Mengapa Dubuk Hanya Ada Di Benua Afrika ?

A combination of three factors wiped out Eurasian hyenas some 10,000 years ago (Image credits: Wikimedia Commons)

Setiap kali saya menonton  sequel film ” God Must Be Crazy ” yang teringat oleh  saya adalah Nixau dan Hyena (binatang sejenis anjing yang selalu ingin memangsa anak Nixau). Kalau Nixau sudah jelas bintang utama dalam film tersebut, kalau hyena bagaimana ? Nah itulah menariknya, mungkin banyak orang yang belum mengetahui bahasa Indonesianya Hyena yaitu Dubuk. Nama yang aneh menurut saya.

Ada satu yang unik dari binatang Dubuk ini yaitu binatang ini khas sekali dengan benua Afrika dan belum pernah saya melihatnya di belahan dunia yang lain termasuk Indonesia atau Asia. Apakah hanya di benua Afrika saja binatang Dubuk bisa bertahan hidup atau cocok habitatnya ?

Sebuah tim dari Museum Nasional Ilmu Pengetahuan Alam (National Museum of Natural Sciences (CSIC)) telah menganalisis dampak perubahan iklim terhadap kelangsungan hidup dubuk di Eropa lebih dari 10.000 tahun yang lalu. Perubahan-perubahan ini memainkan peran penting, tetapi para ilmuwan mengatakan masih diperlukan penelitian untuk melihat pengaruh ekspansi manusia dan perubahan fauna herbivora terhadap kepunahan spesies ini secara definitif di seluruh benua.

Sara Varela, penulis utama studi ini dan peneliti di National Museum of Natural Sciences ( CSIC), mengatakan bahwa perubahan iklim di masa lalu secara tidak langsung bertanggung jawab atas kepunahan dubuk yang pernah terlihat di Eropa selatan. Penelitian yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Quaternary Science Reviews ini menyatakan bahwa  populasi dubuk dari Afrika dan Eurasia menjadi terpisah selama maksimum glasial (kondisi iklim di Eropa selatan  yang ekstrim untuk spesies ini sekitar 21.000 tahun lalu).

Selain dipengaruhi oleh   iklim Eropa yang  mengalami perubahan secara “drastis”, populasi  fauna herbivora dan ekspansi manusia maka populasi dubuk dapat juga dipengaruhi oleh  kombinasi dari ketiga faktor tersebut yang saling bersinergi.

Apa saja yang dilakukan oleh para peneliti untuk memperkuat analisanya ? Para peneliti  mempelajari perubahan iklim di masa lalu dan mengidentifikasi daerah yang paling menguntungkan bagi dubuk di Eropa dengan  menggunakan model pertama  untuk melihat berbagai skenario iklim Pleistosen. Kemudian menggunakan model kedua untuk memperkirakan tingkat keparahan kondisi iklim bagi  kelangsungan hidup hewan tersebut.

Dubuk  (Crocuta crocuta) mulai terlihat  punah pada akhir Pleistosen  (sekitar 10.000 tahun yang lalu), bertepatan dengan maksimum glasial terakhir dan perluasan Homo sapiens. Sebagian  besar spesies hyena menghilang selamanya, tetapi dubuk tutul masih dapat bertahan selama beberapa saat dan mengalami modifikasi jangkauan geografis agar dapat bertahan hidup.

Distribusi  dubuk tutul terlihat secara umum di sub-Sahara Afrika, telah mengalami perubahan  “secara substansial” dari Pleistosen hingga sekarang. Memang saat ini dubuk  hanya ditemukan di Afrika, tetapi selama Pleistosen (hampir satu juta tahun yang lalu), dubuk sempat  terlihat menghuni di  Eurasia.

2 thoughts on “Mengapa Dubuk Hanya Ada Di Benua Afrika ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s