Pemetaan Pola Tindak Kejahatan Dengan Geografi dan Matematika

Covering a large geographic area with a set of early warning analyses. CREDIT: Robert Cheetham, Azavea Inc.

“Aku adalah seorang arsitek lanskap yang berubah menjadi arsitek dunia  kejahatan.”

Demikian lelucon Robert Cheetham, pendiri Azavea, sebuah perusahaan penelitian dan pengembangan perangkat lunak yang  berbasis di Philadelphia. Empat belas tahun lalu, Robert adalah salah satu dari dua arsitek lansekap yang disewa oleh Departemen Kepolisian Philadelphia untuk mendirikan Unit  Analisis  dan Pemetaan Pola Tindak Kejahatan.  Pada tahun 2004, Wakil Komisaris Departemen Kepolisian Philadelphia, Charles Brennan mendekati Cheetham untuk  menciptakan sebuah prototipe  ‘Crime Spike Detector’ yang dapat berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk kejahatan.

Pada saat ini dengan menggunakan seorang desainer dibantu oleh ahli statistik dan ilmu komputer, Cheetham sedang melakukan percobaan  untuk menciptakan perangkat lunak yang dapat menyaring kumpulan  data kejahatan sehingga dapat menemukan pola geografis dan peta visual tindak kejahatan yang nantinya dapat membantu kerja departemen kepolisian.

Analis kejahatan modern menggunakan perangkat lunak pemetaan digital untuk mengidentifikasi, menampilkan pola dan kecenderungan dalam tindak pidana. Hal ini  berarti memilah-milah jutaan catatan yang dihasilkan oleh sebuah departemen polisi pada tahun tertentu.  Cheetham juga sedang mengembangkan  sebuah sistem software otomatis yang mampu menghimpun  data untuk informasi sehingga  memungkinkan petugas polisi dan detektif dapat  menangkap penjahat dengan mudah  dan lebih efektif menyebarkan patroli dalam menanggapi perubahan pola dalam tindak pidana.

Prototipe awal ini  berfokus mencari pola pada setiap  jenis kejahatan seperti perampokan, pencurian, penyerangan, pencurian dan pencurian mobil. Setiap malam, sistem akan menambahkan peristiwa kejahatan terbaru  dan mencari situasi di mana tingkat kejahatan telah berubah dengan cara yang tak terduga. Bekerja dengan Tony Smith di University of Pennsylvania, Cheetham dan rekan-rekannya mengembangkan seperangkat rutinitas matematika untuk mendeteksi perubahan yang tak terduga.

Visualizing the geographic and temporal distribution of crime incidents. CREDIT: Robert Cheetham, Azavea Inc.

Ketika perangkat lunak tersebut  mendeteksi adanya tindakan (“spike”) kejahatan maka secara otomatis perangkat ini  akan menulis email, menentukan siapa yang bertanggung jawab untuk lokasi tertentu dan mengirim peringatan. Kemudian kepala polisi lokasi tertentu  akan menerima email ini dan  bisa login ke sebuah situs web di mana mereka bisa melihat informasi pada peta dan menentukan bagaimana  merespon  pola tindak kejahatan terbaru.

Prototipe Cheetham  begitu sukses dan  terbukti kalau  kapten polisi mulai meminta pola pencari tambahan yang akan memungkinkan kepolisian  untuk memantau jenis-jenis kejahatan. Kepolisian  juga ingin fleksibilitas untuk menguji teori mereka sendiri atau “firasat” tentang kapan dan di mana kejahatan itu terjadi di kota.

Cheetham menggunakan keberhasilan prototipe awal ini untuk mengajukan permohonan hibah Small Business Innovation Research dari National Science Foundation pada tahun 2007. Hibah ini memungkinkan Azavea menciptakan alat generasi perangkat lunak berikutnya, yang disebut HunchLab. Perangkat lunak baru ini tidak hanya mendukung kemampuan sistem peringatan dini prototipe asli, tetapi juga dapat menghasilkan animasi dan prakiraan proyeksi perubahan  dalam kejahatan.

Bekerja sama dengan Profesor Jerry Ratcliffe dari Temple University, Tim Cheetham  membuat perkiraan risiko harian untuk tindak kejahatan seperti  perampokan, penembakan dan kejahatan lainnya. Selama beberapa dekade, petugas kepolisian sangat memahami    risiko kembali menjadi korban tindak kejahatan secara berulang cukuplah tinggi. Artinya  jika Anda seorang korban perampokan maka sebenarnya ada kemungkinan besar Anda akan menjadi korban perampokan lagi dalam beberapa minggu ke depan setelah kejahatan awal.

Cheetham mengatakan bahwa teknologi pemetaan terbaru seperti Google Maps telah membuat lebih mudah untuk menunjukkan titik-titik pada peta mengenai  insiden kejahatan terjadi di sebuah tempat. Cheetham dkk.  menggabungkan perangkat lunak, matematika dan ilmu informasi geografis untuk menemukan pola-pola yang ada di sekitar kita dan memudahkan masyarakat umum secara jelas untuk  memahami pola-pola tersebut sebagai informasi publik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s