Resiko Alergi Kacang Tanah Pada Bayi Disebabkan Oleh Ibunya

New Peanut Sans Allergy Risk (medindia.net)

 

Menurut sebuah studi baru, ibu hamil yang suka  makan kacang lebih  cenderung memiliki bayi yang  positif alergi kacang tanah daripada wanita yang tidak makan kacang. Peneliti Dr Scott Sicherer, Profesor Pediatric di Mount Sinai School of Medicine di New York menyatakan bahwa hal tersebut karena protein kacang yang dimakan menyebar ke janin dan menyebabkan reaksi alergi. Namun studi ini menemukan bayi  yang positif alergi, tidak selalu memiliki alergi. Sedangkan bayi yang  tidak mencoba makan kacang akan dilihat  apakah mereka memiliki alergi. Penelitian ini diterbitkan pada   Journal of Allergy and Clinical Immunology edisi 1 November 2010 .

Namun sebuah  rekomendasi American Academy of Pediatrics pada tahun 2000 mengemukakan bahwa wanita dengan riwayat keluarga alergi  agar menghindari makan produk kacang selama hamil dan menyusui. Rekomendasi itu ditarik pada tahun 2008 karena tidak cukup bukti ilmiah.

Peneliti melakukan evaluasi terhadap  503 bayi berusia 3 sampai 15 bulan, yang memiliki eksim atau positif alergi susu dan telur disebabkan oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan alergi kacang. Tak satu pun dari bayi yang memiliki alergi kacang pernah didiagnosa sebelumnya.

Para peneliti bertanya kepada ibu bayi  apakah sama sekali mereka menghindari kacang selama kehamilan atau apakah  mereka makan dua kali seminggu, lebih dari dua kali seminggu tetapi kurang dari sehari, atau setiap hari.

Tes darah menunjukkan bahwa 140 bayi memiliki kepekaan yang kuat terhadap kacang. Para peneliti menemukan  ibu-ibu makan banyak kacang   selama kehamilan maka bayi mereka lebih mungkin memperoleh tes sensitivitas positif. Para peneliti berencana untuk memantau anak-anak dari waktu ke waktu untuk melihat apakah mereka mengembangkan alergi kacang atau malah makin menjadi-jadi alerginya.

Hubungan yang sama antara konsumsi ibu dan bayi yang alergi diamati untuk alergi telur pada bayi. Dalam studi lain, Sicherer mengatakan anak laki-laki,  bukan kulit putih dan mempunyai tes positif tinggi untuk alergi susu atau telur juga memiliki  faktor risiko untuk mengalami alergi kacang.

Sicherer mengatakan bahwa ada ibu yang berpikir kalau merekalah yang menyebabkan anaknya memiliki alergi kacang karena kesukaannya mengkonsumsi kacang. Tetapi ada juga yang bertanya  kalau  mereka menghindari konsumsi kacang  apakah anaknya bisa memiliki alergi.

Seringkali ketika ada  anak lain dalam keluarga memiliki alergi kacang, maka keluarga menghapus  kacang  sebagai makanan yang layak untuk dikonsumsi dari rumah dan ibu hamil tidak makan apapun. Tetapi para ibu bertanya-tanya apakah mereka harus mencari jalan keluar  untuk mencari  beberapa makanan  dalam upaya untuk mencegah berkembangnya alergi.

Menurut penelitian yang juga dilakukan  oleh Sicherer dan diterbitkan awal tahun ini di Journal of Allergy and Clinical Immunology, alergi kacang tanah adalah salah satu alergi yang paling umum. Lebih dari 3 juta warga Amerika memiliki semacam alergi kacang. Dan penderita alergi kacang tanah telah berkembang pesat   lebih dari tiga kali lipat antara tahun 1997 dan 2008.

Ada sejumlah teori  yang mengungkap mengapa kacang menyebabkan alergi pada banyak orang. Ini mungkin faktor  protein kacang tanah yang  terlihat sebagai  sistem kekebalan tubuh lebih menjadi penyebab alergi  dibandingkan jenis protein  lain atau minyak selai emulsi kacang .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s