Hubungan Antara Pornografi Dan Pemilu Di Amerika Serikat

Hasil penelitian baru mengatakan Voting untuk kandidat pemenang membuat orang ingin menonton hal-hal yang berbau pornografi. Atas dasar  studi masa lalu tentang kadar testosteron, pasangan psikolog ini  menyelidiki  penggunaan internet dan menemukan pola antara jumlah permintaan pencarian untuk hal-hal yang berbau  porno dan negara-negara bagian  yang mendukung pemenang dalam dua pemilihan presiden terakhir  dan pemilihan anggota  kongres. Penelitian ini secara rinci diulas secara online dalam jurnal Evolution and Human Behavior edisi 23 September 2010.

mytvpitchsite.com

Pada penelitian ini Patrick Markey dari Vilanova University yang berkolaborasi dengan istrinya, Charlotte Markey dari Rutgers University mengatakan kadangkala kita tidak terpikirkan kalau kadar  testosteron mungkin meningkat setelah pemilu atau  kita menjadi lebih seksual  dan tertarik pada pasangan atau pornografi segera setelah menang. Hal ini  menunjukkan bahwa lingkungan dapat mengubah kita dengan cara yang tidak terpikirkan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa setelah menang atau kalah dalam kompetisi, orang sering mengalami lonjakan atau penurunan testosteron. Perubahan tersebut juga terlihat pada penonton  kontes. Sebagai contoh,  pria biasanya menunjukkan penurunan sedikit kadar testosteron pada malam hari. Pemilih laki-laki untuk  Senator John McCain menunjukkan penurunan testosteron lebih besar  selama pemilihan Presiden Amerika Serikat 2008. Sebaliknya pemilih laki-laki untuk Senator Barack Obama terus stabil.

Sejak adanya keterkaitan antara  testosteron dan seks, Pasangan Markey ini beralasan bahwa setelah pemilu mereka yang telah memilih pemenang mungkin mencari rangsangan seksual. Dua psikolog berfokus pada internet dan menemukan setiap hari sekitar 25 persen dari seluruh permintaan mesin pencarian   adalah pornografi dan 72 persen dari pengunjung situs porno tersebut adalah pria.

Google meyediakan  laporan mingguan tentang  apa saja  yang dicari oleh banyak orang dan melacak daerah mana permintaan tersebut berasal. Dengan menggunakan data ini, para peneliti mendapatkan  popularitas pencarian pornografi di setiap  negara bagian baik  untuk “merah” (Partai Republik)  dan “biru”  (Partai Demokrat) dalam seminggu sebelum dan setelah pada tahun 2004 dan 2008 pemilihan presiden serta jangka menengah pada tahun 2006. Pencarian ini memeriksa  10 kata paling populer yang biasa digunakan dalam permintaan yang berbau  porno  seperti “boobs.”

Pasangan Markey juga  menemukan bahwa setelah pemilihan presiden tahun 2004 (yang dimenangkan oleh  George W. Bush dari Partai Republik) dan tahun 2008 pemilihan presiden (dimenangkan oleh Obama dari Partai Demokrat), pencarian hal-hal yang berbau porno  tidak naik di negara-negara bagian yang memilih partai pemenang. Tren ini juga berlaku  untuk pemilu paruh waktu tahun 2006, ketika  Partai  Demokrat memenangkan pemilihan Senat, DPR,  mayoritas gubernur dan legislatif negara.

Para psikolog mencatat bahwa penjelasan lain dari  temuan ini adalah pemilih untuk kandidat terpilih berada  dalam suasana hati yang lebih baik. Dengan demikian lebih mungkin mempunyai keinginan seks. Namun penelitian terakhir telah menunjukkan hasil yang beragam pada hubungan antara suasana hati dan keinginan seks. Misalnya sering kali orang-orang yang merasa kalah  memiliki keinginan seks  yang besar.

Patrick Markey menyatakan bagi sebagian orang, aktifitas seks tidak dilakukan untuk merayakan suasana hati  tetapi untuk mengubahnya pada  saat sedih. Orang  melakukan hubungan seks untuk membuat diri bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s