Terkenang Sosok Sambas Mangundikarta

Hari minggu kemarin, saya iseng-iseng main ke tetangga. Tampak beberapa orang Fiji keturunan India sedang berkumpul mendengarkan siaran langsung sepakbola “Fiji Champions League” di Radio. Serius sekali mereka mendengarkan reportase langsung jalannya pertandungan sepakbola  dari penyiar radio tersebut. Wahhh sudah lama sekali saya tidak mengalami hal seperti ini. Mungkin mendengarkan siaran langsung acara olahraga di radio seperti sepakbola dan bulutangkis sudah jarang terjadi di Indonesia pada saat ini.

13267140661746006410
Sambas Mangundikarta (jakarta.go.id)

Langsung pikiran saya melayang jauh pada tahun 80-an dimana terkenang pada satu nama penyiar RRI dan TVRI yang selalu menghiasi siaran langsung olah raga di radio terutama sepak bola dan bulutangkis. Ya siapa lagi kalau bukan Sambas Mangundikarta. Suara baritonnya yang khas sampai sekarang masih terngiang di telinga saya.

Kalau beliau sedang melakukan reportasenya baik di RRI maupun TVRI, para pendengarnya seperti melihat langsung jalannya pertandingan. Seru, tegang, lucu, sedih, menangis dan lain-lain bercampur menjadi satu. Beliau pintar sekali mengaduk-aduk emosi pendengar atau penonton siara langsung tersebut. Kadangkala juga menyebalkan seperti pertandingan bulutangkis, shuttlecock keluar dikatakan masuk dan cenderung sekali membela pemain-pemain Indonesia yang sedang bertanding. Ya wajar bela pemain Indonesia wong beliau orang Indonesia hehehe.

Butuh waktu yang lama untuk menemukan sosok penyiar olahraga seperti  Sambas Mangundikarta pada saat ini yang dedikasinya penuh dalam setiap acara penyiaran olahraga secara langsung. Seluruh kemampuan dan semangatnya  ditunjukkan sehingga penonton/pendengar tidak beranjak dari tempat duduknya. Beberapa peristiwa olah raga Internasional yang telah diliputnya selama ini, antara lain Thomas Cup di Kuala Lumpur (1970), All England (1976, 1977 dan 1981), Pre World Cup di Singapura (1977) dan Uber Cup di Tokyo (1981).

Selain penyiar acara olah raga, Sambas Mangundikarta terkenal sebagai pembawa acara TVRI Dari Desa Ke DesaDari Desa Ke Desaadalah acaratelevisidiTVRIyang menyoroti keberhasilan penduduk berbagai desa diIndonesiadalam profesinya masing-masing, misalnya bercocok tanam, beternak, dan lain-lain. Acara ini pertama kali dibawakan oleh Sambas Mangundikarta pada 1982.

Sambas pensiun dari TVRI pada 1982, tapi Presiden Soeharto waktu itu, melalui Menteri Penerangan Harmoko, memanggilnya kembali bertugas. Ia dianggap sukses membawakan acara dari desa ke desa yang setiap minggu ditayangkan di TVRI. ”Sebuah acara yang sangat bermanfaat dan merupakan alat komunikasi paling efektif,” ujar almarhum suatu ketika. (Majalah Tempo)

Sambas Mangundikarta juga dikenal sebagai penulis lagu-lagu Sunda. Salah satu lagu ciptaannya yang terkenal adalah MANUK DADALI. Sampai sekarang lagu Manuk Dadali masih sering diperdengarkan pada acara kenegaraan seperti Hari Kemerdekaan RI. Manuk Dadali artinya Burung Garuda. Lagu ini bernafaskan nasionalisme sebagai kecintaan beliau terhadap negara dan bangsa Indonesia. Lagu ciptaan beliau yang lain adalah Pileuleuyan, Peuyeum Bandung dan Pepeling.

Untuk mengenang pengabdian beliau dalam menyebarkan informasi bagi bangsa Indonesia maka saya akan memposting beberapa video yang berhubungan erat dengan kehidupan beliau.

11 thoughts on “Terkenang Sosok Sambas Mangundikarta

      1. Bukan, Mas. Dia penyiar radio 91.3 Suzana FM. Untuk disamakan dengan Sambas masih terlalu jauh. Shandy Gibol hanya terkenal di lokal Surabaya. Kemampuan public speaking-nya gak ada apa-apanya dengan Sambas. Kelihatan banget waktu Shandy Gibol tampil di TV lokal asal Surabaya, SBO. Dia mati gaya, enggak bisa apa-apa. Sekali lagi jangan samakan Sambas dengan Shandy Gibol. Sambas tetaplah Sambas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s