Luar Negeri, Menulis Dan Berbisnis

13168190181093520475
thesun.co.uk

Pernahkah anda mendengar kisah perjalanan Marcopolo? Pernakah anda membaca tentang “Jalan Sutera (Silk Road)” ? Apa yang anda dapatkan dari semua itu ? Kisah sejarah ? Itu pasti. Tetapi pernahkan anda membayangkan seandainya kita menjadi Marcopolo pada jaman modern ini ? God, Gold, Glory. 3 kata yang saya yakin para pembaca mengerti apa maknanya. Tetapi saya tidak akan mengulas tentang hal tersebut walaupun ada kaitannya juga.

Beberapa minggu saya membaca tulisan yang menceritakan tentang kehidupan orang-orang Indonesia yang bekerja, sekolah dan menetap di luar negeri dengan segala pernak-pernik kehidupannya. Ada yang mengatakan betapa enaknya bisa tinggal di luar negeri. Itupun sudah pernah ditulis bahwa di luar negeri tidak seenak yang dibayangkan. Saya merasakan hal yang sama. Tetapi saya banyak melihat hal-hal baru dan menambah pengalaman dan pengetahuan saya tentang dunia. Walaupun tetap tinggal di negara sendiri lebih enak dan tidak jauh dari orang-orang yang dicintai.

Tinggal di luar negeri mempunyai tantangan tersendiri. Tetapi tantangan itulah yang membuat saya dipaksa untuk berpikir keras agar bisa bertahan hidup dan berusaha untuk menangkap peluang yang ada di negara dimana saya tinggal. Nah inilah yang belum pernah ada yang mengupas dalam bentuk tulisan.

Manusia diberikan Tuhan berupa akal dan pikiran. Tetapi semuanya berawal dari mata yang berfungsi untuk melihat  dan selanjutnya diterima oleh akal dan pikiran untuk diolah menjadi sesuatu (bukan sesuatu banget). Saya membayangkan bagaimana Marcopolo dan saudagar-saudagar jaman dulu dengan kemampuan akal dan pikirannya mampu membaca peluang menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan walaupun pada jamannya masih berlaku istilah barter dan yang ditukar adalah barang-barang yang berasal dari negeri mereka. Secara tidak langsung mereka telah menjadi agen pemasaran bagi produk-produk negeri mereka.

Bagaimana dengan orang Indonesia di luar negeri ? Seharusnya orang-orang Indonesia yang tinggal di luar negeri bisa juga berperan sebagai agen pemasaran produk-produk nasional. Wah saya tidak punya bakat dagang? Khan bisa memberikan informasi kepada saudara, teman atau siapapun tentang barang-barang yang dibutuhkan oleh negara tempatan dimana Indonesia memiliki barang-barang tersebut. begitu juga sebaliknya.

Baru-baru ini saya mendapatkan permintaan barang-barang dari Indonesia dari beberapa pengusaha di Fiji. Mereka mengatakan produk-produk Indonesia berkualitas dan tidak kalah dengan produk-produk negara lain. Hanya saja mereka kebingungan mendapatkan informasi tentang produsen yang ada di Indonesia. Sebagai contoh adalah makanan kaleng. Ada seorang pengusaha Muslim meminta saya mencarikan corned beef (kornet sapi) dan corned mutton (kornet kambing atau biri-biri). Dia mengatakan selama ini produk-produk tersebut dipasok dari Australia dan New Zealand tetapi umat muslim di Fiji merasa ragu tentang kehalalan produk tersebut sehingga dia merasa yakin produk-produk tersebut yang berasal dari Indonesia dapat dijual di Fiji. Selain murah, produk-produk tersebut aman dikonsumsi karena ada jaminan halal dan BPOM. Belum lagi dengan produk makanan lainnya yang selama ini dipasok dari pihak ketiga (kebanyakan berasal dari Malaysia).

Selanjutnya ada juga pengusaha bus di Fiji minta dicarikan bis-bis asal Indonesia baik baru maupun bekas pakai karena bisnis transportasi di Fiji sangatlah menguntungkan. Dan baru-baru ini telah datang 5 bis asal Indonesia (2 bus baru dan 3 bus bekas pakai). Itupun masih belum mencukupi kebutuhan bagi penumpang karena di Fiji sedang dilakukan peremajaan bis-bis tua yang selama ini banyak berasal dari India. Dikatakan oleh mereka, bis asal Indonesia cukup kompetitif harganya. Itu baru bus dan masih ada lagi berupa suku cadang kendaraan. Perlu diketahui, di Fiji sangatlah sukar mencari suku cadang kendaraan bermotor. Kalaupun ada, kita mesti menunggu pasokan barang tersebut datang dari Australia atau New Zealand selama 2-3 bulan.

Masih banyak lagi produk-produk Indonesia yang bisa dijual seperti kertas, pakaian, alat-alat pertanian, mesin-mesin pengolahan makanan, kerajinan tangan, furnitur, anyaman dari bahan plastik dan lebih membanggakan lagi tenaga-tenaga ahli di bidang pertanian dan perikanan (sedang dijajaki).

Jadi kita bukan sekedar tinggal di luar negeri, tapi kita bisa membaca dan menangkap peluang yang ada. Selanjutnya menyebarkan informasi tentang peluang tersebut lewat tulisan. Siapa tahu Tuhan memberikan jalan kepada  kita  untuk  mempunyai usaha sendiri (berbisnis).

Jangan tanyakan apa yang Negara telah berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan untuk negaramu  (John F. Kennedy)


NB: Selain mengajarkan tentang “RAHMATAN LIL ALAMIN”, Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan kita untuk berdagang.

4 thoughts on “Luar Negeri, Menulis Dan Berbisnis

  1. Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan kita untuk berdagang.Adakah yang bisa aku bantu kawan untuk stokist dari negeri kita kawan,biar ada profit export import ke tempat anda kawan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s