Apakah Kafein Dapat Menyebabkan Efek Penyakit Jiwa ?

freakingnews.com

Seorang pria Kentucky menolak tuduhan jaksa penuntut kalau dia sengaja membunuh istrinya sendiri. Dalam eksepsi hukumnya, pengacara  pria tersebut mengatakan bahwa kliennya mengalami kegilaan sementara akibat keracunan kafein sehingga secara tidak sengaja membunuh istrinya dan memohon kepada hakim untuk membatalkan tuduhan sebagai pembunuh.

Menurut Kentucky Enquirer, Jaksa menuduh Woody Will Smith telah mencekik istrinya sampai mati dengan kabel sambungan pada tanggal 4 Mei 2009. Pengacara Smith mengklaim bahwa Smith, 33, mempunyai  mental tidak stabil setelah berminggu-minggu menenggak soda, minuman energi, dan pil diet kafein.

Pada awal sidang pembunuhan Smith tanggal 20 September 2010,  pengacara Smith mengatakan kepada Pengadilan Newport, Kentucky  bahwa tingkat tinggi kafein menyebabkan mental  kliennya menjadi tidak stabil (Caffeine-induced psychosis) sehingga  dia tidak secara dengan sengaja membunuh istrinya.

Sebelumnya alasan hukum seperti ini  telah berhasil digunakan di pengadilan. Pertanyaannya adalah masuk akalkah secara medis ?

Caffeine-induced psychosis tidak diakui oleh  Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), buku referensi bagi para ahli psikologi dan penggunaannya pada saat membuat diagnosis. Namun, berdasarkan buku tersebut  Smith  tidak  mengalami   keracunan kafein di mana seseorang baru merasakan efek sakitnya  setelah menelan 250 miligram kafein (sekitar dua sampai tiga cangkir kopi tubruk) atau lebih.

Gejala-gejala keracunan kafein yang tercantum dalam DSM termasuk  berpikir dan berbicaranya bertele-trele, jantung berdegup kencang (cardiac arrhythmia), otot berkedut, gangguan pencernaan, insomnia, agitasi (seperti mondar-mandir di kamar atau meremas-remas tangan seseorang) dan gugup.

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti Simon Jones dari  Durham University di Inggris pada tahun 2009 menyatakan  bahwa orang yang menelan kafein setara dengan tiga cangkir kopi diseduh (atau tujuh cangkir kopi instan) lebih cenderung berhalusinasi. Peminum kopi berat memiliki kecenderungan tiga kali lebih tinggi untuk mendengar suara dan melihat hal-hal yang tidak ada dibandingkan dengan  mereka yang mengkonsumsi setara dengan setengah cangkir kopi yang diseduh (atau satu cangkir kopi instan).

cpatechnologyadvisor.com

Beberapa reaksi negatif gugup pada kafein, seperti menggigit kuku seseorang, mungkin memiliki kaitan erat dengan faktor keturunan. Orang-orang dengan variasi genetik tertentu lebih cenderung menggigit kuku mereka setelah minum kafein daripada mereka yang tidak, berdasarkan penelitian tahun 2002 oleh peneliti University of  Chicago.

Peneliti University of Chicago juga melakukan tes pada tahun 2008 untuk melihat berapa banyak kafein yang dapat menyebabkan  kecemasan akibat kafein, dan menemukan bahwa sementara dosis tertinggi yang digunakan dalam penelitian mereka (450 mg) meningkatkan  kecemasan di sebagian besar subjek penelitian.

Emma Childs dari University of Chicago, penulis utama studi tahun 2008 mengatakan orang-orang  yang memiliki gangguan kecemasan yang  lebih sensitif terhadap efek dari kafein. Childs juga mengatakan   meskipun dosis setinggi 450 mg kafein menyebabkan beberapa subyek merasakan efek negatif, termasuk mual, gugup, para peneliti tidak melihat meningkatnya tingkat kemarahan  atau permusuhan pada subyek selama penelitian.

Dalam kasus lain, seorang pria bernama Daniel Noble, 31 tahun menyalahkan Caffeine-induced psychosis pada kasus kecelakaan tabrak lari terhadap 2 orang mahasiwa (mengalami patah kaki) di Washington State University. Untuk menaklukkan pria berbobot 300 kilogram tersebut, polisi  menggunakan  pistol setrum setelah Noble  menolak ditangkap  dan berusaha melarikan diri  dari kejaran petugas polisi.  Pada saat itu Noble hanya  mengenakan piyama  dalam kondisi cuaca 5 derajat Fahrenheit (-15 derajat Celsius) .

Hakin Whitman County, Negara Bagian Washington menjatuhkan dakwaan terhadap Noble setelah diketahui  bahwa Noble terdiagnosis  menderita gangguan bipolar. Namun hakim hanya menjatuhkan hukuman berupa pelarangan mengkonsumsi produk-produk berkafein kepada Noble.

One thought on “Apakah Kafein Dapat Menyebabkan Efek Penyakit Jiwa ?

  1. Pretty portion of content. I simply stumbled upon
    your site and in accession capital to assert that I acquire actually enjoyed account your
    blog posts. Any way I’ll be subscribing on your feeds or even I success you access constantly quickly.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s