Perubahan Diet Dan Perkembangbiakan Hewan Ternak Dapat Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

livestock (msucares.com)

Menurut studi baru yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, emisi gas rumah kaca disebabkan oleh kegiatan peternakan di negara-negara tropis (penyumbang utama perubahan iklim) tapi efeknya dapat dikurangi secara signifikan dengan mengubah pola makan, perkembang biakan dan memperbaiki lahan rusak. Sebagai tambahan para ilmuwan juga menemukan bahwa perubahan kecil dalam praktek produksi dapat memberikan hasil yang besar sampai dengan US $ 1,3 miliar per tahun dari pembayaran karbon sehingga dapat membantu kehidupan para petani.

Philip Thornton dari International Livestock Research Institute (ILRI) mengatakan langkah-langkah sederhana dalam manajemen peternakan dapat memiliki efek yang berarti pada peningkatan gas rumah kaca sehingga secara simultan diperoleh pendapatan bagi petani miskin.

Usaha Peternakan memberikan kontribusi sekitar 18 persen gas rumah kaca dunia, terutama melalui deforestasi untuk membuka lahan bagi penggembalaan ternak dan tanaman pakan, hewan ruminansia mengeluarkan metana dan oksida nitrat yang dipancarkan oleh pupuk kandang. Banyak yang khawatir emisi gas rumah kaca ini bisa tumbuh pesat karena meningkatnya produksi ternak dalam memenuhi permintaan daging dan susu di negara-negara berkembang.

Thornton dan Herrero percaya ada pilihan tersedia untuk mencegah hingga 417.000.000 ton karbon dioksida yang dihasilkan oleh peternakan di negara-negara tropis pada tahun 2030. Hal ini berarti mewakili jumlah yang disimppam sekitar 7 persen dari seluruh emisi peternakan yang berhubungan dengan gas rumah kaca secara global . Tetapi jika kita juga berhasil menurunkan konsumsi daging dan susu di negara-negara kaya maka jumlah karbon yang disimpan akan semakin besar.

Sebagian besar pengurangan akan datang dari setengah miliar penjaga ternak di negara-negara tropis. Namun studi tersebut menemukan bahwa para petani berjuang dan termotivasi untuk mengadopsi praktik iklim yang lebih ramah.

Thornton mengatakan telah menemukan harga karbon sekitar US $ 20 per ton yang diperdagangkan pada European Climate Exchange selama seminggu terakhir. Penjaga ternak miskin di negara-negara tropis bisa menghasilkan pendapatan karbon sekitar US $ 1,3 miliar setiap tahun. Meskipun pembayaran karbon tidak akan lebih besar jumlahnya dari pendapatan setiap petani (pembayaran seperti itu mungkin merupakan peningkatan pendapatan individu sampai 15 persen).

Menurut studi ILRI, pengurangan rumah kaca yang berhubungan dengan gas ternak dapat dengan cepat dicapai di negara-negara tropis dengan memodifikasi praktek produksi seperti beralih ke padang rumput yang lebih bergizi, suplementasi diet dengan sejumlah kecil residu tanaman atau biji-bijian, mengembalikan tanah-tanah penggembalaan yang terdegradasi, menanam pohon penyerap karbon dan menghasilkan daun yang bisa menjadi pakan sapi dan mengadopsi lebih banyak sapi yang berkembang biak secara produktif.

brachiaria humidicola (seedtoday.com)

Herrero dan Thornton mengatakan bahwa perubahan pola makan dan perkembang biakan dapat meningkatkan jumlah susu dan daging yang diproduksi oleh setiap hewan ternak sehingga mengurangi emisi karena petani akan membutuhkan lebih sedikit hewan. Sebagai contoh di Amerika Latin, mereka mencatat bahwa beralih sapi dari padang rumput alam dengan taburan pakan bergizi yang berasal dari rumput Brachiaria dapat meningkatkan produksi harian susu dan kenaikan berat badan hingga tiga kali lipat. Selain itu, Brachiaria juga dapat menyerap, atau “menyekap” karbon lebih banyak daripada padang rumput alam terdegradasi. Hal itu berarti 30 persen dari pemilik ternak yang beralih dari rumput alami ke Brachiaria dapat mengurangi emisi karbon dioksida oleh sekitar 30 juta ton per tahun

Sebuah praktek penanaman pohon untuk lahan pertanian dan bahan pakan yang dikenal dengan “agroforestry” memiliki manfaat untuk mengurangi biaya pakan untuk hewan. Selain itu pohon-pohon tersebut dapat menyerap karbon. Herrero dan Thornton menemukan bahwa 33 juta ton karbon dioksida dapat dikurangi melalui pemanfaatan agroforestry yang lebih luas di daerah operasi ternak.

Sebagian besar petani bekerja dengan memiliki lahan yang relatif kecil. Dan mereka sangat tergantung pada hewan ternak untuk sumber makanan, penghasilan, dan sebagai “mesin untuk membajak sawah” dan alat transportasi hasil panen mereka. Para petani membutuhkan pilihan teknologi dan insentif ekonomi yang dapat membantu mereka dalam peningkatan produksi dengan cara yang berkelanjutan. Pembayaran karbon akan menjadi insentif tambahan dan mendorong produksi ternak petani.

3 thoughts on “Perubahan Diet Dan Perkembangbiakan Hewan Ternak Dapat Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s