Mengurus Dan Menghitam

1316511733649067911
poponsaadah.blogsome.com

” Mengurus dan menghitam ” Itulah kalimat yang selalu kau lontarkan setiap hari. SMS, telpon, inbox di FB dan YM menjadi tempat kau curahkan pernyataanmu itu. Sampai-sampai aku bingung apa maksudmu? Apa maumu ?

Bagiku “mengurus dan menghitam” tidak akan mengubah diriku untuk tetap setia menunggu. Kau tetap pilihanku lahir batin. Tak ada kamus “mengurus dan menghitam” dalam urusan perasaan. Tetap saja pandanganku bukan “mengurus dan menghitam” tetapi “langsing dan putih”.

Langsing dalam pemikiran dan sikap. Putih dalamnya hatimu. Karena mau menerima apa adanya. Kilauan dunia yang menyilaukan mata, tak membuat dirimu berpaling. Karena aku tahu apa yang kau cari dari seorang yang kelak menemanimu hingga Tuhan memanggil salah satu dari kita.

“Mengurus dan menghitam” ?!!! Jauhkan pemahaman itu karena akan membuatmu jalan di tempat dan memandang dirimu. Sesungguhnya harapan itu masih ada. Asal saja mau berusaha untuk menjadi lebih baik. Semuanya tinggal menunggu waktu karena Tuhan tahu yang terbaik bagi umatNya.

“Mengurus dan menghitam” tinggal kenangan. Kenangan pahit dalam merentas dan mengejar kebahagiaan. Jalan berlubang, jalan berkelok, jalan naik turun dan jalan yang terjal bukanlah penghalang bagi sebuah kasih sayang. Menyadarkan dan tersadarkan bagi orang-orang yang memandang sebelah mata untuk  mau membuka hatinya bahwa ada ketulusan cinta.

“Mengurus dan menghitam” bukanlah lampu merah yang bisa menjadikan waktu dan jalan kehidupan berhenti. Karena ada tekad dan niat baik dari batin yang suci bahwa ada keseriusan yang bukan untuk bermain-main dengan perasaan.

“Mengurus dan menghitam” tinggal hitungan waktu dan janji Allah tidak pernah meleset bahwa selamatlah manusia yang mau bersungguh-sungguh dan yakin dengan tujuannya yang mulia.

Selamat tinggal “mengurus dan menghitam”. Bukan sekedar makanan fisik dan olesan krim pemutih tetapi tercukupinya gizi batin dan mampu menjaga keseimbangan hati dan pikiran dalam menatap masa depan.

Sayang berhentilah sejenak dan saatnya menikmati hasil dari kesabaran dan kepasrahan dalam menghadapi segala tantangan dan cobaan yang datang selama ini. Tak ada lagi kalimat “mengurus dan menghitam” kecuali ketidakyakinan akan potensi dan kekuatan cinta yang dimiliki.

NB : ” Mengurus dan menghitam ” adalah sebuah ungkapan kegalauan seseorang yang berada jauh di sana dan berharap adanya royalti apabila sudah menjadi sebuah tulisan. Royalti berupa kegalakan dalam mempertahankan kasih sayang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s