Apakah Menjadi Pemenang Nobel Dapat Membuat Kita Kaya ?

 

Nobel Prize (oehlberg.com)

 

 

Penemuan-penemuan dari pemenang Hadiah Nobel sering merubah kehidupan masyarakat, tapi sebenarnya banyak dari  pemenang  tidak mendapatkan  manfaat dari penelitian mereka, setidaknya secara finansial.

Bruno Strasser, Asisten Profesor Sejarah Ilmu Pengetahuan & Kedokteran di Universitas Yale mengatakan sebagian besar penerima tidak otomatis menjadi kaya setelah mendapatkan Hadiah Nobel. Namun hal itu tergantung pada bagaimana kita  mendefinisikan kaya. Hadiah bagi penerima hadiah Nobel sendiri telah mencapai $ 1,5 juta (10 juta Krona Swedia) selama sembilan tahun terakhir. Nilai hadiah tersebut sebelum dipakai bersama (sering sampai tiga orang di bidang tertentu) dan dipotong pajak.

Apa jumlah uang yang  tersisa masih merupakan jumlah yang signifikan  ? Memang uang pemberian tersebut bisa jadikan sebagai uang pensiun dan  para penerima juga  tidak meninggalkan pekerjaan sehari-hari  di universitas. Strasser mengatakan pendapatan rata-rata ilmuwan senior adalah kurang dari enam angka. Namun banyak ilmuwan  dapat mendapatkan uang ekstra sebagai pembicara, komisaris perusahaan dan penulis buku. Hadiah Nobel dapat memberikan status baru bagi para ilmuwan yaitu selebriti di bidang mereka yang berarti akan meningkatkan gengsi.

Neuroscientist Paul Greengard,  salah satu dari tiga pemenang Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 2000 mengatakan bagaimanapun Hadiah Nobel sangatlh penting karena dapat  mempengaruhi kemampuan untuk melakukan hal-hal yang diinginkan seperti bekerja sama dengan seseorang atau institusi yang diinginkan.

Menurut Daniel Kelves, seorang rekan Strasser dan  juga Profesor Sejarah dan Kedokteran di Yale mengatakan bahwa alasan utama mengapa banyak pemenang Hadiah Nobel tidak dapat mencetak uang jutaan  dollar dari penemuannya karena mereka sering diberikan pekerjaan yang cukup sulit dimengerti dan bersifat teoritis. Ironisnya hukum alam dan ide-ide tidak  dapat dipatenkan. Hadiah Nobel telah mengisyarakat atau mengembangkan hukum tidak tertulis demikian sehingga secara tidak langsung para ilmuwan tidak memperoleh keuntungan secara finansial.

Misalnya, Albert Einstein memenangkan Hadiah Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk menjelaskan bagaimana foton bertanggung jawab atas efek fotolistrik, tapi ini merupakan produk alam yang tidak ada dan dapat dipatenkan.

Memang saat ini  ada ilmuwan kaya  yang bekerja di lapangan seperti J. Craig Venter (terkenal dengan karya  genom manusia) dan Herbert Boyer (terkenal dengan eksperimen rekayasa genetik). Namun mereka belum pernah  menerima Hadiah Nobel.

Greengard mengatakan penemuannya mengenai transduksi sinyal dalam sistem saraf tidak mempengaruhi kondisi keuangannya. Greengard memberi uang hadiah Nobel-nya kepada Rockefeller University, dimana ia saat ini adalah profesor dan kepala Laboratorium Molekuler dan Seluler Neuroscience. Uang hadiah Nobel tersebut digunakan untuk memberikan hadiah tahunan senilai  $ 50.000  kepada seorang peneliti  perempuan bidang biomedis.

Menurut Michael Sohlman, direktur eksekutif Yayasan Nobel,  banyak dari para ilmuwan telah memiliki kondisi keuangan yang solid sehingga mereka sering memberikannya ke organisasi amal. Presiden Obama yang dianugerahi Nobel Perdamaian tahun lalu telah menyumbangkan uang itu  kepada 10 badan amal yang sebagian besar terkait dengan bidang  pendidikan.

Pada tahun 1993 Philip A. Sharp yang dianugerahi Penghargaan Nobel dalam  bidang Fisiologi atau Kedokteran, bersama dengan Richard J. Roberts (penemuan  gen split) membeli sebuah rumah baru. Sharp mengatakan kalau dirinya memang sejak lama ingin mempunyai rumah baru sehingga dipakailah uang hadiah tersebut. Lagipula  Sharp  telah  mendapat kan penghasilan dari Massachusetts Institute of Technology dan Biogen (perusahaan bioteknologi) jauh sebelum menerima hadiah Nobel. Penerimaan Hadiah Nobel adalah peristiwa budaya dan bukan untuk menambah pundi-pundi keuangan kita.

Menurut Strasser, meskipun beberapa ilmuwan dapat mengambil manfaat dari kesepakatan baru, tetapi banyak  ilmuwan  merasa tidak nyaman dalam berhubungan dengan dunia bisnis. Sebagai contoh, Werner Arber yang memenangkan hadiah Nobel untuk penemuan enzim restriksi pada tahun 1978 telah  berkali-kali didekati industri farmasi/perusahaan biotek  untuk melakukan kerjasama yang menguntungkan tetapi tidak pernah terlaksana. Sementara itu, Peraih Nobel tahun 1959  Arthur Kornberg dalam otobiografinya, “The Golden Helix: Inside Biotech Ventures” (University Science Books, 1995) mengatakan kalau  ia tidak pernah merasa nyaman di lingkungan bisnis.

Pada akhir abad ke-20,  pengayaan pribadi melalui penelitian ilmiah masih dianggap tabu, terutama dalam biologi dan kedokteran. Pada tahun 1917 The New York Times menulis keluhan terhadap Paul Ehrlich (Peraih Nobel tahun 1908) yang memperoleh namyak uang dari penjualan Salvarsan (obat untuk penyakit sifilis). Pada saat ini sudah jarang yang mengkritik seseorang  karena mendapatkan banyak uang  uang dari pengetahuan medis.

Meskipun kehidupan beberapa pemenang Hadiah Nobel menjadi  sukses hari ini tapi hadiah Nobel  bukanlah  cara tercepat untuk memperoleh jutaan dollar. Jadi jika ingin menjadi kaya, kita harus melakukan sesuatu lebih dari sekedar mengejar hadiah Nobel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s