menopause (ehow.com)

Bagi seorang perempuan pada usia tertentu, menopause adalah fakta kehidupan dan mulai terlihat tidak feminin lagi. Tetapi banyak laki-laki yang datang ke dokter mengeluh tentang disfungsi seksual, berat badan, kelelahan, depresi dan gejala yang tidak menyenangkan lainnya. Diantara para lelaki tersebut terungkap  kadar testosteron yang rendah berdasarkan tes darah. Para lelaki tersebut juga ada yang mendapatkan resep  peningkaytan kadar testosteron yang merupakan salah satu pendekatan untuk mengobati rendahnya tingkat hormon laki-laki.

Robert E. Brannigan, seorang dokter di Northwestern Memorial Hospital dan profesor urologi di Sekolah Kedokteran Feinberg,  Northwestern University  telah melakukan sebuah ujicoba penggantian testosteron  kepada pasien yang mengalami penurunan kadar testosteron dengan mengobati gejalanya dan mempunyai pengaruh yang besar bagi pasien. Hal ini tidak hanya berdampak bagi sang pasien  tetapi keharmonisan hubungan intim dengan pasangannya.

Menopause pada laki-laki bisa dikatakan kontroversial. Pertama masalah penamaan yang diberikan karena banyak ahli yang tidak  menyukai  dan tidak akurat (kondisi laki-laki berbeda dengan perempuan.  Istilah yang tepat adalah late-onset hygonadism . Lagi pula penamaan itu sendiri tidak diterima secara universal, dengan mengatakan tidak ada bukti yang kuat untuk hubungan antara gejala dan penurunan kadar hormon.

Dr Thomas Walsh, Asisten Profesor Urologi dan Direktur Reproduksi dan Seksual Pria  School of Medicine di University of Washington, Seattle  mengatakan ada  pertanyaan yang muncul yaitu  berapa banyak dari hal ini yang  berkaitan dengan hormon dan berapa banyak  juga  yang berkaitan  kenyataan hidup yang dialami dalam mengatur testosteron setelah apa yang disebutnya sebagai “heavy informed consent.”

Empat juta orang mempunyai kadar  testosteron rendah dan sebagian besar berkaitan dengan usia. Namun hanya sedikit yang menerima perlakuan minoritas. Tetapi jumlah orang yang terkena dampak tersebut diperkirakan akan meningkat.

Dr. Ike Iheanacho, editor Journal Drug and Therapeutics Bulletin pada edisi Juni 2010 mengatakan bahwa tidak ada keraguan seorang perempuan mengalami menopouse tetapi tidak mungkin terjadi pada seorang laki-laki.  Buletin tersebut juga menemukan bukti kausal yang lemah bahwa adanya hubungan antara umur dengan penurunan hormon pada pria, kurangnya data jangka panjang, dan hasil terbaik yang diramu untuk pengobatan jangka pendek.

Menurut US National Institutes of Health (NIH),  menopause bagi seorang wanita menandai berakhirnya masa  kesuburan dan terjadi ketika hormon progesteron dan estrogen yang diproduksi oleh indung telur mengalami penurrunan yang drastis dan gejalanya bisa bertahan beberapa tahun. Perubahan hormonal pada pria sangatlah  berbeda. Kadar testosteron bisa turun sekitar 1%-2% tiap tahun setelah berumur 40 tahun. Sementara menopause adalah pengalaman universal bagi perempuan. Sedangkan  penurunan kadar testosteron tidak terjadi pada  semua orang. Faktor-faktor lain selain penuaan adalah obesitas atau cedera dan berkaitan dengan rendahnya kadar testosteron yang dimiliki.

Menurut US National Institutes of Health (NIH), selama bertahun-tahun, pergantian hormon jangka panjang bagi perempuan dianggap pelindung untuk semua jenis penyakit sampai hasil penelitian pada tahun 2002 yang menunjukkan adanya  kenaikan risiko penyakit jantung, stroke, pembekuan darah dan kanker payudara, .

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine edisi bulan Juli 2010, para peneliti yang dipimpin oleh Frederick Wu dari University of Manchester  dengan menggunakan data dari 3.369 laki-laki Eropa diperoleh hasil yaitu keberadaan setidaknya tiga ukuran disfungsi seksual termasuk frekuensi pikiran tentang seks dan fungsi ereksi. Seorang pria dengan tingkat testosteron di bawah 11 nanomoles per liter  dapat dikatakan late-onset hygonadism . (Studi ini mendefinisikan tingkat penurunan antara 13 dan 8 nanomoles per liter total  testosteron )

Testosteron dapat  ditunjukkan dengan peningkatan  massa otot dan kekuatan, sehingga perlu ada pengujian mengenai  seberapa banyak suplementasi testosteron yang dibutuhkan untuk meningkatkan mobilitas laki-laki berusia 65 atau lebih berkaitan dengan  kesulitan berjalan atau naik tangga. Shehzad Basaria dari  School of Medicine Boston University dan Boston Medical Center, menemukan bukti bahwa testosteron tidak meningkatkan kekuatan laki-laki. Tetapi penentuan  kadar testosteron berkaitan erat dengan  masalah kardiovaskular.

Menurut data dari IMS Health (sebuah perusahaan konsultan dan informasi perawatan kesehatan), pada tahun 2005-2009 resep untuk menambah kadar testosteron mengalami  peningkatan penjualan sekitar 65 persen dan tidak boleh lagi diperjualbelikan  oleh apotek-apotik  di Amerika Serikat. Testosteron rendah dikaitkan dengan obesitas, diabetes dan sindrom metabolik yaitu kombinasi dari gangguan yang terkait dengan diabetes dan penyakit jantung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s