Gemuk Tapi Sehat, Apakah Mungkin Bisa?

Apakah mungkin orang bertubuh  gemuk mempunyai kondisi tubuh  fit? Banyak peneliti mengatakan sebaiknya orang gemuk menurunkan berat badannya.  Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care edisi September 2010 menemukan bahwa orang yang mengalami obesitas tapi mempunyai metabolime tubuh  sehat (artinya mereka memiliki tekanan darah dan kadar gula darah normal  serta kadar kolesterol yang  sehat) dan masih bisa meningkatkan profil kesehatan mereka dengan menurunkan berat badannya beberapa pon.

Martin Brochu, seorang peneliti obesitas di Université de Sherbrooke, Quebec mengatakan penelitian ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa orang yang mengalami obesitas sebenarnya kesehatannya  bisa lebih buruk jika mereka menurunkan berat badan. Apa yang bisa dijelaskan dari  studi baru ini tentang seberapa banyak orang dapat berhasil  menjadi obesitas dan sehat.

Para peneliti telah lama mengetahui bahwa kelebihan berat badan tidak berpengaruh pada setiap orang. Dikatakan obesitas apabila memiliki  indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih. BMI adalah  suatu ukuran yang meliputi tinggi dan berat badan tetapi tidak terkait dengan perbandingan massa otot menjadi lemak. Pada tingkat populasi yang luas, BMI lebih dari 30 terkait dengan berbagai masalah kesehatan seperti  penyakit jantung dan diabetes. Tetapi pengukuran kurang sensitif bila digunakan  untuk memprediksi kesehatan individu.

factoidz.com

Mulai tahun 1960-an, para peneliti mencatat bahwa beberapa individu obesitas tidak memiliki keterkaitan dengan penyakit berat. Beberapa individu obesitas memiliki kolesterol darah normal dan sensitivitas insulin normal, berarti mereka tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung dan diabetes.

Pada tahun 2001, Brochu dan rekan melakukan tes terhadap 43 individu obesitas dan wanita pasca-menopause. Dari hasil tes tersebut ditemukan  17 individu memiliki  metabolisme tubuh  sehat. Dimanakah  mereka menyimpan lemak tubuhnya. Mereka yang sehat mempunyai  setengah lemak visceral (visceral fat). Sedangkan mereka yang tidak sehat mempunyai  lemak perut dalam. Penelitian lain menunjukkan bahwa lemak visceral yang berada di  sekitar organ perut lebih merugikan tubuh dibandingkan dengan  lemak subkutan (subcutaneous fat) yang ditemukan tepat di bawah kulit.

Peter Janiszewski, seorang peneliti obesitas dan baru lulus Ph.D.  dari Queen’s University,  Toronto mengatakan sel-sel lemak di depot visceral cenderung memuntahkan semacam  kelebihan lemak ke dalam aliran darah. Janiszewski juga  menambahkan bahwa orang yang mengalami obesitas dengan metabolisme tubuh  sehat biasanya lebih aktif daripada  yang mengalami obesitas dengan metabolisme tubuh tidak sehat.

Belum ada definisi umum tentang  kesehatan metabolik pada orang gemuk tetapi para peneliti memperkirakan antara 25-30 persen dari penderita obesitas memiliki profil metabolik normal. Mengapa beberapa orang berusaha menghilangkan lemak perut bawah ? Jika mereka merasa sehat, mengapa harus menurunkan berat badan ?

Sebuah penelitian yang  diterbitkan oleh  jurnal Diabetologica tahun 2008 menyarankan untuk tidak perlu menurunkan berat badan.  Dalam penelitian itu, 20 wanita gemuk dengan metabolik sehat dan 24 wanita dengan metabolik  berisiko melakukan diet secara terus menerus untuk menurunkan berat badan selama  enam bulan.

Hasil penelitian tersebut  menunjukkan para wanita metabolik sehat sebenarnya mengalami penurunan 13 persen sensitivitas insulin setelah kehilangan sekitar 6 persen berat badannya. Penurunan sensitivitas insulin  justru menjadi  faktor risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.  Selain itu penelitian tersebut menunjukkan bahwa penurunan  berat badan membuat wanita gemuk dengan metabolisme tubuh  sehat menjadi kurang sehat.

Bulan lalu, Janiszewski dan penasihat Program Doktoralnya  melakukan penelitian dengan meniru hasil-hasil penelitian di tahun 2008 tersebut.  Metode yang dipakai adalah penurunan berat badan dengan melakukan olahraga dan berlaku bagi pria maupun wanita. Setelah enam bulan, para peneliti mengukur sensitivitas insulin para peserta. Hasilnya berbeda dengan temuan dari studi sebelumnya yaitu terlepas dari bagaimana orang-orang obesitas metabolik sehat kehilangan berat badannya, ternyata sensitivitas insulin mereka meningkat sebesar 18,5 persen.

Menurut  Centers for Disease Control and Prevention, obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama. Obesitas  bertanggung jawab atas 9 persen dari total pengeluaran kesehatan AS pada tahun 1998. Bahkan obesitas metabolik sehat berada pada risiko tinggi  terhadap  masalah kesehatan seperti nyeri sendi dan depresi.

Centers for Disease Control and Prevention

Pada tahun 2009, para peneliti mengusulkan sebuah skala baru dalam International Journal of Obesity yang akan memperhitungkan faktor risiko metabolik. Dalam skala itu, pasien obesitas metabolik sehat akan diberi konseling untuk menjaga berat badan mereka dengan pola makan yang baik  dan berolahraga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s