Slamet M Ramadhan

Sore hari itu udara cerah sekali. Sepertinya ingin memberikan sinyal betapa bahagianya alam semesta dan isinya dalam merayakan hari nan fitri. Setelah seharian mengunjungi sanak saudara untuk memohon maaf atas kesalahan yang diperbuat baik disengaja maupun tidak disengaja maka inilah saatnya bersantai ria.

Baru beberapa menit duduk di teras rumah menikmati suasana sore itu, tiba-tiba datanglah suara berat yang kedengarannya tidak asing mengucapkan salam.

” Assalamualaikum !!! “

” Wa alaikumussalam ” jawabku

Ternyata yang datang seorang bapak tua berumur 56 tahun dengan seorang anak muda tinggi besar.

” Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir batin, Ploek “

” Sama-sama. Taqabbalallah minna wa minkum, Pak Hamid “

Iya, bapak itu bernama Pak Hamid. Orang tua yang kukenal pada saat mengurus surat-surat kependudukan di kelurahan. Beliau memang pegawai kelurahan yang banyak membantu warga tanpa pamrih dan embel-embel minta uang. Pegawai kelurahan yang menjadi favorit warga karena kebersahajaannya.

” Apa kabar, Ploek ? Lebaran ini tidak kemana-mana ? Ibu dimana ? “

” Kabar saya baik, Pak. Tadi pagi sudah mengunjungi saudara-saudara dan tetangga. Baru saja selesai jam 3. Oh ya, silakan masuk, Ibu lagi nonton di TV di dalam “

kemudian Pak Hamid dan anak muda tersebut masuk ke dalam rumah menyambangi ibuku yang sedang menonton TV. beberapa saat kemudian merekapun menuju teras rumah.

” Sudah salaman dengan Ibu ? Lebaran ini Pak Hamid kemana saja ? Tidak pulang kampung ? ” tanyaku.

” Sudah, Ploek. Lebaran saya dan keluarga tidak kemana-mana hanya silaturahim ke tetangga saja. Mungkin besok kami pulang kampung setelah silaturahim ke rumah-rumah famili. “

” Ohhh gitu, jadi besok pulang kampungnya ? Kemana Pak ? “

” Ya, besok ke Purworejo tempat istri saya. “

” Wah asyik dong. Mudah-mudahan besok perjalanannya lancar dan tidak ketemu macet hehehe “

” Amin. Oh ya saya lupa kenalin dengan anak saya. Kenalkan Ploek, anak saya “

Kamipun bersalaman.

” Namanya siapa mas ? “

” Slamet, mas ” jawab anak muda itu.

” wao ganteng seperti bapaknya hehehehe…. “

” Bisa aja kamu Ploek. Oh ya Ramadhan ini baru saja lulus sebulan yang lalu “

” Lho kok Ramadhan, Pak. Tadi bilangnya Slamet namanya. “

” Iya, saya lupa. Emang kalau di luar teman-temannya biasa memanggil namanya Slamet. Tetapi kalo di rumah panggilannya Ramadhan. “

” Aneh juga kedengarannya. Jauh sekali Slamet dengan Ramadhan, Pak Hamid. Atau bapak lagi bercanda “

” Heheheh tidak Ploek. Saya tidak bercanda “

” Lha memangnya nama sebenarnya siapa, Pak ? “

” Slamet M. Ramadhan “

” Nama yang bagus Pak. Pasti anak bapak ini lahirnya di bulan Ramadhan dan M-nya Muhammad “

” Hehehehehe memang dia lahir di bulan Ramadhan tapi M-nya bukan Muhammad “

” ohhhh, jadi M-nya apa Pak ? “

” M-nya mudik, Ploek “

” Hah ??? “

” Ya Mudik. Anak saya ini lahir dengan Selamat pada waktu Mudik lebaran di bulan Ramadhan sekitar 24 tahun yang lalu. Jadi pas lahir lahir tanpa pikir macam-macam, saya namai anak ini SLAMET MUDIK RAMADHAN

Tjiploekpun terdiam sambil berusaha menahan tawanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s