Pada Masa Subur Wanita Lebih Tertarik Kepada Pria Bukan Pasangannya

celebguru.org

Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa wanita heteroseksual yang pasangannya memiliki wajah  kurang maskulin  lebih tertarik kepada pria lain selama ovulasi. Wanita dengan mitra maskulin, umumnya kurang tertarik dengan pria lain. Mungkin hal ini disebabkan oleh  sifat wanita cenderung mencari suatu yang berbau seksi  ketika mereka sedang dalam kondisi suburnya dan itu didapatkan dari pasangannya yang maskulin. Uniknya walaupun para wanita tersebut tidak mencari pria  lain tetapi mereka  tidak lebih  tertarik kepada pasangannya sendiri. Alasannya adalah selama masa subur, wanita lebih menginginkan seks daripada nafsu. Penelitian  ini dilaporkan dalam jurnal Evolution and Human Behavior edisi November 2010

Salah satu penulis studi Steven Gangestad, seorang Psikolog Evolusi dari University of New Mexico mengatakan pria berwajah baby face disukai oleh para wanita tetapi hanya sebagai pasangan jangka pendek dan bukan pasangan seumur hidup.

Para peneliti merekrut 66 pasangan heteroseksual monogami. Para wanita melakukan tes hormon untuk menentukan fase mereka dalam siklus menstruasi. Selanjutnya 3 kali  selama sebulan, para wanita datang ke lab untuk menjawab kuesioner tentang atraksi  dan fantasi seksual mereka . Salah satu sesi dijadwalkan pada masa subur setiap wanita, sementara dua lainnya adalah selama luteal (fase non-subur) dan  fase siklus menstruasi.

Kemudian para pria yang akan dijadikan pasangan bagi para wanita melakukan ujian layaknya masuk perguruan tinggi dan  tes pola pencarian untuk mengukur kecerdasan mereka. Foto-foto para pria  dinilai berdasarkan daya tarik dan maskulinitas.

Selama bertahun-tahun para peneliti percaya bahwa para wanita Homo sapiens  telah berevolusi untuk menyembunyikan masa subur mereka, tidak seperti primata lainnya yang menunjukkan pembengkakan  alat kelaminnya  sebagai sinyal kesuburan kepada  pejantannya. Namun dekade terakhir, beberapa penelitian menunjukkan bahwa  wanita tidak menyembunyikan masa kesuburannya. Selain itu beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa  selama masa subur dari siklus haid,  bau dan penampilan wanita   lebih menarik bagi pria. Tetapi penelitian lain menunjukkan bahwa adanya perubahan cara berjalan para wanita pada saat ovulasi dan mereka lebih memperhatikan dandanan dan pakaiannya.

Gangestad mengatakan bahwa wanita yang mempunyai pasangan dengan wajah yang kurang maskulin lebih tertarik kepada pria lain yang berwajah maskulin pada masa kesuburan. Para wanita tersebut  lebih cenderung memiliki fantasi seksual kepada pria yang bukan pasangannya. Penemuan ini sesuai dengan teori yang mengatakan pria  yang lebih maskulin akan menghasilkan keturunan yang bugar  sejak  hormon-hormon reproduksi pertama kali berevolusi.

Secara statistik daya tarik wajah bukanlah  faktor signifikan  bagi wanita untuk bernafsu kepada pria lain  meskipun wanita dengan pasangan lebih menarik (terlepas dari apakah mereka memiliki wajah maskulin atau feminin) cenderung mendapatkan dorongan minat seksual bagi mereka pada masa subur. Ternyata pria maskulin  tidak memprovokasi peningkatan minat seksual pasangan mereka. Mungkin para wanita  menginginkan seks untuk  sebuah keintiman di  luar periode subur tetapi pada periode  subur,  mereka termotivasi oleh penampilan.

Di sisi lain kecerdasan seorang pria tidak menjamin seorang wanita untuk tertarik. Temuan ini sungguh  mengejutkan karena dalam teori  psikologi evolusi dikatakan wanita menginginkan keturunannya memiliki gen kecerdasan.

Martie Haselton, Psikolog dari University of California, Los Angeles yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan hipotesis yang menyatakan manusia setidaknya sebagian didorong oleh kekuatan evolusi membuat banyak orang merasa tidak nyaman. Studi lain oleh Gangestad dalam  jurnal  Evolution and Human Behavior pada edisi yang sama menemukan wanita yang disurvei selama masa subur menyatakan  nafsu mereka  lebih didasarkan pada ketertarikan fisik dan kemauan lebih untuk berhubungan dengan orang asing yang menarik. Hal inilah yang dapat menyebabkan ketegangan diantara beberapa pasangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s