Cara Terbaik Untuk Berbohong Kepada Anak Berusia 3 Tahun

mychildsready.blogspot.com

Menurut sebuah studi baru, tidaklah sulit bagi orang dewasa untuk berbohong kepada anak balita berusia 3 tahun sehingga tidak diperlukan trik khusus. Anak balita berusia 3 tahun yang mendengar informasi  tidak benar berupa kebohongan-kebohongan dari orang dewasa lebih cenderung percaya daripada mendapatkan isyarat visual palsu. Temuan ini menunjukkan bahwa walaupun anak-anak dapat mengetahui adanya kepalsuan tetapi mereka percaya kepada hal-hal yang diperintahkan oleh orang dewasa.

Sebelum berusia 4 tahun, anak-anak sangat mudah percaya. Mereka menerima perkataan orang dewasa seperti keberadaan Santa Claus di  bumi. Untuk mengetahui apakah anak-anak percaya kepada hal-hal  umum atau apakah ada sesuatu yang khusus tentang informasi verbal maka Psikolog  Perkembangan dari Universitas Virginia,  Vikram Jaswal menyiapkan dua percobaan.

Yang pertama,  orang dewasa menunjukkan dua cangkir berwarna kepada seorang anak kecil dan  orang dewasa tersebut menyembunyikan  stiker di bawah salah satu cangkir. Kemudian orang dewasa  tersebut  mengatakan kepada anak kecil  bahwa jika anak kecil tersebut bisa menemukan stiker pada percobaan pertama maka ia akan bisa menyimpan dan memilikinya. Selanjutnya orang dewasa tersebut berbohong kepada anak kecil  dengan mengatakan bahwa stiker berada  di bawah cangkir kosong.

Percobaan yang lain adalah sama, hanya saja tidak mengatakan  letak  stiker yang salah  kepada anak kecil tersebut tetapi orang  dewasa menempatkan panah hitam di cangkir kosong. Tetapi sebelumnya anak-anak  memainkan sebuah permainan di mana mereka mengetahui bahwa panah  hitam  di  cangkir menandakan adanya  mainan di dalamnya.

Semua anak-anak percaya kepada apa yang diperintahkan  oleh orang  dewasa pada kedua percobaan. Anak-anak  yang melihat panah  di bawah sebuah cangkir  dengan cepat menangkap akan keberadaan stiker.  Tetapi bila tidak ditemukan stiker maka dengan segera mereka melihat cangkir yang lain. Rata-rata, anak-anak menemukan stiker sekitar 5 dari 8 kali. Sebaliknya, rata-rata anak-anak yang mendengar informasi verbal  tidak benar menemukan  stiker sekitar 1,4 kali. Setengah dari anak-anak tidak pernah  menangkap adanya kebohongan yang dilakukan oleh orang dewasa  kepada mereka walaupun  orang  dewasa telah mengingatkan kalau  anak-anak telah dibohongi sebelumnya.

Setelah percobaan, semua anak  baik yang tidak atau menemukan stiker  diberikan stiker untuk menghindari rasa frustasi dari anak-anak yang gagal menemukan stiker. Seolah-olah semua anak diperlakukan sama.

Sebuah studi putaran kedua  menemukan bahwa anak-anak berusia  3 tahun  yang bisa melihat dan mendengar orang dewasa memberikan informasi palsu lebih sering tertipu daripada anak-anak yang hanya mendengar suara orang dewasa.

Temuan yang dipublikasikan oleh jurnal Psychological Science edisi Oktober 2010  menunjukkan bahwa anak-anak tidak memiliki kepercayaan generik kepada orang lain.  Sebaliknya,  secara  khusus  anak-anak mempercayai kesaksian orang lain, yang mungkin berasal dari ketergantungan mereka terhadap orang dewasa.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu dalam Jurnal Moral Education ditemukan bahwa  secara mengejutkan  orang tua sering  kali berbohong kepada anak-anak mereka.  Hal ini mengakibatkan  anak-anak menjadi skeptis terhadap apa yang dikatakan oleh orang tuanya di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s