Apakah Libido Rendah Menunjukkan Serendah-rendahnya Nafsu ?

mallover.com

Apa itu libido ? Banyak yang mengartikan  libido dengan  hasrat, nafsu, gairah, dorongan duniawi, dan “tergila-gila”. Meskipun gagasan libido lebih tua dari Sepuluh Perintah Tuhan tetapi  ilmu pengetahuan modern telah memicu perdebatan tentang bagaimana terjadinya libido  dan apakah libido seseorang dapat ditingkatkan oleh obat.

Robert Taylor Segraves, seorang profesor psikiatri di Case Western Reserve University, Cleveland mengatakan bahwa  sudut pandang ekstrem semua keinginan  adalah mediasi secara interpersonal dan masalah  medis seperti  endokrin dan biologis. Dalam banyak studi dikatakan  libido laki-laki   lebih tinggi daripada libido perempuan. Tetapi hal ini  masih menjadi perdebatan panjang  dan  rumit.

Dalam survei  tahun 2004 terhadap 27.000 pria dan wanita di 29 negara dinyatakan sekitar 30-40 % dari mereka melaporkan kurangnya minat pada seks selama beberapa bulan. Ed Laumann, seorang profesor sosiologi di Universitas Chicago dan penulis studi tersebut mengatakan masalah serupa juga muncul di Amerika Serikat.

Ketika responden ditanya seberapa seringkah mereka melakukan  seks? Mayoritas pria menjawab mereka berpikir tentang seks setiap hari dan lebih sering. Sementara itu hanya 25 persen wanita berpikir tentang seks setiap hari. Laumann mengatakan 34 persen wanita di Amerika Serikat (tanpa melihat  usia) kurang minat pada seks selama setahun. Hal ini  yang dilakukan juga oleh  17 persen pria Amerika.

Baru-baru ini para terapis  banyak menjadi  perhatian dan  dibayar mahal dalam rangka meningkatkan libido. Pepper Schwartz, seorang profesor sosiologi di Universitas Washington di Seattle mengatakan dalam beberapa hal maraknya para terapis karena munculnya generasi  Baby Boomers.

Schwartz adalah salah satu terapis seks  yang sering melakukan tur keliling ke seluruh negeri dan  mengadakan seminar tentang hasrat perempuan. Turnya ini adalah bagian dari kampanye yang didanai  oleh perusahaan farmasi Boehringer Ingelheim, yang sedang  mengembangkan obat pertama untuk mengobati perempuan yang mempunyai libido rendah.

Menurut sebuah artikel berita di British Medical JournalFlibanserin yang dikenal sebagai obat untuk mengobati  “gangguan hasrat seksual hypoactive (hypoactive sexual desire disorder) ” telah disampaikan kepada Food and Drug Administration untuk dimintai  persetujuan agar bisa dipasarkan secara umum. Tetapi sebuah panel penasehat berjumlah  11 orang dengan suara bulat menolak untuk merekomendasikan hal ini kepada FDA dengan  mengutip hasil perbandingan dari plasebo dan laporan tentang  sering adanya efek samping.

Schwartz mengatakan bahwa untuk mengukur dampak dari Flibanserin maka  para peneliti harus mencari cara untuk memenuhi persyaratan tersebut,  mengukur tingkat  libido dan memutuskan Arizona Sexual Experience Scale (skor ASEX).

Asosiasi Psikiater Amerika ( American Psychiatric Association) telah meminta tim dokter untuk mendefinisikan gangguan hasrat seksual hypoactive dalam   Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) edisi ke-5 bulan Mei 2013. Lori Brotto, asisten profesor kebidanan dan ginekologi di University of British Columbia yang  juga  anggota gugus tugas APA mengatakan sistem lama didasarkan pada model respon seksual manusia yang dikembangkan pada tahun 1960. Model ini telah benar-benar banyak dikritik dalam beberapa dekade terakhir.

Menurut Brotto,  para  dokter dalam menentukan sebuah gangguan seksual berdasarkan pada diagnosis yang menyatakan  gairah seksual yang normal mengikuti pola linear “hasrat, gairah dan orgasme” dan  fantasi seksual masih termasuk dalam libido yang sehat.

Tapi Brotto dalam laporan singkat  penelitian terbaru menunjukkan banyak perempuan dan laki-laki tidak mengikuti pola yang ketat. Selain itu  terlihat  “kurangnya fantasi” pada wanita yang tidak biasa dan  hal tersebut bukanlah sebuah masalah. Brotto juga mengatakan, gugus tugas telah merekomendasikan daftar enam gejala, dimana ada empat gejala baru yang muncul pada  penelitian baru tentang libido.

Salah satu  contoh gejala adalah berupa pertanyaan berikut,  “Apakah wanita tidak pernah memiliki hasrat   bahkan setelah seks telah dimulai?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s