5 Mitos Tentang Tubuh Wanita

Tulisan ini murni disadur dan diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia dari sebuah artikel yang ditulis oleh Robin Nixon, koresponden Livescience yang berjudul 5 Myths about Women’s Bodies. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Mitos: Dokter dapat mengetahui keperawanan seorang wanita

virginity (shakespearessister.blogspot.com)

Beberapa studi telah melaporkan sekalipun  menggunakan perbesaran 10 kali lipat, dokter tidak bisa secara akurat menentukan keperawanan dari seorang wanita seksual aktif. Hal ini tidaklah  sesederhana mencari lubang di selaput dara karena selalu ada lubang di selaput dara.

Dr. Rachel Vreeman dan Dr.Carroll dari Indiana University,  penulis buku  “Don’t Swallow Your Gum.” mengatakan bahwa beberapa orang berpikir selaput dara adalah “segel” dari vagina (sampai keperawanan hilang), tetapi itu tidak benar. Dalam kasus yang jarang terjadi pada saat disegel, periode pembentukan darah  dalam rahim dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah.

Mitos: Wanita dan pria membutuhkan tidur yang sama

destruction sleep credit dreamstime

Sebuah studi tahun  2008 yang dipimpin oleh Edward Suarez dari Duke University menemukan bahwa membolak-balikkan badan tidak hanya menyebabkan wanita mengalami  lebih banyak tekanan psikologis tetapi  hal ini juga menimbulkan peningkatan kadar insulin dan peradangan. Penelitian ini melibatkan 210 responden.

Sebuah penelitian oleh peneliti di Universitas Warwick pada tahun 2007 menemukan bahwa wanita yang tidur selama  lima jam atau kurang  setiap malam maka ada kemungkinan  menderita hipertensi  dua kali lebih banyak daripada wanita yang tidur selama tujuh jam atau lebih. Hal ini tidak berlaku bagi pria.

Mitos: Antibiotik membuat pil KB tidak dapat diandalkan

birth control Credit: stock.xchng

Carrol mengatakan bahwa banyak dokter percaya pernyataan tersebut. Sekitar satu persen tingkat kegagalan pil KB dari waktu ke waktu. Dan  tingkat kegagalan tidak berubah pada saat menggunakan antibiotik.

Kecuali Rifampisin, antibiotik yang diresepkan untuk tuberkolosis. Rifampisin menyebabkan tingkat  kehamilan lebih rendah dengan  menjaga kadar hormon  yang disebabkan oleh pil KB. Tetapi apakah efeknya cukup besar untuk meningkatkan risiko kehamilan ? Tidak jelas.

Mitos: Menopause menyebabkan penurunan dorongan seks

woman body Credit: stockxpert

Sebuah survei komprehensif mengenai kebiasaan seksual di Amerika Serikat oleh Edward Laumann dan rekan pada tahun 1994 menemukan bahwa sekitar setengah dari wanita di usia lima puluhan telah beberapa kali melakukan hubungan seks setiap bulan.

Vreeman mengatakan  cepat panas (hot flashes) dan ketidaknyamanan lain dapat membuat seorang wanita menjadi tidak bahagia tetapi semua itu tidak ada  kaitan  langsung antara menopause dan hasrat seksual.

Mitos: Seorang wanita tidak bisa hamil selama periode menstruasi

prenant mother Credit: Dreamstime

Aaron Carroll dari Indiana University dan penulis “Don’t Swallow Your Gum: Myths, Half-truths and Outright Lies About Your Body and Health” (St. Martin’s Griffin, 2009) mengatakan bahwa seorang wanita  mungkin saja bisa  hamil selama periode menstruasi.

Carroll mengatakan bahwa di dalam tubuh  seorang wanita, sperma bisa menunggui sel  telur selama seminggu. Ovulasi dapat terjadi segera setelah atau selama fase perdarahan dari siklus menstruasi wanita dan memberikan kesempatan sperma untuk mendapatkan keberuntungan. Metode pengendalian waktu lahir tidak bekerja dengan baik. Sebaiknya yang melakukannya adalah pasangan suami-istri yang nantinya disebut orang tua.

4 thoughts on “5 Mitos Tentang Tubuh Wanita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s