Hubungan Seksual Setelah Menikah Meningkatkan Kualitas Hubungan Pasangan

Penelitian baru menemukan bahwa menunda hubungan seks pada awal kencan dapat membuat hubungan dengan pasangan  lebih memuaskan dan stabil di kemudian hari. Pasangan yang melakukan hubungan seks pada awal hubungan  seperti kencan pertama atau dalam bulan pertama berpacaran dapat menghasilkan  hasil hubungan terburuk.

newser.com

Demikianlah yang dikatakan oleh peneliti Dean Busby dkk  dari Brigham Young University School of Family Life yang telah mempublikasikan hasil penelitiannya ke dalam Journal of Family Psychology. Penelitian ini didukung oleh dana penelitian dari School of Family Life and the Family Studies Center at Brigham Young University yang dimiliki oleh  The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints atau  the Mormon Church.

 

Penelitian tentang seks  yang dilakukan sebelumnya mengungkapkan adanya dua paradigma yang berbeda yang berkaitan dengan kualitas sebuah hubungan dengan pasangan. Satu sisi, seks dianggap penting untuk  perkembangan sebuah hubungan karena dengan seks  memungkinkan pasangannya menilai kompatibilitas seksual mereka. Mengikuti garis pemikiran ini, pasangan yang menikah sebelum menguji sexual chemistry mereka beresiko mengalami  penderitaan  dan kegagalan dalam perkawinannya di kemudian hari.

Di sisi yang lain ada pandangan yang berpendapat bahwa lebih  baik  pasangan menunda atau tidak melakukan hubungan seksual pada  bagian awal hubungan mereka dengan  melakukan  komunikasi dan proses sosial lainnya untuk menjadi dasar ketertarikan mereka satu sama lain. Pada dasarnya hubungan seks dini dapat merusak hubungan,  jauh dari komunikasi, komitmen dan kemampuan untuk menangani kesulitan.

Dan penelitian terakhir menunjukkan bahwa keterkaitan antara seks dan kualitas hubungan sangatlah kompleks. Sebagai contoh, sebuah penelitian tahun 2004 dijelaskan bahwa  dari hampir 300 mahasiswa pada saat berpacaran menunjukkan ketika pasangan tersebut memiliki komitmen yang tinggi maka seks lebih mungkin  dilihat sebagai titik balik positif dalam hubungan tersebut, meningkatkan pemahaman, komitmen, kepercayaan dan rasa aman. Namun ketika komitmen dan ekspresi emosi rendah, inisiasi seks secara signifikan lebih mungkin dipandang sebagai suatu peristiwa negatif, membangkitkan penyesalan, ketidakpastian, ketidaknyamanan, dan mendorong permintaan maaf.

Dalam studi baru, Busby dan koleganya  merekrut 2.035 orang heteroseksual yang memiliki usia rata-rata 36 tahun dan berada di pernikahan pertama mereka. Para peserta melaporkan ketika pertama kali melakukan hubungan seks dengan pasangannya maka mereka akan menjawab pertanyaan tentang komunikasi, yang dievaluasi untuk mengetahui  seberapa baik mereka bisa mengekspresikan empati dan pemahaman terhadap pasangannya, seberapa baik mereka bisa mengirim pesan yang jelas kepada pasangannya, dan pertanyaan lainnya.

Item lainnya pada kuesioner difokuskan pada tingkat  kepuasan dan stabilitas hubungan,  yang diukur  dengan mengajukan  tiga pertanyaan yaitu seberapa sering mereka berpikir hubungan mereka berada dalam kesulitan, seberapa sering mereka berpikir untuk mengakhiri hubungan, dan seberapa sering mereka telah putus dan  kembali lagi  bersama-sama .

Dalam penelitian tersebut dikategorikan 3 jenis individu yang melakukan hubungan seksual yaitu :

* Awal seks (sebelum kencan atau kurang dari satu bulan setelah mereka mulai berkencan).
* Akhir seks (antara satu bulan dan dua tahun berpacaran).
* Dan orang-orang yang menunggu sampai setelah mereka menikah.

Seseorang yang menunggu untuk berhubungan seks sampai pernikahan menghasilkan kualitas hubungan yang lebih baik. Dibandingkan dengan mereka dalam kelompok seks dini, mereka yang menunggu sampai menikah:

* Rata-rata stabilitas hubungan mencapai 22 persen lebih tinggi
* Rata-rata kepuasan hubungan  mencapai 20 persen lebih tinggi
* Rata-rata kualitas seksual mencapai  15 persen lebih baik
* Rata-rata kualitas  komunikasi mencapai 12 persen lebih baik

Pasangan yang menunggu untuk melakukan hubungan seksual setelah menikah  memiliki waktu untuk mencari tahu bagaimana pasangan mereka dapat dipercaya,  seberapa baik mereka berkomunikasi, dan apakah mereka memiliki nilai yang sama dalam pandangan hidup sebelum mengambil keputusan untuk membentuk   ikatan seksual yang kuat. Pada saat ini, tim mengulangi penelitian pada sampel yang lebih besar dalam desain longitudinal  di mana para peserta diikuti dari waktu ke waktu.

4 thoughts on “Hubungan Seksual Setelah Menikah Meningkatkan Kualitas Hubungan Pasangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s