Naif

naiveexperts.com

Apa yang ditakutkan olehnya ternyata benar-benar terjadi ? “Apa kubilang, engkau pria yang terlalu naif. Ingat apa yang dikatakan Bang Napi, Waspadalah !!! Waspadalah !!! Waspadalah !!! hahahaha… ” begitulah kata saudara fulan yang ada di dalam batinnya.

Ternyata hanya segitu saja… naif… naif dan sekali lagi naiffffffffff sambil menyanyikan lagu berikut ini :

Apa maumu?
Apa mauku
S’lalu saja menjadi satu masalah yang tak kunjung henti

Bukan maksudku
Bukan maksudmu
Untuk selalu meributkan hal yang itu-itu saja

Mengapa kita saling membenci?
Awalnya kita saling memberi
Apa tak mungkin hati yang murni sudah cukup berarti?
Ataukah kita belum mencoba memberi waktu pada logika?
Jangan seperti selama ini, hidup bagaikan air dan api.

(Naif Band : Air Dan Api)

Seolah-olah tidak terjadi apa-apa, semua berjalan lancar dan dengan mudahnya mengatakan kata-kata romantis. Tidak ada lagi kata memberi, yang ada harus menerima dengan berbagai macam perasaan layaknya rasa permen nano-nano. Uhhhh menyebalkan tapi setidaknya terbersit rasa kepuasan dan kebahagiaan karena masih bertahan dengan prinsip hidup yang dipegang selama ini tanpa terpengaruh oleh bisikan-bisikan yang mengganggu konsentrasi dan keyakinan diri.

Mudah mengatakan lupakan dan mulai yang baru… ahhh kedewasaan yang terlalu mature lewat sebuah karbit kehidupan. Itu tak akan bertahan lama dan akhirnya hanya ada penyesalan yang tidak ada gunanya lagi ditangisi.

Ingat pesan orangtua-orangtuamu dulu, yakinlah pada dirimu dengan ditunjang oleh keyakinan kepada Nur Gusti Maha Agung bahwa engkau tetap bisa berdiri tegap dan buktikan kalau kenaifan itu hanya imbas yang akan balik kepada yang membuatmu menjadi takut.

“Seceduk Metu, Seucap Nyata. Kun Faya Kun Rabbi Kun”. Ingat kalimat itu, jangan remehkan hati nuranimu karena hati nuranimu tidak pernah bohong. Apa yang terucap dalam batin maka terjadilah. Jalankan saja kehidupan dengan sikap rendah hati, biarkan orang mengatakan yang jelek-jelek tentang dirimu karena sebenarnya akan menjadi kebaikan bagi dirimu, kawan. Ini Saudaramu Fulan yang berkata, saudara sejati yang selalu menemani dalam seluruh hidupmu baik suka maupun duka. Tinggal waktu yang membuktikan. DEMI MASA.

Tetapi Kawan, tahan emosimu dan jangan kau keluarkan kata-kata “saktimu” karena itu dosa walaupun terasa sakit tetapi sakit yang datangnya dari kekuatan Ilahi. Tak ada lagi kata-kata sayang dan cinta yang ada hanya Rahman Rahim Rabbi. Karena kenaifan itu bisa menafikan dosa-dosa yang akan menghampirimu, Kawan.

” Cari tahu apa saja yang belum kamu ketahui, sampaikan seperlunya apa yang sudah kamu ketahui karena mereka pikir sudah tahu segala-galanya padahal segala-galanya belum mereka ketahui hehehe… naif lagi !!!!! “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s