Apakah Dia ?

dok.cech

Sebenarnya sudah lama saya berkenalan dengan dia di Facebook. Tetapi saat itu saya hanya menganggapnya sebagai teman biasa. Beberapa kali kami berkomunikasi via inbox tapi itu hanya sekedar sapaan untuk menanyakan hal-hal yang umum seperti lowongan pekerjaan, asal muasal dan sebagainya layaknya perkenalan dengan orang baru.

Menjelang keberangkatan saya ke Sanghyang Sirah yang ketiga kalinya, barulah saya merasakan adanya chemistry yang kuat dengan dia. Dari sebuah sms darinya yang menyapa saya seperti selamat pagi etc. Itupun tidak langsung saya jawab. Baru pada malamnya saya jawab dengan ucapan mohon maaf karena banyaknya pekerjaan yang tidak bisa diganggu walaupun hanya sekedar sms. Dari situlah komunikasi berlanjut walaupun hanya cerita-cerita umum lewat sms.

Dan yang membuat lebih menarik adalah adanya dialog yang dirasakan saling mengisi atau istilahnya take and give. Sungguh perkenalan lama yang berlanjut dengan saling terbuka satu sama lain. Mulai dari nomor-nomor HP, keluarga, keseharian, kesehatan dan lain-lain. Pada awalnya saya pikir ini adalah sebuah kebetulan dan temporer alias tanpa kelanjutan. Di luar dugaan terus berlanjut sampai sekarang bahkan saat saya di Sanghyang Sirah dia terus menanyakan kondisi dan keadaan diri saya. Suatu hal yang belum pernah terjadi dimana ada perhatian yang lebih dari seorang teman. Pertanyaannya adalah apakah ini yang dinamakan adanya ikatan batin dan bla bla bla ? Saya belum bisa menjawabnya karena hanya Allah yang bisa memberikan petunjuk kepada kami.

Satu hal yang saya dapat dari pertemuan dan pembicaraan dengannya adalah kembalinya semangat hidup. Semangat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Memang hati kecil saya mengatakan kalau ikatan ini bukan hanya sesaat tetapi lebih dari itu yaitu ikatan suci tanpa diselimuti oleh nafsu asmara yang berlebihan. Banyak orang yang mengatakan harus dijajaki dulu. Benar dengan perkataan tersebut tetapi saya merasa yakin kalau dia memang orang yang bisa mengisi kekurangan diri sebagai “teman”.

Kadang kala ada rasa malu dan minder untuk memulai karena sudah cukup lama saya menjauhi hubungan dengan lawan jenis. Bagi saya lebih banyak mudharatnya kalau hanya sekedar romantisme sesaat. Saya ingin lebih karena bertambahnya umur membuat diri menyadari kalau ini bukanlah masa untuk hal-hal yang tidak berguna dan berfoya-foya sewaktu remaja dulu.

Ada lagi yang lucu dari hubungan dengannya yaitu masalah mimpi. Jadi dia memulai sms ke saya karena mimpi. Mimpinya adalah melakukan chatting dengan saya hahahaha. Saya hanya bisa tertawa dan kurang mempercayainya. Tetapi dengan seriusnya kalau hal itu benar-benar mimpi yang dialami. Dan malam ini sebelum tidur, dia mengirinkan sms kalau dia ingin bermimpi mengenakan baju pengantin ala Jawa alias kebaya Jawa. Saya tidak tahu maksud smsnya tersebut. Saya hanya mengatakan mudah-mudahan mimpinya menjadi kenyataan atau benar-benara diberikan mimpi yang demikian oleh Allah SWT. Masalah siapa yang menjadi pasangan pengantinnya. Who knows ? Allah Maha Mengetahui Segalanya.

Pada tulisan ini saya hanya ingin mengatakan jadikanlah pertemuan dengannya menjadi perubahan besar dalam hidup saya agar dapat memberikan kebahagiaan kepada Ibu saya, orang tua yang masih tersisa. Mumpung beliau masih hidup. Setelah saya batalkan kepergian ke Fiji, di hati ini berjanji kalau saya akan menuruti segala permintaan ibu sperti berpenampilan rapi, klimis, hidup teratur dan terpenting adalah mendapatkan “teman” yang selalu menemani sampai akhir hayat nanti. Apakah dia orangnya ? Ya Allah berikanlah petunjukMu.

Into the night
Desperate and broken
The sound of a fight
Father has spoken

We were the kings and queens of promise
We were the victims of ourselves
Maybe the children of a lesser God
Between Heaven and Hell
Heaven and Hell

Into your eyes
Hopeless and taken
We stole our new lives
Through blood and pain
In defense of our dreams
In defense of our dreams

We were the Kings and Queens of promise
We were the victims of ourselves
Maybe the Children of a lesser God
Between Heaven and Hell
Heaven and Hell

The age of man is over
A darkness comes and all
These lessons that we learned here
Have only just begun

We were the Kings and Queens of promise
We were the victims of ourselves
Maybe the Children of a Lesser God
Between Heaven and Hell

We are the Kings
We are the Queens
We are the Kings
We are the Queens

2 thoughts on “Apakah Dia ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s