Apakah Faktor Genetik Mempengaruhi Perilaku Belanja Seseorang ?

Pernahkah kita bertanya-tanya mengapa kita  lebih menyukai  cokelat daripada vanili,  film aksi daripada  film drama atau musik rock daripada  jazz? Alasannya mungkin telah muncul jauh sebelum kita lahir dan telah tumbuh kembang dari nenek moyang kita dahulu kala.

 

Shopping (Lori Andrews / Getty Images)

 

 

Baru-baru ini para peneliti  melihat adanya efek warisan gen yang  belum diselidiki terhadap  kebiasaan belanja konsumen. Tampaknya ada faktor genetika yang mempengaruhi orang menyukai produk tertentu seperti coklat, film fiksi ilmiah, jazz, mobil hibrida dan hamburger. Perilaku belanja konsumen ini sempat menjadi perhatian  Time.com untuk mengupasnya pada tanggal 21 September 2010.

Itamar Simonson, Profesor Pemasaran Universitas Stanford   dan  Aner Sela, Asisten Profesor Pemasaran Universitas Florida  yang mempublikasikan hasil penelitiannya  tersebut dalam Jurnal Consumer Research mengatakan  sebenarnya kesukaan sebagian besar orang terhadap sesuatu  dipengaruhi oleh faktor genetik.

Kedua peneliti melakukan survei terhadap kebiasaan belanja kembar fraternal dan identik. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan  tanggapan dari kembar identik dan berbeda dengan kembar fraternal  Kesamaan menunjukkan “perilaku atau sifat  yang diwariskan.”

Seorang konsumen bernama  Emily Easley  mengatakan  bahwa dia mempunyai kebiasaan atau perilaku belanja  yang sama dengan ibunya dan yakin kalau hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik. Contoh adanya faktor genetik adalah pada saat dia membeli T-shirt baru dengan beberapa desain bunga di sekitar leher, ternyata ibunya juga membeli hal yang sama termasuk warna T-shirtnya.

Peneliti juga mengungkapkan bahwa tampaknya orang  mewarisi kecenderungan lain yang berkaitan dengan faktor keuangan dalam menentukan barang yang akan dibeli  seperti memilih  kompromi dan menghindari ekstrim, melihat seberapa besar keuntungan yang diperoleh, mencari pilihan terbaik yang tersedia dan pilihannya  jelas diperlukan.

Dianne Martz, konsumen asal Boston mengatakan baik  nenek, ibu, anak perempuan dan dirinya mempunyai kebiasaan  berbelanja hemat dalam hidup mereka. Kebiasaan berbelanja hemat tersebut memang telah lama dilakukan dan dicontohkan oleh orang-orang tua mereka dahulu.

“Jadi yang diwariskan?” Tanyanya. “Tergantung definisi Anda. (Anak saya) pasti punya itu ‘dari saya, seperti yang saya lakukan dari ibu saya dan dia dari miliknya. Tapi saya pikir itu lebih merupakan masalah yang mengamati perilaku dan proses pengambilan keputusan dari tua yang memiliki dampak paling besar pada kita masing-masing. Beberapa sudah pasti diajarkan. “

Para peneliti mencatat ingin menggambarkan adanya pengaruh gabungan alam pada penilaian  dan pilihan konsumen. Saat ini penelitian  ingin menunjukkan bahwa faktor warisan dan melekatnya komponen preferensi memegang  peranan kunci dalam perilaku belanja serta layak mendapatkan perhatian lebih di bidang pemasaran dan pengambilan keputusan riset.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s