Mind-Reading Scanner Dapat Merekam Dan Menganalisa Mimpi

The researchers have developed a way to record higher brain activity (BBC)

Jika anda  pernah mengalami kesulitan mengingat impian, ternyata anda tidak sendirian. Mimpi adalah  suatu mekanisme  yang sukar dipahami, dan hanya sedikit yang dipahami sepenuhnya. Tapi Dr Moran Cerf ingin mengembangkan suatu sistem yang mampu membaca dan merekam impian  secara elektronik. Hasil penelitian Dr Moran Cerf  dkk. ini telah dipublikasikan pada Jurnal Nature edisi 27 Oktober 2010.

Cerf percaya bahwa hal ini mungkin dapat membuat sebuah sistem yang akan memungkinkan psikolog untuk membandingkan ingatan pasien terhadap impiannya dengan visualisasi elektronik dari aktivitas di otak mereka. Cerf mengambil langkah pertama dengan melakukan sebuah studi yang mengasosiasi tertentu antara individu neuron dengan benda-benda tertentu atau ide.

Dengan membangun database asosiasi setiap pasien, Cerf dan rekan-rekannya bisa mencari tahu apa yang pasien sedang pikir  tanpa harus berkata. Dengan database yang cukup besar,  pihak ketiga bisa “membaca pikiran” dengan melihat di mana neuron menyala selama mimpi dan menciptakan catatan elektronik dari kata mimpi.

Hal ini adalah sebuah lompatan yang mampu mengidentifikasi neuron yang berhubungan dengan pikiran  atau konsep tertentu  dan mampu menterjemahkan kanvas kaya mimpi menjadi sebuah visualisasi elektronik. Bahkan lebih dari satu orang di bidang psikologi dan neurologi tampaknya sedang memikirkan sebuah  ide lanjutan.

Matching Neurons to Specific Concepts Researchers are building databases linking specific thoughts to specific neurons in the brain in hopes of creating an electronic system that can record dreams. MethoxyRoxy via Wikimedia

 

Tapi ide di balik penelitian Cerf adalah menggiurkan dan bisa mengakibatkan pemahaman yang lebih baik dari fungsi otak  bukan sekedar  perekam  mimpi. Otak yang baik adalah mesin interface yang menjanjikan bagi mereka yang berusaha untuk mengembangkan sistem yang memungkinkan orang  tdk suka bergaul dgn orang lain seperti mereka yang terkunci dalam sindrom untuk berkomunikasi lagi. Dan sebagai teknologi sensor otak memberikan resolusi yang lebih tinggi dan menjadi kurang invasif yaitu sebuah sistem yang dapat mengidentifikasi dan merespon konsep-konsep abstrak pada tingkat syaraf yang menjadi dasar untuk mesin pengendali pikiran di masa depan.

Untuk saat ini, Cerf terus membangun database neuron-pemikiran.  Langkah berikutnya adalah memantau aktivitas otak pasien relawannya yang sudah ditanamkan elektroda ke dalam otaknya sebagai  kejang otak. Kejang Otak ini ditujukan untuk melihat apakah para relawan dapat  menguraikan mimpi mereka pada saat tidur. Dengan membandingkan bagaimana otak yang berbeda berkaitan dengan  pemikiran yang berbeda dan konsep untuk neuron yang berbeda, Cerf bisa belajar sedikit banyak tentang kenangan dan bagaimana otak mengatur informasi yang dikumpulkan.

Penemuan ini juga telah dirilis oleh BBC.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s