Malam Penuh Kolor Bau Terasi

1308179686401341241
blog.oneplusinfinity.com

” Kolor!? Maksud kamu warnakah!? “

” Ya, bisa juga dikatakan demikian. Karena ada yang putih, coklat, merah, biru… Pokoknya pelangi dech. Tapi ini biasa disebut pelindung yang bisa memberikan kenyaman dan bisa memberikan sensasi yang luar biasa. Atau dikenal dengan “segitiga pengaman”.”

” Sempak maksud kamu!? CD!? “

” Yup, betul 100 atas jawabannya. Hmm, menarik juga dan emang benar sih warnanya seperti pelangi. Tetapi hati-hati jangan sembarangan bicara apalagi menyebut kolor ijo maka bisa membuat gaduh satu negara dan lakulah para pemilik bambu kuning hehehe.”

” Lantas? “

” Kolor punya makna yang mendalam bagi pria. Kalau tidak ada benda ini, bisa adem dan anyep milik pribadi kalian walaupun ada keuntungan juga yaitu tidak repot-repot buka kalau milik pribadi itu sedang meler seperti orang terkena pilek.”

” Tapi omong-omong dalam perjalanan ini kamu bawa berapa? “

” Sebagai orang yang menganut paham praktismisme dan pragmatisme maka cukup satu yang dibawa. “

” Satu? Maksudmu satu cadangannya? “

” Hehehe tidak, satu-satunya yang kupakai. “

” Hah, apakah tidak risih, tidak sehat sekali hidupmu. Iritasi akan datang menghampirimu. Dan ruam-ruam merah akan menyertaimu sepanjang perjalananmu. “

” Weits nanti dulu, ada arus ac dan arus dc jadi bisa dipakai bergantian. Dalam kotor maka yang luar dibalik jadi dalam. “

” Sampai kapan kawan? “

” Sampai bosan! “

” Gila ! Bosan bagaimana? “

” Bosan mencium bau wangi-wangian yang dikeluarkan akibat bertemunya temanku bakteri, keringat, unsur kimia dan lain-lain. Hasilnya? Bau kebanggaan hahaha… “

” Jorok ih? “

” Biarkan saja toh aku masih nyaman.”

” Iya bagi kamu tapi bagi orang-orang di sekelilingimu seperti bau terasi. “

” Hahaha biarkan saja khan hitung-hitung bisa menghilangkan rasa lapar apalagi kalau ada ikan asin dan cabe maka makin nikmat saja. “

” Dasar sundel! “

” Nah benar khan! Gara-gara kolorku inilah maka tidak akan ada sundel-sundel yang datang mendekat terutama para kunti yang mengatakan dirinya masih perawan. “

” Tobat, kawan tobat. Jauh dariku, pantesan saja sudah seminggu perjalanan di hutan ini, aku merasa seperti ada orang yang makan nasi liwet lengkap dengan menu ikan asin, lalapan, sambal terasi. Ternyata segitiga pengamanmulah sumbernya. “

” Hahaha tapi terbuktikan kalau perjalanan sampai malam ini aman-aman saja? “

” Ya, tapi kami sudah tidak tahan dan ingin muntah. “

” Muntahkanlah! Anggaplah sebagai buang sial dalam perjalanan ini hahaha… “

” Benar-benar malam penuh kolor bau terasi !!!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s