Belahan Dada

syafir.com

” Saru tenan ! ” Mungkin itu komentar pertama yang terucap ketika membaca judul tulisan ini. Kalau mariska Lubis mengatakan “Celengan Babi “. Ups keceplosan… hehehe

Tulisan ini dibuat untuk menanggapi komentar  seorang teman yang telah menetap lama di Hawaii terhadap tulisan saya di social media tetangga. Dia mengatakan kalau pemandangan syur dengan menunjukkan belahan dada di Fiji masih belum seberapa dengan yang ada di Hawaii.

Walaupun sama-sama dianggap tempat wisata tetapi ada perbedaan antara Fiji dan Hawaii. Menurut teman, di Hawaii bukan hanya pemandangan belahan dada tetapi suatu hal yang biasa melihat para wanita mengenakan pakaian serba minim atau lebih jelasnya memakai bikini. Tidak hanya di tempat-tempat wisata seperti di pantai waikiki tetapi di tengah kotapun kita bisa melihat pemandangan yang bisa membuat para lelaki tidak akan melepas pandangannya.

Bagaimana dengan di Fiji ? Di Fiji wanita yang berbikini ria hanya bisa ditemui di daerah daerah wisata seperti resort dekat pantai dimana tidak semua orang bisa melihatnya kecuali para tamu yang menginap.  Di luar itu banyak wanita Fiji mengenakan pakaian yang lebih tertutup walaupun tetap saja model baju dengan belahan di dada  menjadi favorit wanita Fiji. Selain itu di Fiji kita bisa menemukan pemandangan yang bukan hanya belahan dada tetapi rok ketat yang mempertunjukkan kemolekan tubuh dan celana pendek yang pendek sekali sampai-sampai terlihat jelas paha mulus mulai yang berkulit hitam sampai putih.

” Suka, Cech ? ” Saya jawab iya. Tetapi seringnya melihat wanita-wanita Fiji berpenampilan seperti itu maka menjadi biasa saja tanpa ada perasaan syur. Mengapa bisa seperti itu ? Seperti kata peribahasa “Alah bisa karena biasa ” hehehehe. Bisa apanya ? Bisa mengendalikan nafsu dong. Dan tetap saja namanya tidak berubah tetap dada alias payudara baik yang muda maupun tua. Yang membedakan hanyalah bentuk dan ukuran dimana tergantung imajinasi masing-masing pria dalam mengekspresikan perbedaan tersebut. Tinggal suka yang mana ? A, B, C, D  bahkan FF.

Menariknya adalah selama saya tinggal di Fiji belum pernah mendengar, membaca dan melihat di media apapun tentang terjadinya kasus kriminal perkosaan terhadap wanita yang mengenakan pakaian yang menonjolkan belahan dada tersebut. Tak ada yang aneh ataupun dipergunjingkan tentang belahan dada tersebut. Mungkin karena sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat Fiji yang banyak dipengaruhi oleh  budaya Barat. Perlu diketahui negara Fiji adalah negara bekas jajahan Inggris. Mungkin bagi wanita Fiji yang berpenampilan seperti itu ingin mengatakan apa yang salah dengan cara berpakaian kami. Kami para wanita hanya ingin menunjukkan rasa kebanggaan terhadap apa yang dimiliki dan itu adalah ciptaan Tuhan.  Kalian saja para pria terperangkap oleh imajinasi dan fantasi diri yang tidak terkontrol.

Wao! belahan dada… belahan dada… makin menarik bila hanya melihat belahannya saja dan menjadi tidak menarik bila terlihat semuanya. Dan lebih menarik dan menantang apabila melihat belahan tersebut pada puasa di bulan Ramadhan. Makin jelaslah siapa setan yang sebenarnya. Yang melihat atau si empunya ?

2 thoughts on “Belahan Dada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s