Wanita Lebih Perhatian Terhadap Perubahan Iklim

mencegah pemanasan global (hasan.blog.uns.ac.id)

Sebuah survei baru menunjukkan bahwa wanita lebih perhatian terhadap perubahan iklim dibandingkan dengan pria. Menurut  Aaron McCright, Profesor Sosiologi  di Michigan State University, wanita lebih  mendukung konsensus ilmiah tentang realitas pemanasan global disebabkan oleh manusia.  Mc Cright menganalisis data delapan tahun Gallup Poll untuk melakukan salah satu  studi yang mendalam tentang bagaimana pria dan wanita berpikir tentang perubahan iklim.

Survei lingkungan tahunan ini berisi pertanyaan yang cukup mendasar tentang perubahan iklim, termasuk waktu pemanasan global (apakah belum atau sudah terjadi ?), kausal (perubahan lingkungan oleh alam atau ulah manusia ?), dan konsensus (apakah ilmuwan atau bukan, setuju  telah terjadi pemanasan global ).

Studi McCright yang diterbitkan dalam jurnal  Population and Environment edisi September 2010 menemukan bahwa wanita mempunyai  pengetahuan tentang perubahan iklim sedikit  lebih banyak dibanding pria. Selain itu wanita menyatakan setuju kalau perubahan iklim  disebabkan oleh manusia dan berpikir perubahan iklim  sudah  terjadi. Wanita juga sedikit lebih peduli tentang pemanasan global dibandingkan dengan pria.

McCright mengatakan wanita lebih mungkin untuk membeli peralatan-peralatan yang efisien energinya dan kendaraan hibrida daripada pria.  Selain itu wanita akan memilih kandidat politik  yang mengkampanyekan isu  pemanasan global demi masa depan anak-anaknya.

Perbedaan antara pria dan wanita  keprihatinan tentang perubahan iklim tidak dapat dijelaskan berdasarkan profesi  seperti sebagai  ibu rumah tangga, orang tua atau pekerja penuh waktu. Sebaliknya dapat dijelaskan  berdasarkan  karakteristik orang sebagai bagian dari gender mereka. Maskulinitas diasosiasikan dengan kekuatan, pengendalian dan penguasaan, sementara feminitas menekankan pada kelembutan, empati dan kepedulian. Ciri-ciri yang terakhir mungkin lebih mudah menjelaskan   rasa  kekhawatiran tentang konsekuensi potensial yang mengerikan dari pemanasan global.

Dengan hasil studi ini, peneliti berharap masyarakat harus lebih diberikan kesempatan untuk berperan aktif dalam isu perubahan iklim dan bukan sebagai penonton saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s