” Pak Kyai Ini Manusia Atau Jin Ya ? “

Hampir tiap minggu saya selalu mengecek perkembangan blog pribadi. Hal ini saya lakukan karena ingin mengetahui sebenarnya tema tulisan apa yang disukai oleh para pembaca di blog saya. Sepertinya tidak ada perubahan yang signifikan tentang tema tulisan yang paling disukai oleh pembaca. Apa itu ? Apalagi kalau bukan tentang Ibu Ratu Kidul.

13217198851912698317
postingan teratas (dok. cechgentong)

Ibu Ratu Kidul ? Ya, Ibu Ratu Kidul. Banyak versi berita tentang sosok tersebut di jagat maya baik dalam bentuk berita, hikayat, cerpen maupun foto/gambar. Kemudian iseng-iseng saya mencari tahu dimanakah posisi tulisan tentang Ibu Ratu Kidul pada mesin pencarian Google.

Betapa saya tidak menyangka kalau tulisan yang berjudul MENGUNGKAP SIAPA SEBENARNYA IBU RATU KIDUL : MANUSIA ATAU SILUMAN? menempati  posisi 5 besar walaupun pada posisi pertama diduduki oleh blog orang lain yang copy paste tulisan tersebut tanpa pernah meminta ijin terlebih dahulu dengan saya.. Sedangkan blog saya sendiri dengan judul yang sama berada pada posisi ke-4. Tetapi saya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Saya menganggapnya  sebagai bentuk apresiasi orang lain terhadap tulisan yang saya buat di jagat maya ini.

Tetapi ada satu hal yang membuat saya kaget ketika mendapatkan tulisan tersebut menjadi bagian dari sebuah buku yang ditulis oleh seorang Kyai. Pada awalnya saya merasa senang dan tenang-tenang saja walaupun gamang juga mengapa seorang yang mengaku Kyai tidak pernah meminta ijin untuk mengutip tulisan saya dalam bukunya. Dan yang lebih mencengangkan lagi pada  pembukaan sub tema dibukunya tersebut (halaman 53) tertulis, ” Tulisan ini, penulis sadur dari  artikel lepas di internet, dimana penulisnya tidak menyebutkan identitasnya “

13217201091682378160
Tulisan saya yang disadur ke dalam buku seorang kyai tanpa pernah meminta ijin dari saya (dok.cech)

Hah ? Kok semudah itu penulis buku tersebut mengatakannya. Artikel lepas di internet? Apakah Pak Kyai tidak bisa menulis kalau artikel tersebut berada di blog pribadi saya, Apa susahnya tinggal menuliskan bahwa tulisan tersebut berasal dari blog milik saya. Kemudian dikatakan penulisnya tidak menyebutkan identitasnya. bagaimana Pak Kyai tahu identitas penulisnya kalau tidak pernah minta ijin kepada saya baik lewat komentar di kolom tulisan tersebut maupun email ke saya.

Sejak awal saya paham betul kalau tulisan tersebut akan mendapatkan banyak komentar baik yang pro maupun kontra. Tulisan yang dibuat tahun 2008 tersebut memang belum pernah dan tidak akan pernah  saya posting di Kompasiana. Alasannya apa ? Saya tidak bisa menjawabnya.

Terus terang kasus copas tulisan-tulisan saya oleh orang lain, komunitas atau media cetak adalah kasus yang kesekian kalinya. Dulu ada sebuah majalah/tabloid secara sembarangan mengutip tulisan berseri saya  tentang kisah sejarah kerajaan Galeuh Pakuan Pajajaran tanpa pernah meminta ijin. Saya baru mengetahuinya setelah seorang teman memberitahu kalau tulisan berseri  (seri pertama)  dipublikasikan oleh majalah tersebut. Untungnya saya baru menyelesaikan tulisan tersebut pada seri kedua dan sempat diposting di Kompasiana. Maka segeralah saya menghapus tulisan seri pertama dan kedua dari Kompasiana. Setelah itu  benar saja majalah/tabloid tersebut tidak melanjutkan tulisan berseri tersebut walaupun saya tidak pernah melakukan somasi atau tindakan hukum lainnya.

Memang benar dunia maya tampak absurd tetapi tetap yang membuatnya adalah manusia dengan kreasi cipta, rasa dan karsanya sehingga kita  harus menghargai dan menghormati hasil karyanya.  Jadi jelas nyata dan tidak ujug-ujug datang karena siapapun yang beraktifitas di dunia maya adalah manusia bukan jin sekalipun  seorang Kyai yang harusnya menjunjung tinggi moralitas, aturan, dan norma yang berlaku di dunia seperti sopan santun dalam kehidupan nyata maupun maya. Jangan sampai ada pertanyaan ” Apakah Pak Kyai ini manusia atau jin ? “

10 thoughts on “” Pak Kyai Ini Manusia Atau Jin Ya ? “

  1. Ass.wr.wb. Maaf kang Ruddaby (maaf panggilan saya mungkin hanya berdasar pengetahuan membaca blog ini).
    Terima kasih postingan akang tentang saya, yang menulis buku Kanjeng Ratu Kidul.
    Tentu saja pertama-tama, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, atas termuatnya artikel panjenengan dalam buku saya, yang saya sebut sebagai nukilan dari internet tanpa menyebut nama.
    Saya manusia bukan jin. dan saya kenal internet atau dunia maya belum lama, dan itupun sangat minim. sehingga sewaktu dulu browsing tentang artikel tersebut belum tahu tatacara mencari nama dan sebagainya. Sehingga saya juga tidak tahu kemana harus meminta ijin.
    Jika panjenengan berkenan, tulisan tersebut mohon ijin untuk tetap tercantum, jika suatu saat mengalami cetak ulang. Namun jika tidak berkenan, saya akan mohon kepada penerbit untuk dihapuskan pada cetakan berikutnya.
    Mungkin komentar dari teman-teman ada benarnya, bahwa saya memang masih kurang begitu bisa menulis. Karena sumber tentang kisah yang satu versi tersebut hanya saya jumpai dari sumber itu, sehingga terpaksa ikut saya cantumkan sebagai salah satu sub bab bagian buku saya. Karena ketidakbisaan saya itu maka saya terus berlatih.
    Namun insya Allah, saya bukanlah “Kyai copy paste”. Insya Allah saya juga belajar untuk bisa menulis. Kalaupun orang menyebut saya sebagai Kyai, sebenarnya diluar kehendak saya. Saya hanya orang biasa, yang kebetulan di kampung disuruh-suruh ndoain kenduri dan sejenisnya.
    Saat ini saya juga sedang mempersiapkan naskah tentang Relasi Nabi Khidir dan Kanjeng Ratu Kidul. Semoga saya tidak dengan begitu gegabah mencantumkan sumber dari internet lagti. Biarlah sebisa saya saya gali dari apa yang saya ketahui.
    Terima kasih atas peringatannya, mohon maaf untuk semua kekhilafan saya. Syukur-syukur “kecelakaan” bagi saya ini, dapat menjadi penyebab silaturrahmi saya dengan akang Ruddaby, jika berkenan.
    Maaf dan terima kasih.

    Muhammad Sholikhin
    muh_sholikhin@yahoo.co.id
    HP. 081325577184 / 085643086161

  2. Oh ya, maaf juga lho kang. baru sekarang saya membuka-buka lagi internet, dan kebetulan terbuka postingan panjenengan. maklum untukke warnet harus jalan 15 Km. trims

    1. Terima kasih atas tanggapan dan klarifikasi yang Pak Kyai berikan terhadap tulisan saya. Mohon dicek emailnya karena saya sampaikan selengkap2nya. Masalah tulisan yang ada di buku Pak kyai, saya sudah ikhlaskan dan tidak perlu dihapus….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s