Manusia 1/4 Abad

oum.ox.ac.uk

 

Manusia 1/4 abad ? Ya, satu fase kehidupan yang harus dilalui oleh manusia di dunia. Fase kehidupan yang ditandai dengan awal kedewasaan yang masih dipenuhi oleh idealisme, egoisme, emosi, ambisi, dan eksistensi.

Maka tidaklah mengherankan pada diri manusia 1/4 abad mulailah dipertontonkan begitu banyak peristiwa yang ujung-ujungnya adalah ungkapan “Bagaimana Nanti” bukannya “Nanti Bagaimana”. Tetapi itulah kehidupan. Yang sudah seharusnya dilalui dan awal dari sebuah pembelajaran diri.

Manusia 1/4 abad belumlah mencapai sebuah kematangan sikap sehingga wajarlah dikatakan kalau format dirinya baru 1/4. Semuanya masih mencari bentuk dan trial error. Kalau saja tidak hati-hati maka terjerembab dalam penyesalan. Hal ini disebabkan oleh masih tingginya keegoan dan emosi diri.

Manusia 1/4 abad, terpampang luas tujuan yang ingin dicapai sehingga sering timbul kebingungan untuk memilih. Harapan yang tinggi disertai ambisi yang cenderung ambisius menyebabkan adanya kesombongan diri untuk unjuk gigi atas kemampuan dan ilmu yang dimiliki walaupun sadar bahwa apa yang dimilikinya masih belumlah seberapa matang. Dalil-dalil dikeluarkan dari mulutnya tanpa pernah mengerti hakekat dalil yang disampaikannya. Semuanya serba mutlak atau absolut. Ini lho yang benar tanpa pernah memikirkan apa itu empati dan simpati. Tetapi itulah manusia 1/4 abad yang memandang hidup baru sekedar fatamorgana atau kesemuan pandangan.

Manusia 1/4 abad, kau membutuhkan seksistensi diri sehingga diakui keberadaannya terutama pada lawan jenis. kau pertunjukkan materialisme, hedonisme, borjuisme, gaya hidup dan sebagainya sehingga seringkali terjadi pertempuran batin. Ini lho Aku… Begitulah kira-kira ungkapan dalam hati. Semuanya dapat kutundukkan dengan segala kehebatan yang kumiliki tanpa pernah mau mengetahui porsi dan posisi yang pantas. Semuanya mengarah kepada hal-hal yang berhubungan dengan fisik belaka.

Manusia 1/4 abad, perjalananmu masih panjang karena perlu tenaga ekstra yang mungkin saja butuh 3 kali energi tambahan agar bisa mencapai keutuhan sikap, sifat, karakter dan tingkah laku yang menonjolkan kematangan dalam bersikap arif dan bijaksana. Berat… berat…berat. Perlu perjuangan dan semangat yang tinggi. Itupun bisa terjadi bila mau menyadari kelemahan, kebodohan, ketidakmampuan, ketermiskinan dan keterpurukkan diri yang bisa dibuktikan dan dinyatakan.

Manusia 1/4 abad, apakah masih butuh 1/4 abad lagi agar mencapai sebuah tingkat kematangan diri ? Bagaimana kalau hanya membutuhkan 1/6 abad saja ?  Jawabannya hanya ada dalam diri yang disertai oleh campur tangan Sang Pemilik Tangan untuk menuliskan apa yang ingin ditulis Nya.

Manusia 1/4 abad… manusia 1/4 abad… manusia 1/4 abad jadikan fasemu sebagai kawah candradimuka dan mau belajar tentang diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s