A m b i v a l e n

vmarie00.blogspot.com

Bagaikan petir di siang bolong. Mungkin ini ungkapan yang tepat bagi setiap manusia yang mengalami kejadian yang tidak mengenakkan dan di luar dugaan sebelumnya. Semuanya berubah cepat 180 derajat dan biasanya tidak pernah diprediksikan terutama bagi manusia yang merasa situasinya saat ini sudah nyaman dan aman. Padahal tidak, ini sama dengan gelombang tsunami yang menerpa beberapa wilayah di dunia ini. Sudah ada Early Warning System tetap saja banyak korban dan efek yang ditimbulkan sesudahnya.

Bagaimana korelasinya dengan sebuah hubungan baik hubungan saudara, teman, keluarga, bisnis  dan lebih lagi pada hubungan percintaan ? Nah ini menariknya, terutama hubungan percintaan yang sudah dikaitkan dengan rasa dan perasaan. Kalau sudah cinta biasanya tidak terkontrol semuanya. Ada pepatah yang mengatakan ” jangan sampai masuk ke lubang yang sama ” tetapi tetap saja manusia mengalami kejadian patah hati atau putus cinta lebih dari sekali. Konon bagi pria, masuk lubang itu enak sih karena nuansanya bermacam-macam hahahaha. Pertanyaannya adalah lubang yang mana hehehe…

Kata orang, perempuan adalah makhluk yang susah ditebak maunya apa. Tetapi ada juga yang mengatakan tidak karena perempuan itu gampang kok dan bisa ditebak karena perempuan itu butuh disayang, diberi uang, diperhatikan, bal bla bla etc. Jadi kesimpulannya adalah tergantung pribadi tiap perempuan.

Dalam setiap hubungan pasti ada suatu yang ingin dituju dan dicapai. Kaitannya dengan hubungan laki-laki dan perempuan maka tujuan awalnya adalah pernikahan karena wajib hukumnya (menurut agama). Maka itu banyak pria yang ingin menikah berusaha untuk mempersiapkan segala-galanya dan salah satunya adalah dana atau uang walaupun tetap yang utama adalah niat atau nawaitu. Hal ini tidak mudah karena perlu pembahasan serius antara pria dan wanita yang nantinya jadi pengantin. Memang akan banyak godaan yang datang pada saat mempersiapkan hari pernikahan.

Beberapa orang mengatakan perlu adanya kesamaan rasa, berpikir, bersikap dan tujuan dalam menuju sebuah hubungan yang serius. Kalau tidak ada kesamaan diantara keduanya maka bukanlah sebuah hubungan yang akan langgeng. Masak dalam satu hubungan, si A maunya ke kanan sementara si B maunya ke kiri. Lucu khan jadinya. Kalau sudah begitu sebaiknya dihentikan karena tidak baik bagi keduanya.

Bagaimana dengan pasangan  yang seperti kebingungan untuk menentukan pilihan terutama adanya   faktor orang ketiga yang berpengaruh? Di satu sisi pasangan saling  cinta dan menyayangi tetapi disisi yang lain pasangan  harus tunduk dengan orang ketiga yang berpengaruh dalam hidupnya. Ini sebuah dilema yang berat dan perlu keputusan yang bijak. Banyak orang menyarankan untuk sholat Istikharah dan berdoa kepada Allah untuk meminta petunjukNya agar mendapatkan keputusan yang terbaik. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa tahu telah datangnya sebuah petunjuk ? Kuncinya adalah membaca, membaca, membaca dan berikutnya adalah kesabaran dan keyakinan.

Jauhkan keragu-raguan, pilihannya adalah YA atau TIDAK. Jangan pilih “atau” hehehe harus pilih diantara keduanya dengan segala konsekuensinya. Karena sesungguhnya Allah mendengar dan mengijabahi semua keinginan makhluk ciptaanNya termasuk setan. Jadi jangan ambangkan perasaan karena akan memberikan keputusan yang tidak mengenakkan. Memang itulah konsekuensi sebuah pilihan. Jangan  A m b i v a l e n !!!

NB: kata seorang teman  ” semuanya berantakan dan apa yang sudah ikrarkan dengan perasaan cinta dan kasih sayang dari kami berdua menjadi sebuah pengingkaran yang menyakitkan. dia dengan mudahnya mengatakan  saat ini ragu terhadap diriku karena adanya beban berat dari keluarga besarnya. dia juga mengatakan apa yang dilakukan saat ini demi diri dan keluargnya serta jangan terlalu mengumbar kasih sayang alias over kasih sayang. Tetapi di satu sisi menganggap diriku sebagai teman baik yang bukan sekedar teman baik (teman baik ++) dimana aku sendiri bingung menginterpretasikan istilah ++ tersebut. Waktu terus berjalan, aku butuh kepastian dan aku punya tujuan hidup juga dimana aku ingin segera membentuk sebuah keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah. Apa dia tidak memikirkan juga  perasaan dan kondisi aku saat ini…  Now or Never

2 thoughts on “A m b i v a l e n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s