Go Up In Smoke

Berjalan lunglai  menapaki ruangan. Tampak pria sedang duduk terdiam. Ditemani sebatang rokok dan secangkir kopi. Yang terlihat hanyalah cermin retak dan kaca jendela dilingkupi langit-langit kaku tak bergerak. Terasa hampa tanpa makna. Sunyi senyap diiringi kehilangan asa. Teringat wajah wanita Lany . Masa lalu yang membuat pria tersebut berpikir untuk memulai yang baru.

Tetapi semuanya tetap sama. Ling yang berdiri seksi walau hujan menerpanya demi anak tunggalnya. Miri menari eksotis untuk mengisi perut adik-adiknya. Ben membuka matanya tiap malam untuk kelahiran anaknya tercinta. Dinamika kehidupan yang statis.

23 September 2009 awal mulanya. Sayang sekali dunia tidak mengenal “time tunnel” yang dapat merubah waktu sesuka hati. Kesusahan, kesedihan dan kelelahan berpikir mengikis sedikit demi sedikit energi penyemangat hidup. Terlalu banyak waktu yang terbuang sementara bumi makin cepat berputar. Rambut hitam mulai memutih, wajah mengerut, pegal mudah terasa, detak jantung melambat. Menunggu malaikat maut menemaninyatidur untuk selama-lamanya.

Pria itu duduk terpaku dan kaku tanpa tanda kehidupan. Tak ada lagi penyemangat hidup, inspirator, penghangat suasana, motivator yang dapat menyembuhkan penyakit hati. Pergi untuk selamanya dengan tetap memegang sebatang rokok yang tetap menyala…

Hanya tangis penyesalan yang jauh terdengar………….

sodahead.com

Ambled up the room. It appears the man was sitting silent. Accompanied by a cigarette and a cup of coffee. There was only a mirror cracked and glass ceiling window covered rigid immobile. It felt empty without meaning. Accompanied by loss of quiet despair. Remembering the woman’s face. The past is what makes man think to start new.

But everything remains the same. Ling who stood sexy despite the rain hit for her son. Miri exotic dancing to fill the stomach with her ​​younger siblings. Ben opened his eyes each night for the birth of her beloved. The dynamics of life that runs static.

Beginning on September 23, 2009. Unfortunately, the world does not know the “time tunnel” that can change the time with as he pleased. Distress, sadness and fatigue thinking eroded little by little encouragement energy of life. Too much time is wasted while the earth rotates faster. Black hair graying, wrinkled face, easy to feel sore, heart rate slowed. Angel of death waiting to accompany him to sleep forever.

He sat transfixed and rigid with no signs of life. No more encouragement of life, inspiration, heated atmosphere, a motivator that can cure heart disease. Gone forever by still holding a cigarette that remained lit …

Only tears of remorse that far sounds ………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s