2011 : Purwokerto Dan Angka 6

Menjelang akhir tahun biasanya beberapa orang melakukan refleksi dan mengenang kejadian satu tahun yang telah lewat. Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2012. Banyak harapan dan target yang ingin dicapai pada tahun tersebut.

Untuk itu saya akan menuliskan sedikit kilas balik tahun 2011 yang berkaitan dengan   angka 6  dan Purwokerto. Mengapa  angka 6 dan Purwokerto? Sebelum saya jelaskan lebih lanjut, silahkan menikmati dulu hidangan di bawah ini :

1325291737694218234
Sate Kambing Khas Tanjung Losari (dok. Cech)

Kok sate kambing ? Ya, sate kambing khas Tanjung Losari yang sangat terkenal. Setiap saya melakukan perjalanan ke Purwokerto, saya tidak pernah melewatkan sate kambing ini. Selain enak dan nikmat, daging sate kambing ini besar, lembut dan tidak alot. Yang paling saya  sukai dari sate kambing Tanjung, Losari  adalah bumbu kecap dengan porsi bawang merah yang membuat segar di badan dan membuat mata melek kembali sehingga bagi kita yang mengendarai kendaraan menjadi semangat untuk melanjutkan perjalanan.

Tahun 2011 ini mengingatkan saya kepada kampung halaman almarhum bapak yaitu  kota Purwokerto dan angka 6. Almarhum Bapak meninggal pada tanggal 26 September 2006 (hari ke-4 bulan Ramadhan).  Selain itu di kampung halaman beliau pula bersemayam pusara ibu yang berdampingan dengan pusara bapak. Perlu diketahui ibu yang sangat saya cintai meninggal pada tanggal 6 Agustus 2011(hari ke-4 bulan Ramadhan). Sayangnya pada saat ibu wafat, saya tidak berada di sisi beliau karena saya sedang berada di Fiji. Saya tidak bisa pulang karena kendala sulitnya mendapatkan tiket pesawat dari Fiji ke Indonesia pada saat itu. Disamping itu 4 bulan sebelumnya, tepatnya tanggal 6 April 2011 kakek buyut (Uyut) saya meninggal dunia dan dimakamkan di Sumedang.

2 kejadian besar pada tahun 2011 tersebut sungguh membuat saya sedih dan tidak pernah membayangkan sebelumnya akan ditinggalkan oleh 2 sosok yang sangat mempengaruhi kehidupan saya. Tetapi saya tidak akan menyalahkan takdir Allah karena pada saatnya nanti sayapun akan meninggal dunia yang fana ini.

Kesedihan pada tahun 2011, membuka mata saya betapa banyak warisan yang telah ditinggalkan oleh Ibu dan Uyut. Warisan yang ditinggalkan bukan sekedar harta riil tetapi harta yang tak ternilai harganya yaitu kasih sayang, pengetahuan, pengalaman dan ketaatan seorang anak kepada orang tua.  Warisan itulah yang sampai saat ini merupakan amanah bagi saya untuk menjaga, melestarikan dan menumbuh kembangkan untuk generasi berikutnya.

Ada 6 hal yang membuat saya selalu terkenang dengan almarhum ibu  dan berkaitan dengan Purwokerto. Yang pertama adalah Soto Sokaraja. Setiap kami pergi ke Purwokerto, ibu selalu mengajak saya untuk  makan Soto Sokaraja baik dengan daging ayam ataupun daging sapi. Porsinya selalu dobel (sebelum beliau mengalami stroke).

1325296400783106245
Soto Sokarja (dok.cech)

Yang kedua adalah Durian. Beberapa pohon durian yang ada di kebun milik almarhum Bapak ditanam oleh almarhum Ibu. Almarhum ibulah yang mencarikan bibit durian tersebut. Walaupun pada awal penanaman, beberapa bibit durian yang telah ditanam sempat dibongkar dan dicuri oleh tangan-tangan jahil. Sekarang bibit-bibit durian tersebut telah tumbuh besar dan tiap tahunnya menghasil buah durian yang lezatnya tidsk kalah dengan durian impor.

13252948342117045554
Buah Durian dari pohon durian yang ditanam oleh almarhum Ibu (dok.cech)
1325294909767796051
Panen buah durian (dok.cech)

Yang ketiga adalah mangga. Ada beberapa jenis mangga yang ditanam oleh almarhum ibu di kebun Purwokerto. Ada jenis mangga manalagi, mangga inderamayu dan paling banyak adalah mangga harum manis. Mangga harum manis inilah yang sering berbuah sepanjang tahun. Sepertinya tidak ada tahun yang terlewatkan untuk menikmati panenan mangga harum manis.

13252952131985300303
Lebtnya buah mangga harum manis di kebun Purwokerto (dok. cech)
1325295303387179323
Panen mangga harum manis (dok.cech)

Yang keempat adalah manggis. Ada cerita menarik sebelum almarhum ibu memutuskan untuk menanam manggis. Ketertarikan beliau menanam manggis disebabkan oleh cerita mbah saya. Menurut mbah saya, pada jaman Belanda kampung halaman bapak terkenal dengan tanaman manggis dan tumbuh subur. Tetapi entah mengapa seiring perjalanan waktu, masyarakat di kampung tersebut tidak menanam lagi manggis dan menggantikannya dengan tanaman buah lainnya seperti mangga atau rambutan. Karena cerita tersebutlah maka almarhum ibu tertantang untuk menanam manggis dan merasa yakin manggis akan berbuah dengan baik. Ternyata feeling beliau benar dan sekarang anak cucunya bisa menikmati hasil jerih payah beliau.

13252957441858016338
Buah manggis yang sebentar lagi matang di pohon (dok.cech)
13252958281998185450
inilah buah manggis tersebut (dok.cech)
1325295911310889027
Beberapa buah manggis hasil panen (dok.cech)

Yang kelima adalah tempe mendoan. Makanan khas Purwokerto ini tidak akan pernah lepas dari santapan almarhum ibu dan keluarga. Hampir tiap hari di Purwokerto sebelum stroke, ibu membelinya dan menjadikan tempe mendoan sebagai oleh-oleh buat keluarga dan tetangga sebelum pulang ke Jakarta baik dalam bentuk mentah maupun matang.

13252962901014255035
Tempe mendoan sedang digoreng (dok.cech)

Yang terakhir adalah keripik tempe. Keripik tempe sudah menjadi panganan khas Purwokerto. Seperti kurang afdol kalau tidak membawa keripik tempe sebagai oleh-oleh untuk tetangga, teman dan keluarga di Jakarta. Almarhum Ibu selalu membeli keripik tempe ini. Beliau sangat menyukai keripik tempe khas Purwokerto ini.

Itulah beberapa hal penting bagi saya  pada tahun 2011 ini. Apakah ini hanya sebuah kebetulan? Angka tetaplah angka tetapi dari angkalah kita bisa melakukan perenungan dan menyikapinya dengan hal-hal yang positif karena sebenarnya Sang Pencipta sedang memberikan ilmu kepada yang diciptakanNya.

Yakin Kepada Yang Maha Kuasa

Yakin Kepada Diri Sendiri

Dan Ingat Pesan Orang Tua

(Uyut Ohan Wijaya Kusumah)

4 thoughts on “2011 : Purwokerto Dan Angka 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s