Akibat Dendamnya Cinta Seorang Wanita

aumadasi-edi.blogspot.com

 

Sudah seminggu ini Tjiploek selalu diam di kamarnya. Tampak wajah duka menyelimutinya. Pada saat Tjiploek sedang berzikir dalam hati, tiba-tiba terdengarlah suara teriakandari luar rumahnya.

” Assalamulaikum !!! Ploek … Ploek… Ploek… “

Tjiploek pun terkesiap mendengar suara teriakan yang sepertinya sangat dikenalnya. Selanjutnya Tjiploek keluar kamarnya dan menghampiri pintu depan rumahnya.

” Wa alaikumussalam… Oh kamu toh “

Rupanya yang berteriak tadi adalah Rahman, salah satu teman baik Tjiploek.

” Ploek, kamu ini bagaimana sih  ? Anakmu meninggal kok saya tidak dikabari “

” Maaf, Man “

” Saya baru tahu tadi dari Pak RT. Terus kurang ajar sekali kamu, Ploek. Kok kamu juga tidak pernah memberitahu saya kalau kamu sudah menikah. Kok tidak ada undangannya ? Kapan kamu menikahnya ? Kok tiba-tiba sudah punya anak ? Mana  isteri kamu, Ploek ? “

” Sudah… Sudah pertanyaannya !!! “

” Yaa tapi kamu itu memang kurang ajar sekali Ploek “

” Sekali lagi saya minta maaf, Man. Tidak memberitahu meninggalnya anak angkat saya “

” Hah anak angkat ? Mulai kapan kamu punya anak angkat ? “

” Sudahlah sudah. Sekarang kamu duduk saja dulu. Nyerocos saja. Apa kamu tidak merasa kasihan atau bersimpati dengan musibah yang saya alami “

” Ohhh ya. Maafkan saya, Ploek. Saya hanya shock saja mendengar berita ini. “

” Ya sudah. Kamu duduk dulu. Saya buatkan kopi ya “

” Ok, Ploek tapi jangan lama-lama ya hehehehe “

Kemudian Tjiploek  segera pergi ke dapur. Dalam waktu beberapa menit, Tjiploek sudah membawa 2 gelas minuman kopi panas. Baru saja Tjiploek meletakkan gelas kopi panas, Rahman langsung bertanya kembali.

” Ploek, ceritakan dong bagaimana ini bisa terjadi ? Kok selama ini aku tidak dikabari “

” Ini orang tidak sabaran sekali sich. Minum dululah kopi panas itu.  “

” Ya ya ya maafkan keingin tahuan saya “

” Nikmati saja dulu. Nanti saya akan ceritakan semuanya. “

Setelah beberapa menit menikmati kopi panas buatan Tjiploek, Rahman sesekali memperhatikan ekspresi wajah kesedihan Tjiploek dan menunggu momen yang tepat untuk memulai pembicaraan.

” Man, boleh aku minta rokok Dji Sam Soemu “

” oh ya, silahkan diambil Ploek ” Rahman segera meletakan rokoknya di meja.

” Terima kasih “

” Ok supaya kita ngobrolnya enak. Bagaimana kalau saya pergi beli rokok dulu. Saya yakin ceritanya akan panjang nich “

” Terserah kamulah. Ini tandanya kamu mengerti kondisi saya saat ini “

Rahman segera keluar rumah dan dengan sedikit berlari menuju toko kelontong di sebelah rumah Tjiploek. Tanpa menunggu waktu lama, Rahman sudah berada di dalam rumah Tjiploek sambil menyerahkan sebungkus rokok Dji Sam Soe yang masih baru dan belum dibuka bungkusnya kepada Tjiploek.

” Terus bagaimana ceritanya Ploek ” tanya Rahman

” Hmm bagaimana… bagaimana ??? ” jawab Ttjiploek sambil menghisap dalam-dalam rokoknya.

” Eeets nih orang malah balik tanya “

” Oh masalah anak angkat itu. Sudahlah jangan diceritakan, membuat saya sedih saja Man “

” Lah, bagaimana sih ??? Khan kamu sendiri yang bilang akan menceritakan semuanya kepada teman baikmu ini “

” Masih perlu tho “

” Ihhhh terserah kamu dech “

” Oke, tapi mulainya dari mana  enaknya ya “

” Terserah kamu !!! “

Tjiploek diam sejenak. Sambil memainkan batang rokoknya maka Tjiploek memulai cerita.

” Man, kamu kenal dengan seorang perempuan yang bernama Nani Suryaatmaja khan ? “

” Nani yang mana nich ? Nani yang bodinya  aduhai itukah? Yang berkulit putih itu khan ? Yang mempunyai rambut ikal dan panjang sampai ke bahu khan ? “

” Iya emang Nani yang mana lagi “

” Ohhh iya ya. Memangnya ada apa dengan dia, Ploek ? “

” Jadi kamu belum mendengar informasi tentang dia selama ini, Man “

” Informasi apaan ? Saya ini sibuk sekali, Ploek. Oh ya bagaimana kabarnya dia ? “

” Nani sudah meninggal dunia “

” Apaaaaaaa ? Innalilalillahi wa innalillahi rajiun… kapan ???  Kok saya sampai tidak tahu sih “

” 2 tahun yang lalu, Man. “

” 2 tahun… walah walah walah. Meninggal karena apa, Ploek ? “

” Sakit !!! “

” Lah sakit apa si Nani itu. Perasaan dia masih muda. Kalau tidak salah umurnya masih 24 tahun waktu ketemu dulu. Kurang lebih 2-3 tahun yang lalu dech. “

” Iya ! yang benar jalan 25 tahun. “

” Terus sakit apa ? “

” Sakit apa ya ? Hmm … “

” Tuh khan kamu ga mau ngomong “

” Tetapi kamu janji untuk tidak bicara dengan orang-orang lho. Ini menjadi rahasia kita berdua. OK “

” Percayalah, Ploek. Kita sudah berteman hampir 11 tahun dan kamu tahu bagaimana saya menjalankan amanah selama ini. Sakit apa, Ploek ? “

” Ya ya saya percaya kamu. Nani sakit AIDS “

” AIDS ??? Ahhh yang benar Ploek ??? Kok bisa ??? ” wajah Rahman terkesima dengan mata terbelalak setelah mendengar ucapan Tjiploek.

” Benar. Ini benar, Man “

” Bagaimana ceritanya, Ploek ? “

” Nah ini ada kaitannya dengan anak angkat saya yang meninggal seminggu yang lalu. “

” Kaitannya ??? “

” Anak yang meninggal itu adalah anaknya Nani yang kuangkat jadi anak. Ini saya lakukan karena saya telah berjanji dengan Nani untuk merawatnya sebelum dia meninggal “

” Kok kamu mau menuruti permintaan dia, Ploek. Salut saya mendengarnya. Terus kok bisa-bisanya Nani terkena virus HIV “

” Ceritanya panjang, Man. Kamu pasti pernah mendengar omongan saya dulu sekali tentang dampak mengerikan dari sebuah dendam kesumat apalagi dendam seorang wanita khan. Ingat nggak ? “

” Iya ya saya ingat dan kamu sempat menyinggung kalau dendam dibalas dengan dendam maka hancurlah semua yang namanya keimanan dan silaturahim “

” Hehehehe tinggi juga daya ingatmu, Man. “

” Temannya siapa dulu dong. Terus… “

” Ngopi dulu ahhhh “

” Halaghhhhh ya udah ngopi dulu dech “

Untuk menyantaikan suasana sesekali Tjiploek meniru-niru gaya Rahman dalam kondisi tegang.

” Udah aah Ploek. Teruskan ceritanya “

” Begini !!! 2 tahun yang lalu Nani membawa seorang bayi ke rumah. kalau tidak salah malam hari dech. Dengan muka sembab habis menangis, tubuh yang mulai kurus, kulit kering, dan wajah cantik yang memudar, Nani bercerita panjang lebar tentang dirinya. Salah satunya tentang bayi yang dibawanya tersebut. “

” Ohhh gitu terus … “

” Ternyata bayi tersebut baru lahir 10 hari dan bayi tersebut adalah anaknya Nani dengan banyak pria. “

” Banyak pria ??? Edan !!! “

” Iya emang edan. Masalahnya khan tidak jelas pria mana yang sebenarnya menjadi ayah dari bayi tersebut “

” Oh ya bayinya laki-laki atau perempuan ? “

” laki-laki, Man “

” Terus… “

” Dalam kondisi kebingungan dan sakit parah, Nani sempat bicara kalau dirinya sudah tidak dianggap lagi oleh keluarganya. “

” Lho kok bisa. Khan orang tuanya keliatannya keluarga yang baik. “

” Iya tapi masalahnya Nani terus terang kalau dirinya positif mengidap HIV AIDS. Karena inilah maka Nani diusir dari rumahnya dan keluarganya takut ketularan. “

” Wajarlah kalau diusir, saya saja kalau jadi keluarganya akan melakukan hal yang sama. Itu khan penyakit yang tidak ada obatnya dan mengerikan sekali, Ploek. “

” Iya sich saya bisa maklumi. Nah sejak saat itulah Nani tingga menumpang dari rumah temannya ke rumah temannya yang lain. Dan semuanya mempunyai alasan yang sama untuk menolak keberadaan Nani yaitu takut ketularan seperti yang kamu takutkan itu Man “

” Terus HIVnya dari mana Ploek. Kok bisa dia berhubungan dengan banyak lelaki. Perasaan dulu dia dekat dengan seorang pria, Siapa Ploek… Itu lho cowok yang pernah bertemu di mall dulu. “

” Bimo !!! “

” Ya ya Bimo “

” Bimo itulah sumber masalahnya “

” Sumber masalah ? “

” Iya sumber masalah. Jadi rupanya Nani merasa dibohongi oleh Bimo. Nani merasa Bimolah lelaki dan cinta sejatinya. Sampai-sampai Nani berikan semua yang dimilikinya kepada Bimo termasuk keperawanannya. Tanpa berpikir panjang mereka telah berulang kali melakukan hubungan seks layaknya hubungan suami istri. Nani merasa yakin kalau Bimo akan menikahinya sesuai dengan janji Bimo. Bimo mengatakan kalu 2 bulan lagi dia akan datang ke rumah orang tua Nani untuk melamar. Ternyata… “

” Ternyata Bimo mengingkari janji. Gitu khan maksud kamu “

” Iya, Man. Bimo tidak pernah datang melamar bahkan menghilang bak ditelan bumi. Terakhir nani mendapat kabar kalau Bimo berada di Australia dan bekerja di sana. Itupun kata temannya Bimo. “

” Aduh kasihan sekali Nani. Padahal Nani itu cantik, seksi dan menarik. Semua pria pasti suka dengan dia “

” Nah karena itulah maka malapetaka datang menghampirinya “

” Maksudnya, Ploek ? “

” Sebagai ungkapan kekecewaannya terhadap pengkhianatan cinta Bimo maka Nani makin gelap mata dan timbullah dendam di dirinya. Dengan memanfaatkan kelebihan yang dimilikinya Nani seringkali gonta ganti pasangan pria. Tujuannya dua yaitu uang dan mempermainkan perasaan banyak pria. Nani mengumbar-umbar cintanya kepada banyak pria sebagai bentuk dendam kesumatnya terhadap Bimo. Kalau Bimo bisa mengapa dia tidak bisa. “

” Ohhhh sampai segitunya. Untung saja saya nggak ketemu dia saat itu. Bisa-bisa saya hanya jadi boneka permainan cintanya hehehehe Perasaan Nani ada rasa dech dengan saya Ploek “

” Saya tidak tahu. Terserah kamu, wong kamu yang punya rasa kok hahahaha “

” Heheheh iya ya hehehhe terus Ploek “

” Suatu hari Nani bertemu dengan saya secara kebetulan di sebuah mall. Biasalah dengan kelebihan yang dimiliki , beberapa kali Nani merayu saya dengan menunjukkan paha putih nan mulusnya itu hehehe “

” Asyik dong. kamu memang beruntung “

” Beruntung apaan malah buntung. Saat itulah Nani curhat dan cerita bagaimana hidupnya semakin hancur tanpa tujuan. Setelah itu kami kerap bertemu dan sempat juga Nani menyatakan sukanya kepada saya, Man “

” Ahhh bisa-bisanya kamu aja Ploek. Mana ada perempuan yang mau ama Tjiploek yang tidak jelas juntrungannya dan jarang mandinya hahahhaha “

” Hahahahaha, tapi ini benar Man. Tetapi saya mengingatkan kalau saat itu cintanya kepada seorang pria hanyalah cinta yang diselimuti nafsu amarah dan setan. Saya menyarankannya untuk bertobat tapi kelihatannya Nani marah dengan saya. Nah sejak itu saya tidak bertemu dengannya sampai pada malam itu sambil membawa bayinya. “

” Tragis sekali nasibnya Nani, Ploek “

” Itulah yang namanya perjalanan hidup seorang manusia. Kita hanya bisa mengambil hikmahnya. Atas dasar rasa kemanusiaan, mulai saat itu Nani dan bayinya tinggal di rumah ini dengan segala resiko yang harus saya tanggung, Man “

” Uedan, kamu tidak takut ketularan Ploek “

” Hehehehe semuanya tergantung niat. Saya yakin Allah SWT tahu apa yang ada dalam hati dan akan selalu melindungi saya dari segala apapun termasuk penyakit yang mengerikan sekalipun. “

” Wahh makin salut saja saya sama kamu Ploek. Hebat !!! “

” Tidak hebat kok. Saya hanya menjalankan yang namanya Rahmatan lil Alamin saja. “

” Apalagi tuh. Pokoknya kamu hebatlah Ploek. Terus berapa lama Nani tinggal di rumah ini ? “

” Kurang lebih 3 bulan sampai meninggal dunianya. Nah sebelum meninggal itulah Nani menitipkan anaknya kepada saya dan berharap kalau saya mengangkatnya menjadi anak sendiri.  Ya sudah saya penuhi keinginan Nani “

” Tanpa pikir panjang Ploek. Bagaimana dengan ibu dan keluargamu Ploek “

” Mereka tidak masalah kok dan tahu kalau saya sudah merasa yakin dan bulat keputusannya maka mereka percaya. “

” Terus anak laki-laki Nani diangkat anak oleh kamu “

” Ya tetapi saya sadar kalau anak laki-laki tersebut ada kemungkinan mengidap HIV juga. Benar saja setelah saya cek ke rumah sakit, ternyata positif. Tetapi saya tidak pantang mundur dan terus menjalankan amanah yang diberikan oleh Nani untuk merawatnya. “

” Berapa lama kamu merawat anaknya Nani ? “

” Kurang lebih 2 tahun Man. Sampai pada  seminggu yang lalu yaitu hari dimana Satria meninggal dunia karena sudah tidak kuat lagi menahan sakitnya. “

” Satria ? Kamu namainya Satria… Nama yang bagus “

” Ya saya namainya agar kelak besar nanti dia bisa menjadi laki-laki yang berjiwa satria dan bertanggung jawab. Tidak seperti bapaknya, seorang pria pecundang dan penakut. Tetapi Allah SWT berkehendak lain, Man. 2 tahun bukanlah waktu sebentar dan banyak kenangan indah bersama Satria. Tahu sendirilah betapa  lucunya dan menggemaskan seorang  anak yang berusia 2 tahun. Pokoknya membuat suasana yang berbeda dengan segala tingkah lakunya hehehehe “

” Iya sich. Maafkan saya telah membuat kamu sedih, Ploek. “

” Ah tidak apa-apa. Saya harus mengikhlaskannya dan bersyukur kalau dia telah kembali kepada Sang Pemilik. Lebih baik dia meninggal dunia daripada hidup sengsara menahan sakit yang tak terhingga pada umur sekian. “

” Benar, Ploek. Saya jadi ikut sedih hiks hiks hiks “

” Tuh khan kok jadi ikut menangis. Tapi omong-omong kamu lucu juga lho kalau sedang menangis hahahahaha “

” Hah !!! hahahahahaha “

 

NB : “Marah itu bagian dari gila. Orang yang marah akan menyesal dan jika tidak menyesal maka kegilaannya makin menjadi.” (al-Bihar.Juz.3 hal 20)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s