Dampak Penggunaan Mikroba Bagi Kesehatan, Pertanian Dan Industri Biofuel

Untuk pertama kalinya, para peneliti dari Universitas Illinois  telah menemukan cara  bagaimana mikroba memecah senyawa hemiselulosa tanaman menjadi gula sederhana. Bakteri yang dipakai sebagai model adalah bakteri rumen sapi. Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Biological Chemistry tanggal 9 Juli 2010.

Isaac Cann, profesor  Department of Animal Sciences University of Illinois dan anggota Energy Biosciences Institute (EBI) di Institute for Genomic Biology mengatakan hasil penelitian ini memberikan implikasi yang sangat luas dan  semuanya dimulai dengan mikroba rumen sederhana. Sungguh menakjubkan bagaimana penelitian ini dapat memberikan manfaat terhadap kesehatan dan nutrisi manusia, produksi biofuel dan gizi hewan.

Rumen sapi adalah model yang sangat baik untuk  penelitian  dan sebagai salah satu mesin yang paling efisien untuk membongkar  materi  tanaman. Mikroba dalam rumen memecah materi tanaman  menjadi glukosa dan xilosa yang digunakan sebagai nutrisi untuk fermentasi dan akuisisi energi.

Peneliti Universitas Illinois  memanfaatkan DNA Sequencing dan transcriptomics (pendekatan RNA Sequencing) untuk menentukan semua enzim organisme Prevotella bryantii yang digunakan untuk mendekonstruksi hemiselulosa menjadi gula sederhana.

Memecah hemiselulosa adalah  salah satu proses yang rumit dalam industri biofuel. Saat ini industri hanya memiliki mikroba yang dapat memfermentasi gula-gula sederhana menjadi bahan bakar cair seperti etanol dan butanol. Tapi mereka harus berjuang untuk memecah bahan baku seperti bonggol jagung, switchgrass dan miscanthus.

Switchgrass/Panicum virgatum (en.wikipedia.org)
Miscanthus sinensis (en.wikipedia.org)
Miscanthus sinensis (en.wikipedia.org)

Meskipun peneliti menggunakan bakteri dari perut sapi, hasil mereka berlaku juga untuk mikroba dalam usus besar manusia. Para peneliti  kesehatan dan gizi manusia juga  tertarik pada pemanfaatan  bakteri rumen tertentu dan bakteri usus manusia untuk memperoleh  energi dari serat makanan. Mikroba dalam usus besar mampu  menyediakan sekitar 10 persen dari kebutuhan energi sehari-hari.

Cann menambahkan bahwa pemahaman yang lebih besar populasi mikroba dalam usus besar dapat mempengaruhi kesehatan dan status gizi manusia. Misalnya perubahan sederhana dalam populasi mikroba usus besar yang dapat berkontribusi bagi perkembangan penyakit radang usus. Hal ini juga berlaku bagi hewan ternak.

Jadi  tidak mungkin dapat  memahami gizi hewan ternak tanpa memahami gaya hidup populasi mikroba dalam ususnya. Sapi tergantung pada mikroba untuk memperoleh energi dari  rumput dan konsentrat pakan. Pemahaman yang lebih baik bagaimana mikroba menangkap nutrisi dari materi tanaman dapat  membuat peternakan hewan lebih efisien.

Para peneliti Universitas Illinois juga sedang  melakukan penelitian terhadap dua bakteri rumen utama lainnya dalam memperoleh  energi dari selulosa dan  hemiselulosa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s