7 Eksperimen Medis Sadis Yang Pernah Dilakukan

Sudah seharusnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di segala aspek kehidupan dapat memberikan manfaat bagi kemaslahatan manusia. Tetapi kadang-kadang para ilmuwan justru membiarkan dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan  nilai-nilai kemanusiaan serta melanggar etika yang berlaku secara universal.

Baru-baru ini, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan permintaan maaf secara resmi ke pemerintah  Guatemala atas eksperimen yang  dilakukan di sana pada tahun 1940-an. Eksperimen yang melibatkan para tahanan dan pasien penyakit jiwa tersebut  justru berdampak pada peningkatan penyebaran penyakit sipilis.

Proyek Guatemala hanyalah salah satu dari banyak eksperimen mengerikan yang pernah dilakukan dilakukan atas nama pengobatan. Beberapa penyimpangan etis dilakukan oleh orang-orang yang merasa yakin bahwa apa yang  diperbuat adalah benar adanya. Stephanie Pappas, Penulis Senior LiveScience  membuat artikel  singkat tentang hal ini. Artikel  ini sengaja disadur dan diterjemahkan bebas oleh saya untuk mengingatkan kembali bahwa hanya Tuhanlah yang mempunyai kehendak dan kuasa atas ciptaanNya.   Berikut adalah tujuh percobaan terburuk  yang pernah dilakukan kepada manusia dalam sejarah :

 

Studi Tuskegee (The Tuskegee Study)

Tuskegee Credit: National Archives

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit,  pada tahun 1932 Dinas Kesehatan Amerika Serikat pernah melakukan penelitian mengenai efek kesehatan dari sifilis yang tidak diobati. Sayangnya tanpa disadari oleh para peserta ternyata mereka yang tertular sifilis tidak mendapatkan perawatan yang memadai.

Para peneliti yang melacak perkembangan penyakit  terhadap  399  pria  kulit hitam di Alabama (juga diikuti oleh 201 pria sehat), mengatakan bahwa  mereka yang dirawat disebabkan oleh  “darah buruk.” Faktanya  kebanyakan  peserta  tidak pernah mendapatkan  perlakuan memadai, bahkan di tahun 1947 ketika penisilin menjadi obat pilihan untuk mengobati sifilis. Baru pada tahun 1972 mata publik terbuka setelah sebuah artikel surat kabar memberitakan penelitian yang mematikan ini.

 

Studi Sifilis di Guatemala (Guatemala syphilis study)

Hillary Clinton Credit: U.S. Dept of Defense

 

Banyak orang merasa tidak yakin  kalau pemerintah sengaja memberikan infeksi sifilis terhadap para peserta Tuskegee. Tetapi semuanya menjadi terbuka setelah Profesor Susan Reverby dari Wellesley College  mengeluarkan hasil temuannya yang menyatakan peneliti US Public Health Service memang sengaja melakukannya. Reverby mengungkapkan bahwa antara tahun 1946-1948 penelitian yang  disponsori oleh   pemerintah AS dan Guatemala telah sengaja memberikan infeksi sifilis kepada tahanan dan pasien rumah sakit jiwa di  Guatemala.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji bahan kimia dalam rangka mencegah penyebaran penyakit. Para peneliti  menginfeksi subyek  dengan  cara membayar mereka untuk melakukan hubungan seks dengan pelacur yang terinfeksi, penularan melalui kulit penis dan memasukkan   bakteri sipilis pada luka.

Memang mereka yang terkena  sifilis diberikan  penisilin sebagai  langkah pengobatan, tetapi  Reverby tidak menemukan  catatan yang mengindikasikan adanya tindak lanjut atau informasi lengkap dari  para peserta. Pada 1 Oktober 2010, Menteri Luar Negeri  Hillary Clinton dan Menteri  Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat  Kathleen Sebelius mengeluarkan pernyataan bersama yang berisi permohonan  maaf  dan penyesalan atas dampak penelitian tersebut.

 

Budak Sebagai Kelinci Percobaan Operasi Persalinan

JM Sims Credit: Public Domain

Bapak Ginekologi Modern, J. Marion Sims, banyak memperoleh ketenaran dengan melakukan operasi eksperimental terhadap  wanita budak. Sims tetap menjadi tokoh kontroversial sampai hari ini  karena kondisi wanita yang mendapatkan  perlakuan  fistula vesico-vagina, menyebabkan penderitaan yang mengerikan.

Dalam sebuah kuliah tahun 1857, Sims melakukan operasi tanpa anestesi dengan alasan  anestesi baru saja ditemukan sehingga masih dipertanyakan manfaatnya  dan  Sims percaya operasi tidak cukup menyakitkan untuk membenarkan keyakinannya.

Para penentangnya  mempertanyakan  apakah pasien Sims diberikan kebebasan atau tidak untuk memilih dan menyetujui cara operasi yang diinginkan ?  Profesor Kerja Sosial Durrenda Ojanuga di University of Alabama dalam Journal of Medical Ethics tahun 1993 mengatakan bahwa Sims telah memanipulasi  lembaga sosial   urusan perbudakan untuk melakukan eksperimentasi terhadap manusia dan tidak tidak dapat diterima.

Pembunuhan Burke dan Hale

Robert Knox Credit: Public Domain

Sampai tahun 1830-an, secara hukum hanya institusi tertentu yang diperbolehkan untuk menyediakan mayat bagi  ahli anatomi   dalam melakukan praktek  pembedahan dan sebagian besar mayat  yang  tersedia adalah mayat-mayat  pembunuh yang telah dieksekusi. Pada saat mayat-mayat  pembunuh relatif jarang maka  banyak ahli anatomi memperoleh mayat dengan membeli dari pencuri mayat (75%)  atau melakukan pencurian  sendiri.

Pemilik kos Edinburgh William Hare dan temannya William Burke menjalankan  aktivitas kewirausahaan ini. Menurut Mary Roach dalam bukunya berjudul  ” Stiff: The Curious Lives of Human Cadavers ” (WW Norton & Company, 2003), dari tahun  1827-1828, dua orang tersebut telah menyimpan lebih dari selusin mayat  di penginapannya  dan menjual mayat-mayat tersebut kepada ahli anatomi bernama  Robert Knox, . Knox tampaknya tidak menyadari atau tidak peduli kalau pemasok mayat  terbarunya tersebut akan membawanya kepada jeratan  hukum.

Pada akhirnya Burke dinyatakan bersalah dan divonis hukuman gantung atas  kejahatannya tersebut dan kasus ini mendorong pemerintah Inggris untuk melonggarkan pembatasan pembedahan.

“Monster Study”

Sad Crying Boy Credit: Dreamstime

Pada tahun 1939, pidato para  ahli  patologi dari University of Iowa dijadikan patokan  untuk membuktikan teori mereka yaitu  gagap adalah perilaku yang  disebabkan oleh kecemasan seorang anak dalam  berbicara. Sayangnya, cara para ahli dalam mengungkap gagap ini  adalah dengan mendorong kebiasaan  gagap pada anak yatim dan  mengatakan mereka memang  ditakdirkan  gagap di masa depan.

Para peneliti duduk dengan anak-anak yatim piatu  di Ohio Soldiers and Sailors Orphans’ Home. Selanjutnya para ahli   menunjukkan tanda-tanda kegagapan dan melarang anak-anak untuk  berbicara kecuali anak-anak tersebut merasa yakin  bisa berbicara benar. Percobaan bukannya mengurangi kebiasaan  gagap, tetapi sebaliknya yaitu  membuat anak-anak yang  sebelumnya normal menjadi cemas, tertekan  dan diam.

Menurut sebuah artikel penelitian di New York Times, tahun 2003, “Monster Study” dijadikan julukan bagi para mahasiswa patologi Iowa. Ada tiga anak yang masih hidup dan tiga orang lainnya mengajukan gugatan kepada pemerintah  Iowa dan University of Iowa. Pada tahun 2007, Iowa diperintahkan oleh hukum untuk membayar ganti rugi senilai  total $ 925.000.

 

Unit 731(Japan’s Unit 731)

Credit: Wikipedia

 

Sepanjang tahun 1930-an dan 1940-an, Tentara Kekaisaran Jepang melakukan perang biologis dan tes medis terhadap penduduk sipil di Cina. Jumlah korban tewas dari eksperimen brutal tersebut  tidak diketahui, tetapi ada kemungkinan sebanyak 200.000 orang  telah meninggal, menurut laporan New York Times tahun 1995.

Di antara kekejaman yang dilakukan adalah dengan menjadikan kota-kota di Cina sebagai lumbung wabah  kolera, tipus dan kutu busuk yang sangat menular. Para tahanan diperintahkan  berbaris dalam cuaca dingin dan dilakukan eksperimen terhadap mereka untuk menentukan pengobatan terbaik bagi radang dingin. Mantan anggota unit 731 mengatakan kepada media bahwa para tahanan dimasukkan dalam kamar  gas racun dengan tekanan udara tertentu  sampai mata mereka muncul keluar dan  membedah mereka dalam kondisi setengah sadar.

 

Eksperimen Medis Nazi (Nazi Medical Experiments)

Credit: Library of Congress

 

Mungkin eksperimen  jahat terhadap manusia yang paling terkenal sepanjang masa adalah apa yang dilakukan oleh Josef Mengele, seorang dokter SS di Auschwitz. Mengele menyisir kereta api yang datang dengan dua tujuan yaitu melakukan eksperimen sadis di atas kereta api dan membuktikan teori-teorinya tentang  supremasi ras Arya. Banyak orang yang mati dalam eksperimennya tersebut. Mengele  juga mengumpulkan mata “pasien” yang mati menurut US Holocaust Memorial Museum.

Nazi menggunakan beberapa  tahanan sebagai kelinci percobaan   untuk menguji pengobatan  penyakit menular dan perang kimia. Tahanan lainnya  dipaksa masuk ke dalam ruang tekanan rendah dengan suhu beku untuk percobaan penerbangan. Belum lagi tidak terhitungnya jumlah  tahanan yang menjadi sasaran eksperimental prosedur sterilisasi. Menurut saksi sejarah yang diwawancarai  oleh Museum Holocaust, pernah seorang wanita diikat  payudaranya  dengan tali sehingga dokter SS bisa melihat berapa lama waktu bayinya kelaparan. Akhirnya wanita tersebut menyuntik anaknya  dengan dosis morfin mematikan  untuk dapat bertahan lama dalam  penderitaan.

Beberapa dokter yang bertanggung jawab atas kekejaman ini kemudian diadili sebagai penjahat perang, tapi Mengele melarikan diri ke Amerika Selatan. Pada tahun 1979, Mengele  meninggal dunia di Brasil karena stroke.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s