Dampak Upacara Keagamaan Terhadap Populasi Ikan

Poecilia mexicana Credit : Artigas Azas, J.M.

Selama berabad-abad sekelompok masyarakat adat Zoque di Mexico Selatan melakukan penangkapan ikan di dalam gua belerang dengan menggunakan racun tanaman alami. Selain itu mereka juga melakukan ritual permohonan kepada dewa mereka agar diberikan hasil ikan yang melimpah ruah. Banyaknya hasil ikan yang lemas akibat racun tersebut dipanen sebagai sumber makanan. Tetapi sekarang ini para ilmuwan telah menemukan adanya evolusi ikan akibat dari dampak praktek keagamaan kuno ini. Ikan-ikan yang tahan terhadap anestesi dapat meneruskan gen-gen mereka tetapi sebaliknya yang tidak tahan menyebabkan kematian.

Upacara keagamaan  di gua belerang Cueva del Azufre diadakan setiap tahun pada akhir musim kering selama seminggu sebelum Paskah suci.  Orang-orang  Zoque menggiling  akar  beracun tanaman tropis  barbasco dan mencampur dengan kapur untuk membentuk pasta. Kemudian  mereka bungkus dalam daun. Mereka menempatkan sekitar 110 meter bundel (100 meter) ke dalam gua untuk meracuni perairan dan membius ikan.  Orang-orang  Zoque percaya bahwa hasil tangkapan ikan tersebut adalah hadiah dari dewa yang menghuni dunia bawah.

Michael Tobler, seorang ahli ekologi evolusi di Oklahoma State University mengatakan cara tersebut dapat memperoleh banyak ikan sebagai sumber makanan tetapi tidak baik. Tobler dan rekan-rekannya menyelidiki spesimen yang ada di dalam gua dan menemukan sejenis ikan kecil Atlantik  Molly (Poecilia Mexicana. Di dalam gua yang sangat gelap, Tobler sempat bertanya-tanya bagaimana ikan-ikan tersebut dapat bertahan dalam sistem gua yang mengandung hidrogen sulfida beracun. Para peneliti telah mengamati upacara keagamaan tersebut sejak tahun 2007. Hasil penelitian  Tobler dan rekan-rekannya dapat dilihat secara rinci dalam jurnal online Biology Letters tanggal  8 September 2010.

Penduduk Zoque sedang menebarkan racun pasta akar barbasco di dalam gua Credit: Mona Lisa Productions.

Untuk melihat apakah upacara keagamaan tersebut dapat  mempengaruhi evolusi ikan ini, setiap tahun para peneliti mengumpulkan spesimen dari air beracun dan air  daerah hulu yang tidak terpengaruh oleh  acara ritual. Selanjutnya para peneliti  memasukkan  akar toksin barbasco ke dalam tangki berisi ikan.

Ikan yang terkena dampak  ritual tahunan memang terbukti lebih tahan terhadap toksin dan dapat berenang di perairan beracun  50 persen lebih panjang  dibandingkan dengan ikan yang hidup di tempat lain. Dengan demikian, tampaknya racun dari upacara ini  telah membantu ikan lebih banyak waktu untuk  dapat toleran terhadap racun yaitu  ikan yang tidak bisa ditangkap dan dibunuh oleh suku  Zoque.

Yang paling menarik adalah adanya  hubungan yang erat  antara alam dan budaya yaitu dari generasi ke generasi, sebenarnya masyarakat setempatlah  yang mempengaruhi lintasan evolusi populasi ikan.

Kini pemerintah daerah  telah melarang upacara tersebut, karena membahayakan populasi ikan di daerah tersebut. Hal ini penting  sekali bahwa gua dan  ikan ini harus dilindungi. Tetapi lebih penting lagi bagaimana melestarikan budaya orang-orang Zoque dengan upacara-upacara keagamaan  warisan dari nenek moyang mereka. Oleh karena itu para peneliti sedang mencarikan solusi bagaimana caranya agar upacara-upacara keagamaan tersebut dapat bertahan tanpa harus merusak ekosistem di daerahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s